Kapolda Riau Ganti Enam Pejabat Sekaligus, Pesan Tegas Langsung Menggema
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memimpin serah terima jabatan Dirintelkam, Kabid Humas, hingga 4 kapolres. (sumber: istimewa)
RIAU, SabangMerauke News – Polda Riau melakukan rotasi besar pada jajaran pimpinan. Enam jabatan strategis resmi berganti dalam satu upacara. Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memimpin langsung prosesi tersebut.
Upacara berlangsung di Aula Tribrata Mapolda Riau, Senin. Seluruh pejabat utama Polda Riau menghadiri kegiatan tersebut. Wakapolda Brigjen Pol Hengki Haryadi turut mendampingi jalannya acara.
Rotasi meliputi Direktur Intelijen dan Keamanan Polda Riau. Jabatan Kabid Humas juga mengalami pergantian. Empat kursi kapolres ikut bergeser dalam mutasi kali ini.
Prosesi diawali dengan pelepasan tanda jabatan pejabat lama. Selanjutnya dilakukan pemasangan tanda jabatan kepada pejabat baru. Seluruh pejabat kemudian mengucapkan sumpah jabatan.
Penandatanganan berita acara menjadi penutup prosesi resmi. Pakta integritas juga ditandatangani seluruh pejabat baru. Langkah itu menegaskan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab.
Dalam arahannya, Kapolda menekankan makna mutasi organisasi. Pergantian jabatan disebut bagian pembinaan karier personel. Rotasi juga bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.
"Mutasi merupakan dinamika organisasi untuk meningkatkan kinerja," ujar Irjen Herry Heryawan. Menurutnya, penyegaran organisasi diperlukan menghadapi tantangan baru. Adaptasi cepat menjadi tuntutan setiap pejabat.
Kapolda meminta pejabat baru segera memahami wilayah kerja. Karakteristik daerah harus dipelajari secara menyeluruh. Pendekatan kepada masyarakat juga harus diperkuat.
Irjen Herry menegaskan kepercayaan publik tidak boleh tercederai. Integritas disebut sebagai modal utama institusi kepolisian. Nilai tersebut harus dijaga dalam setiap pelayanan.
"Jaga integritas dan kepercayaan masyarakat," tegas Herry. Ia meminta pelayanan Presisi terus diperkuat. Profesionalisme harus terlihat melalui tindakan nyata.
Pergantian pertama terjadi pada Direktorat Intelijen dan Keamanan. Kombes Wimboko menyerahkan jabatan kepada Kombes Dwi Mulyanto. Posisi itu memiliki peran penting menjaga stabilitas keamanan daerah.
Perubahan juga terjadi pada Bidang Hubungan Masyarakat. Kombes Zahwani Pandra Arsyad digantikan Kombes Akmadi. Bidang humas menjadi garda komunikasi institusi kepada masyarakat.
Di wilayah Dumai, kepemimpinan turut berganti. AKBP Angga Herlambang menyerahkan jabatan kepada AKBP Fatikh Dedy Setyawan. Tongkat komando resmi berpindah melalui prosesi sertijab.
Rotasi juga menyentuh Polres Rokan Hilir. AKBP Isa Imam Syahroni digantikan AKBP Aldi Alfa Faroqi. Pergantian dilakukan dalam rangka penyegaran organisasi.
Perubahan berlanjut di Polres Kepulauan Meranti. AKBP Aldi Alfa Faroqi menyerahkan jabatan kepada AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita. Mutasi tersebut menjadi bagian rangkaian rotasi serentak.
Sementara itu, Polres Indragiri Hilir juga memiliki pemimpin baru. AKBP Farouk Oktora menyerahkan jabatan kepada AKBP Donny Eko Listianto. Pergantian berlangsung dalam prosesi yang sama.
Kapolda berharap seluruh pejabat segera bekerja efektif. Program pelayanan masyarakat diminta berjalan tanpa hambatan. Koordinasi internal juga harus diperkuat sejak awal bertugas.
Menurut Herry, tantangan kepolisian terus berkembang. Kejahatan kini bergerak semakin kompleks dan dinamis. Kepemimpinan adaptif menjadi kebutuhan utama organisasi.
Ia mengingatkan setiap pejabat menjaga etika profesi. Keputusan harus berpihak kepada kepentingan masyarakat. Transparansi juga wajib diterapkan dalam setiap pelayanan.
Rotasi jabatan bukan sekadar pergantian nama. Pergantian itu membawa target baru bagi organisasi. Masyarakat menunggu pelayanan yang semakin cepat dan profesional.
Bagi Polda Riau, sertijab kali ini menandai fase berikutnya. Kepemimpinan baru kini memikul tanggung jawab besar. Integritas dan kepercayaan publik menjadi ukuran keberhasilan mereka. R-02

