Polisi Buru Eksekutor Sopir Truk Minyakita, Korban Ditemukan Tewas di Kabin Fuso
Polisi mengevakuasi jasad Hery Supardi yang tewas di kabin truk di Jalan SM Amin, Pekanbaru. (sumber: polresta pekanbaru)
RIAU, SabangMerauke News - Misteri kematian tragis Hery Supardi, sopir truk asal Jakarta Utara, mengguncang publik Kota Pekanbaru. Jasad pria malang ini ditemukan dalam kondisi sangat mengenaskan di dalam kabin truk fuso hijau. Polisi kini melakukan investigasi mendalam guna mengungkap dalang di balik aksi kekerasan keji tersebut.
Temuan mayat pada Minggu, 3 Mei 2026, bermula dari sinyal GPS armada yang mencurigakan. Mobil fuso bernomor polisi B 9080 UXQ terpantau berhenti lama di bengkel Jalan SM Amin. Petugas kepolisian segera mendatangi lokasi guna memastikan kondisi sopir yang mengangkut muatan penuh Minyakita.
Kondisi fisik korban saat ditemukan menunjukkan adanya tindakan kekerasan luar biasa dari pelaku misterius. Tangan korban ditarik ke belakang lalu diikat menggunakan lakban hitam secara sangat kuat. Bagian wajah juga tertutup rapat dengan lapisan koran demi menutupi penderitaan sang sopir malang.
Analisis foto tempat kejadian perkara memperlihatkan posisi korban meringkuk sempit di belakang kursi kemudi utama. Tali nilon berwarna putih melilit kuat pinggang hingga pundak untuk mengunci seluruh pergerakan tubuh. Pemandangan ini mempertegas dugaan adanya eksekusi terencana sebelum truk diparkir sengaja di area bengkel.
"Kondisi badan diikat tali dan bagian muka ditutup koran serta dilakban," kata AKP Anggi Rian, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Senin, 4 Mei 2026. Penjelasan ini menggambarkan betapa sadisnya perlakuan pelaku terhadap pekerja logistik yang sedang menjalankan tugas. Tim forensik telah mengevakuasi jasad korban guna keperluan otopsi lebih lanjut di rumah sakit.
Petugas kini sedang menyisir setiap sudut kabin truk Hino hijau yang menjadi saksi bisu. Jejak sidik jari pada kemudi menjadi kunci utama untuk memburu pelaku pengecut yang kabur. Dugaan perampokan muatan atau motif dendam pribadi masih menjadi teka-teki besar bagi penyidik kepolisian.
Warga sekitar bengkel mengaku tidak melihat aktivitas mencurigakan saat truk fuso memasuki area parkir. Suasana sunyi Jalan SM Amin nampaknya dimanfaatkan pelaku untuk meninggalkan korban dalam kondisi tak berdaya. Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap pekerja jalanan yang berjuang lintas daerah.
"Polresta Pekanbaru saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus dugaan tindak pidana ini," kata Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, Kabid Humas Polda Riau, Senin, 4 Mei 2026. Kepolisian terus mengumpulkan bukti serta keterangan saksi guna mengungkap motif gelap balik pembunuhan sadis. Harapan besar muncul agar titik terang segera hadir dari rekaman kamera pengawas sepanjang rute.
Drama berdarah dalam kabin truk hijau menjadi pengingat keras tentang risiko profesi sopir logistik. Pelaku yang bertindak sangat profesional mengikat korban kini menjadi target operasi utama tim buser. Semoga keadilan segera tegak bagi keluarga Hery Supardi yang menunggu kepulangan jasad di Jakarta.

