Pria di Inhu Ditemukan Bersimbah Darah, Nama Pelaku Sempat Disebut Sebelum Dirawat
Korban penikaman di Desa Bandar Padang, Seberida, dirawat di rumah sakit. (ist)
RIAU, SabangMerauke News - Warga Desa Bandar Padang, Kecamatan Seberida, Indragiri Hulu, mendadak geger pada Minggu malam, 17 Mei 2026. Supriandi alias Rian, 31 tahun, ditemukan bersimbah darah di halaman sebuah warung sekitar pukul 19.26 WIB. Korban tergeletak lemah dengan luka berdarah pada bagian samping kanan perut dekat lokasi kejadian tersebut.
Peristiwa itu terjadi di halaman warung milik Fitri di kawasan Jalan Lintas Selatan Desa Bandar Padang. Warga sekitar langsung berdatangan setelah melihat korban terbaring dengan kondisi tubuh penuh darah yang cukup mengkhawatirkan. Suasana mendadak tegang ketika beberapa warga mencoba memberi pertolongan sebelum ambulans tiba di lokasi kejadian tersebut.
Kabar mengejutkan itu pertama diterima ayah korban, M Jusin, 65 tahun, dari Kepala Desa Bandar Padang. Jusin mendapat telepon yang mengabarkan bahwa anaknya ditemukan terluka cukup parah di dekat warung desa setempat malam itu. Tanpa banyak bicara, ayah korban langsung menuju lokasi setelah menerima informasi mengejutkan tersebut dari kepala desa.
Setiba di lokasi, Jusin melihat anaknya terbaring dengan luka menganga pada bagian samping kanan perut. Korban terlihat masih bernapas meski kondisi tubuhnya cukup lemah akibat kehilangan banyak darah. Warga kemudian membantu mengangkat korban menuju ambulans untuk dibawa ke Rumah Sakit Muizzah Belilas segera.
Dalam perjalanan menuju rumah sakit, suasana panik masih terasa pada keluarga korban dan warga sekitar lokasi kejadian. Korban terus mendapat pertolongan medis darurat agar kondisinya tetap stabil sebelum tiba di rumah sakit Belilas. Beberapa warga ikut mengantar ambulans sambil mencoba menenangkan keluarga korban sepanjang perjalanan malam tersebut.
Saat masih sadar di rumah sakit, korban sempat berbicara kepada ayahnya terkait pelaku. Menurut pengakuan keluarga, korban menyebut nama Marjoy alias Joy sebagai pelaku penikaman terhadap dirinya. Keterangan tersebut kemudian menjadi perhatian keluarga sebelum laporan resmi disampaikan ke kantor polisi setempat berikutnya.
Tidak menerima anaknya mengalami luka serius, Jusin langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Seberida setempat. Laporan dibuat agar kasus dugaan penikaman itu segera diproses sesuai hukum yang berlaku. Polisi kemudian menerima laporan keluarga korban dan mulai melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut sejak malam kejadian.
Kasi Humas Polres Indragiri Hulu, Aiptu Misran, membenarkan adanya laporan dugaan penikaman di Kecamatan Seberida tersebut. “Benar, laporan sudah diterima dan kasus ditangani Polsek Seberida,” ujar Aiptu Misran, Rabu, 20 Mei 2026. Polisi masih mengumpulkan keterangan terkait kronologi serta dugaan pelaku dalam kasus penikaman tersebut sampai hari ini.
Peristiwa itu membuat warga Desa Bandar Padang sempat ramai membicarakan kejadian penikaman yang cukup menghebohkan. Beberapa warga mengaku terkejut karena lokasi kejadian berada dekat warung yang biasa ramai dikunjungi masyarakat sekitar. Suasana desa mendadak berubah tegang setelah kabar korban bersimbah darah menyebar cepat menuju permukiman warga lainnya. R-02

