Aksi Brutal di Kebun Sawit di Kampar, Pelaku Tabrak Mobil Korban Sambil Acungkan Senjata
Ilustrasi dan infografis aksi begal di kebun sawit di Tapung Hulu. Foto: SM News/Created by AI
RIAU, SabangMerauke News - Polsek Tapung Hulu membongkar dugaan percobaan begal mobil di perkebunan sawit di Kampar, Riau. Seorang pria berinisial WS ditangkap usai diduga meneror pengendara memakai benda menyerupai senjata api. Aksi mencekam itu terjadi di Dusun Panasan, Desa Senama Nenek, Selasa malam, 5 Mei 2026.
Kapolsek Tapung Hulu, Iptu Riko Rizki Masri, langsung memberi peringatan keras usai penangkapan tersebut. Polisi menilai aksi pelaku sudah masuk kategori membahayakan keselamatan warga yang melintas malam hari. Jalur perkebunan sawit memang kerap berubah sunyi selepas pukul 22.00 WIB.
“Kasus ini menunjukkan pelaku memakai ancaman senjata dan membuat korban ketakutan,” ujar Iptu Riko Rizki Masri, Rabu, 20 Mei 2026. Polisi memastikan segala bentuk kejahatan jalanan bakal ditindak tegas tanpa kompromi. Tim gabungan langsung bergerak begitu laporan korban diterima.
Pengungkapan kasus dilakukan Tim Opsnal Gasak Polres Kampar bersama Unit Reskrim Polsek Tapung Hulu. Polisi memburu pelaku setelah menerima laporan dugaan percobaan pencurian dengan kekerasan. Perburuan berlangsung cepat sebelum akhirnya WS berhasil diamankan oleh petugas.
Malam kejadian terasa seperti adegan film kriminal jalanan. Korban berinisial SR bersama suaminya ZA dan rekannya EP melintas memakai mobil Honda Brio silver. Mereka bergerak dari Desa Senama Nenek menuju Kembang Damai, Kecamatan Pagaran Tapah.
Jalan perkebunan sawit Dusun Panasan malam itu gelap dan sepi. Lampu kendaraan menjadi satu-satunya penerangan sepanjang jalur perkebunan tersebut. Situasi berubah mencekam saat dua pria yang mengendarai motor Yamaha Vixion mulai mengikuti mobil korban.
Korban mulai curiga karena motor tanpa pelat nomor terus mendekat. Dua pria tersebut beberapa kali memepet kendaraan sambil memberi tekanan kepada pengemudi. Suasana di dalam mobil berubah tegang hanya dalam hitungan menit.
“Kami merasa diikuti kendaraan dari belakang sejak masuk jalan kebun,” kata korban dalam laporan polisi. Pelaku lalu mendekat sambil berteriak “Bonti, bonti” dari sisi kendaraan. Satu pria kemudian memperlihatkan benda menyerupai pistol.
Korban spontan mempercepat laju kendaraan demi menghindari ancaman tersebut. Namun, situasi justru berubah makin liar di tengah jalan perkebunan sawit. Motor pelaku menghantam bagian depan mobil hingga salah satu pria terpental.
Tubuh pelaku sempat terhempas ke atas kap mobil Honda Brio milik korban. Dalam situasi kacau itu, korban mengaku mengenali salah satu pria sebagai WS. Pelaku kemudian mengacungkan benda mirip senjata api ke arah ZA.
Pelaku meminta pintu mobil dibuka sambil terus memberi ancaman. Korban di dalam mobil mulai panik karena situasi terasa sangat berbahaya. Jalan sawit yang gelap membuat mereka sulit mencari pertolongan cepat.
SR lalu menghubungi keluarganya memakai telepon genggam di tengah kepanikan. Langkah itu rupanya membuat pelaku mulai kehilangan keberanian melanjutkan aksinya. Dua pria tersebut akhirnya memilih kabur dari lokasi kejadian.
Saat melarikan diri, pelaku sempat menyerempet kaki kiri korban. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka bakar pada bagian kaki kiri. Polisi kemudian memasukkan hasil visum sebagai salah satu barang bukti penyidikan.
Laporan korban langsung ditindaklanjuti oleh aparat Polsek Tapung Hulu. Polisi mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri identitas pelaku di lokasi kejadian. Tim gabungan bergerak cepat sebelum akhirnya menangkap WS.
Riko Rizki Masri menyebut penangkapan berlangsung tanpa hambatan besar. Polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aksi tersebut. Barang bukti itu kini diamankan guna kepentingan penyidikan.
Petugas menyita satu unit mobil Honda Brio warna silver bernomor polisi BM 1258 JJ. Polisi juga mengamankan motor Yamaha Vixion merah tanpa pelat nomor milik pelaku. Selain itu, hasil visum korban turut disita penyidik.
Kasus ini kembali menyorot rawannya jalur perkebunan sawit pada malam hari. Jalan perkebunan sering dipakai warga karena menjadi akses penghubung antardesa di Kampar. Namun, suasana sepi kerap dimanfaatkan pelaku kriminal jalanan.
Warga sekitar mengaku mulai resah dengan meningkatnya aksi kriminal malam hari. Beberapa pengendara memilih menghindari jalur kebun selepas pukul 21.00 WIB. Kondisi penerangan minim membuat kawasan tersebut rawan tindak kejahatan.
Polisi kini masih mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam kasus tersebut. Penyidik juga menelusuri asal benda menyerupai senjata api yang dipakai pelaku. Dugaan adanya komplotan masih terus dikembangkan oleh aparat.
“Pelaku sudah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut,” ujar Iptu Riko Rizki Masri. Polisi memastikan pemeriksaan terus berjalan untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian. Aparat juga mengimbau warga tetap waspada saat melintas malam hari.
Kasus percobaan begal ini menjadi alarm keras bagi keamanan jalur perkebunan di Kampar. Jalan sawit memang terlihat tenang saat siang, namun berubah mencekam ketika malam datang. Suara motor tanpa pelat nomor kini membuat banyak warga memilih pulang lebih cepat.
WS kini mendekam di sel tahanan Polsek Tapung Hulu sambil menjalani pemeriksaan intensif. Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 479 juncto Pasal 17 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Ancaman hukuman berat menanti jika dugaan tersebut terbukti di pengadilan.
Penangkapan WS memberi sedikit napas lega bagi warga Desa Senama Nenek. Namun, cerita malam mencekam di jalan kebun sawit itu masih membekas bagi korban. Jalur gelap tersebut kini menyimpan cerita teror yang sulit dilupakan. R-02

