Nekat Lawan Arus Depan LAM Riau, Lima Remaja Pekanbaru Terkapar Tengah Malam!
Dua polisi lalulintas menunjuk dua sepeda motor yang bertabrakan di depan Gedung LAM Riau, Minggu dini hari. (ist)
RIAU, SabangMerauke News - Kecelakaan lalu lintas pecah di Jalan Diponegoro jalur timur di depan Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Kecamatan Sail, Kota Pekanbaru, Minggu dini hari, 10 Mei 2026. Dua sepeda motor Honda Beat bertabrakan keras setelah satu kendaraan melaju melawan arus saat kondisi jalan masih lengang. Lima remaja langsung terpental dan dilarikan menuju RS Bhayangkara Polda Riau akibat luka pada bagian kaki serta paha.
Benturan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB ketika suasana Pekanbaru masih diselimuti udara dingin dini hari. Lampu kendaraan memantul di aspal lurus Jalan Diponegoro sebelum tabrakan keras memecah ketenangan kawasan depan LAM Riau. Suara gesekan bodi motor dan teriakan korban membuat warga sekitar keluar menuju lokasi kejadian.
Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, AKP Satrio BW Wicaksana, mengungkap kronologi kecelakaan tersebut pada Minggu, 10 Mei 2026. Polisi menemukan satu motor bergerak dari arah selatan menuju utara menggunakan jalur berlawanan. Situasi itu kemudian berubah menjadi petaka dalam hitungan detik.
“Pengendara Honda Beat BM 6058 SAH melaju melawan arus sebelum bertabrakan dari arah berlawanan,” ujar AKP Satrio BW Wicaksana, Kasat Lantas Polresta Pekanbaru.
Motor Honda Beat BM 6058 SAH dikendarai Aditya Irawan, remaja berusia 16 tahun. Ia membawa dua penumpang sekaligus, yakni Raja Pasaribu berusia 13 tahun dan Rahmat Fadhli berusia 15 tahun. Ketiganya melaju di jalur timur Jalan Diponegoro menggunakan arah terlarang.
Dari arah berlawanan muncul Honda Beat BM 3623 TX yang dikendarai Firmansyah, berusia 17 tahun. Firmansyah saat itu membonceng Abdullah Khairul Azam berusia 15 tahun menuju arah berlawanan secara normal. Kedua kendaraan akhirnya bertemu dalam jarak pendek tanpa ruang untuk menghindar.
Benturan keras langsung menghantam bagian depan kedua sepeda motor tersebut. Bodi samping kendaraan ikut ringsek akibat tabrakan dalam kecepatan sedang. Pecahan plastik motor berserakan di atas aspal depan kawasan LAM Riau.
Firmansyah mengalami luka pada kaki kanan setelah tubuhnya terbentur keras ke jalan. Abdullah Khairul Azam juga mengalami lebam pada bagian kaki kanan akibat benturan. Sementara Aditya Irawan mengalami kondisi serupa dengan lebam pada kaki kanan.
Raja Pasaribu ikut mengalami luka lebam pada bagian kaki kanan setelah terjatuh dari motor. Rahmat Fadhli mengalami luka lebam pada bagian paha kanan akibat benturan saat kecelakaan berlangsung. Seluruh korban masih dalam kondisi sadar ketika petugas datang menuju lokasi kejadian.
“Semua korban mengalami luka ringan dan langsung dibawa menuju RS Bhayangkara Polda Riau,” kata Satrio BW Wicaksana.
Petugas kepolisian segera melakukan penanganan cepat di lokasi tabrakan tersebut. Arus lalu lintas sempat melambat karena warga berkerumun menyaksikan kondisi kendaraan korban. Polisi kemudian memasang tanda pengaman sambil mengevakuasi dua motor rusak berat.
Kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan cerah tanpa hujan maupun kabut tebal. Jalan Diponegoro jalur timur juga berada dalam kondisi lurus serta beraspal mulus. Namun, situasi jalan satu arah justru menjadi jebakan berbahaya akibat aksi melawan arus.
Polisi memperkirakan kerugian material akibat kecelakaan mencapai Rp3 juta. Kerusakan terlihat pada bagian depan motor serta bodi samping kendaraan korban. Lampu depan kedua motor juga hancur akibat benturan keras antarkendaraan.
Warga sekitar menyebut kawasan Jalan Diponegoro sering digunakan pengendara melawan arus saat malam hingga dini hari. Jalur satu arah tersebut dianggap lebih cepat menuju kawasan tertentu di Kota Pekanbaru. Kebiasaan berbahaya itu terus memunculkan ancaman kecelakaan setiap pekan.
“Jalan ini sering dipakai lawan arus saat malam karena kendaraan terlihat sepi,” ujar Rudi, warga sekitar lokasi kejadian.
Kecelakaan di depan LAM Riau tersebut kembali menjadi alarm keras bagi pengendara muda Kota Pekanbaru. Usia remaja para korban memperlihatkan tingginya risiko berkendara tanpa disiplin lalu lintas. Satu keputusan nekat melawan arus berubah menjadi petaka dalam hitungan detik. R-02

