Drama Ranjang Menantu Maut Riau, Nikahi Siri Eksekutor Demi Habisi Mertua Kaya di Rumbai
Anisa Florentina dan suami sirinya, Slamet, ditangkap polisi di Aceh Tengah. (ist)
RIAU, SabangMerauke News - Kasus pembunuhan sadis lansia Dumaris Boru Sitio di Rumbai akhirnya menemui titik terang. Aparat kepolisian berhasil membongkar skandal asmara gelap di balik aksi nekat menantu korban sendiri. Sosok Anisa Florensa menjadi otak perampokan maut yang mengguncang warga Pekanbaru bulan ini.
Direktur Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua, membeberkan kronologi asmara terlarang. Anisa Florensa ternyata sudah menjalin hubungan gelap dengan eksekutor berinisial Slamet cukup lama. Keduanya nekat melakukan pernikahan siri saat status Anisa masih istri sah anak korban.
Fakta ini menjadi titik penting dalam memahami motif serta pola perencanaan kejahatan tersebut. Anisa sebelumnya menikah secara resmi dengan anak korban bernama Arnol pada tahun 2022. Namun, hubungan rumah tangga itu tidak berjalan stabil dan berujung pada perpisahan tidak resmi.
Kisah cinta semrawut ini bermula ketika Anisa kabur ke Medan pada tahun 2023. Di perantauan tersebut, ia bekerja sebagai kasir spa dan bertemu dengan kekasih gelapnya. Meski pergi meninggalkan rumah suami, komunikasi dengan keluarga mertua tetap berjalan lancar.
Penyidik menemukan fakta bahwa tersangka masih rutin meminta uang nafkah kepada sang suami. Anak korban bernama Arnol tidak menyangka istrinya sedang merencanakan aksi kejahatan yang sangat keji. Anisa memanfaatkan kepercayaan keluarga untuk memetakan situasi rumah korban sebelum melakukan serangan maut.
"Tersangka atas nama AF yang merupakan menantu masih berhubungan dengan korban," ujar Hasyim Risahondua. Keterangan mengejutkan tersebut disampaikan kepada awak media pada hari Minggu, 3 Mei 2026. Polisi memastikan motif utama serangan berdarah ini murni perampokan yang sudah direncanakan matang.
Anisa Florensa datang ke Pekanbaru memboyong Slamet serta dua rekan komplotan lainnya. Mereka menggunakan mobil hitam saat menyambangi kediaman Dumaris Boru Sitio di Kecamatan Rumbai. Kamera pengawas merekam jelas detik-detik para pelaku masuk ke halaman rumah korban sore itu.
Visual CCTV menunjukkan Anisa yang mengenakan kaus hitam masuk lebih dahulu dengan penuh percaya diri. Ia tampak menyalami mertuanya dengan sopan, seolah tamu yang rindu akan keluarga lama. Suasana terlihat sangat normal tanpa ada kecurigaan sedikit pun dari wajah malang sang lansia.
Niat busuk segera muncul tepat setelah korban membukakan pintu rumah untuk para tamu. Slamet muncul dari arah belakang sambil membawa sebilah kayu balok berukuran cukup besar. Tanpa ampun, lelaki simpanan Anisa tersebut menghantamkan kayu ke kepala bagian belakang korban.
"Mereka memiliki hubungan dekat dan sudah menikah siri," kata Hasyim Risahondua, menjelaskan status pelaku. Pernyataan ini menegaskan adanya persekongkolan jahat antara istri sah Arnol dan suami sirinya. Kepolisian kini terus mendalami peran dua pelaku lain berinisial L dan E.
Dumaris Boru Sitio ditemukan pertama kali dalam kondisi bersimbah darah pada Rabu kemarin. Suami korban Salmon Mena sangat terpukul melihat belahan jiwanya tergeletak tak bernyawa lagi. Kehilangan ini terasa makin menyesakkan dada karena pelakunya orang dalam lingkaran keluarga sendiri.
Aparat kini sedang merangkai fakta untuk menjerat para pelaku dengan pasal pembunuhan berencana. Barang bukti berupa kayu balok serta rekaman digital sudah diamankan tim penyidik kepolisian. Anisa Florensa dan suami sirinya terancam hukuman maksimal akibat perbuatan sangat tidak manusiawi.
Kejahatan ini menjadi potret buram pengkhianatan dalam hubungan rumah tangga di tanah Riau. Masyarakat diminta lebih waspada meski terhadap orang yang memiliki status keluarga dekat sekalipun. Penanganan kasus terus berjalan guna memastikan semua pelaku mendapat ganjaran setimpal sesuai undang-undang. R-02

