PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan
Kondisi lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir Darkhovin usai dibom AS. (sumber: Reuters)
JAKARTA, SabangMerauke News – Pemerintah Iran mengancam melancarkan balasan setimpal atas serangan Amerika Serikat. Sasaran serangan adalah lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir Darkhovin. Fasilitas itu terletak di Provinsi Khuzestan, bagian selatan Iran tak jauh perbatasan Irak.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyampaikan pernyataan resmi pada Minggu 19 Juli 2026. Ia menegaskan serangan itu menyasar infrastruktur damai negara. Seluruh risiko dampak buruk dibebankan kepada pihak Amerika Serikat.
"Serangan AS terhadap proyek pembangkit nuklir Darkhovin merupakan serangan berbahaya terhadap infrastruktur damai milik Iran," ujar Gharibabadi kepada kantor berita IRIB.
"Amerika Serikat memikul tanggung jawab penuh atas konsekuensi meningkatnya ketidakamanan dan ketidakstabilan ini," tambahnya.
Pihak Iran mengecam keras tindakan agresi militer tersebut. Mereka tidak akan tinggal diam atas pelanggaran kedaulatan wilayah. Langkah pertahanan kepentingan nasional segera disiapkan.
"Iran akan mengambil langkah-langkah setimpal untuk membela kepentingan nasional dan keamanan negara," tegas Gharibabadi dalam unggahan di platform X.
Organisasi Energi Atom Iran telah mengonfirmasi kejadian serangan tersebut. Beberapa proyektil diduga diluncurkan pasukan AS menghantam lokasi. Serangan terjadi tepat pukul 03.39 waktu setempat.
Pembangunan fasilitas nuklir ini baru dimulai sejak tahun 2022. Lokasi masih berupa lahan dengan tahap konstruksi yang sangat awal. Belum ada peralatan utama yang terpasang di kawasan itu.
Badan Energi Atom Internasional atau IAEA turut merespons laporan serangan. Lembaga di bawah naungan PBB ini sedang mendalami rincian kejadian. Tim penyelidik menyiapkan data terakhir kunjungan ke lokasi.
"Fasilitas tersebut berada pada tahap awal pembangunan dan tidak mengandung material nuklir saat terakhir kali dikunjungi IAEA," bunyi pernyataan resmi lembaga itu.
Karena belum ada bahan nuklir di lokasi, risiko radiasi dinilai sangat kecil. Serangan kemungkinan besar tidak memicu bahaya kontaminasi lingkungan. Namun dampak ketegangan politik tetap terasa sangat luas.
Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi mengeluarkan seruan tegas. Semua pihak harus menahan diri dari aksi militer di sekitar fasilitas nuklir. Keselamatan kawasan nuklir menjadi tanggung jawab seluruh pihak berkonflik.
Ketegangan ini muncul di tengah upaya perdamaian yang belum tuntas. Kedua negara sempat menandatangani kesepahaman damai pada Juni lalu. Perjanjian itu dimediasi oleh Pakistan guna menghentikan permusuhan.
Kesepakatan mencakup pembicaraan perjanjian damai yang lebih permanen. Namun serangan ini membuktikan belum ada kepercayaan yang terbangun. Saling tuduh dan serangan balas masih terus berulang.
Pola konflik yang berjalan belakangan ini cukup berbahaya. AS melancarkan serangan ke wilayah Iran, lalu dibalas seketika. Iran menyerang pangkalan militer sekutu AS di negara tetangga.
Serangan balasan Iran kerap menyasar fasilitas sipil dan pelabuhan. Infrastruktur vital di negara Teluk ikut terancam bahaya. Stabilitas energi dunia pun ikut terguncang hebat.
Harga minyak dunia sempat melonjak tajam pasca kejadian serangan ini. Pasar mencatat kenaikan signifikan di awal pekan perdagangan. Pelaku usaha khawatir jalur pelayaran Selat Hormuz kembali terganggu.
Sumber keamanan wilayah menyatakan serangan ke lokasi nuklir damai adalah langkah berisiko. Hal ini bisa memicu eskalasi yang tak terduga arahnya. Kesepakatan pengendalian senjata bisa terancam bubar sepenuhnya.
Pihak berwenang di Iran kini memeriksa kerusakan lokasi proyek. Beberapa bangunan sementara dilaporkan hancur terkena proyektil. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan di lokasi kejadian.
Kawasan Khuzestan sendiri merupakan pusat energi penting Iran. Selain proyek nuklir, terdapat ladang minyak dan kilang pengolahan. Serangan di sini berdampak langsung pada ekonomi negara.
Sampai saat ini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat. Komando Pusat AS juga belum merilis keterangan terkait operasi ini. Pihak berwenang masih menahan diri dari pernyataan publik.
Pengamat keamanan internasional menilai situasi kini berada di ambang batas. Kesalahan langkah kecil bisa mengubah konflik menjadi perang terbuka. Jalur diplomasi semakin sempit dan sulit ditembus.
Keluarga pekerja proyek nuklir menyampaikan kekhawatiran mendalam. Mereka berharap lokasi kerja tidak lagi jadi sasaran. Keselamatan warga sipil harus menjadi prioritas utama.
Pemerintah daerah Khuzestan berkoordinasi dengan pusat keamanan. Mereka memantau kemungkinan pergerakan militer di wilayah perbatasan. Warga diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi.
IAEA berjanji akan terus memantau perkembangan situasi secara ketat. Setiap indikasi bahaya akan segera disampaikan ke seluruh dunia. Keselamatan fasilitas nuklir damai menjadi kepentingan bersama umat manusia. R-02

