Konflik Timur Tengah Bakar Rupiah, Dolar AS Hampir Tembus Rp18.000
Ilustrasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. (sumber: istimewa)
JAKARTA, SabangMerauke News – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah signifikan pada Senin pagi, 20 Juli 2026. Pencatatan awal menunjukkan angka Rp17.977 per satu dolar AS. Angka ini turun 56 poin atau 0,31 persen dari penutupan sebelumnya.
Bahkan pada sesi perdagangan selanjutnya, pelemahan makin dalam. Rupiah tercatat di posisi Rp17.994 per dolar AS. Ini berarti merosot 73 poin atau setara 0,41 persen dari hari Jumat.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menjelaskan pemicu utamanya. "Pelemahan berjalan seiring ketegangan militer antara AS dan Iran," katanya. "Kenaikan harga minyak dan penguatan dolar ikut memperberat tekanan," tambahnya.
Komando Pusat Militer AS atau CENTCOM baru saja umumkan serangan baru. Sasaran serangan adalah kemampuan militer Iran di kawasan Selat Hormuz. Tujuannya melumpuhkan ancaman terhadap pelayaran kapal komersial internasional.
Pihak Iran tak tinggal diam dan membalas dengan serangan drone besar. Dua lokasi militer AS di Kuwait menjadi sasaran utama serangan. Gudang amunisi dan sistem pertahanan udara mengalami kerusakan akibat serangan itu.
Kondisi ini mendorong indeks dolar AS menguat di tingkat tinggi. Harga minyak dunia pun terpantau naik tajam akibat risiko pasokan. Sebagian besar mata uang Asia ikut tertekan di bawah bayang-bayang ketidakpastian.
Peso Filipina turun 0,16 persen, namun beberapa mata uang lain bergerak variatif. Yuan China naik tipis 0,03 persen, ringgit Malaysia menguat 0,21 persen. Won Korea Selatan menjadi yang terkuat dengan kenaikan 0,33 persen.
Di sisi domestik, pelaku pasar menanti keputusan kebijakan moneter. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia digelar pada Rabu (22/7) nanti. Prediksi beredar suku bunga acuan akan dinaikkan menjadi 6 persen.
"Kenaikan ini antisipasi inflasi, pelemahan rupiah, dan ketidakstabilan pasar," ujar Rully. "Lembaga pemeringkat global juga menjadi pertimbangan penting dalam keputusan ini," jelasnya.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menyampaikan pandangan senada. "Tensi Timur Tengah tetap jadi beban berat bagi pergerakan rupiah saat ini," ujarnya. "Namun aliran dana asing ke saham dan SBN menahan pelemahan tak terlalu jauh," tambahnya.
Lukman memproyeksikan kisaran perdagangan hari ini di angka Rp17.900 hingga Rp18.050. Dukungan arus masuk modal asing menjadi penahan paling kuat. Meski begitu risiko geopolitik masih bisa mengubah arah sewaktu-waktu. R-02

