Dua Kali Lolos, Aksi Ketiga Jadi Petaka! Pembobol Alfamart Diciduk Saat Beraksi
Seorang pria berinisial MF tertangkap basah ketika mencuri di gerai Alfamart. (sumber: istimewa)
RIAU, SabangMerauke News - Kasus pencurian toko modern kembali terjadi di Pekanbaru. Seorang pria berinisial MF ditangkap Polsek Binawidya. Pelaku diduga berulang kali membobol gerai Alfamart. Penangkapan berlangsung saat aksi pencurian ketiga dijalankan.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga sekitar. Pelaku sebelumnya disebut berhasil lolos dua kali. Salah satu sasaran berada di Jalan Rajawali Sakti. Kerugian toko pun terus bertambah dari waktu ke waktu.
Penyelidikan bermula dari laporan pihak toko. Laporan tersebut diterima polisi pada Minggu, 3 Mei 2026. Pegawai menemukan sejumlah barang yang hilang dari rak. Kondisi itu memicu penyelidikan lebih lanjut.
"Pada kejadian pertama, korban melaporkan kehilangan barang di toko," kata Ipda Herman Zamroni, Kanit Reskrim Polsek Binawidya, Rabu, 3 Juni 2026. Polisi langsung bergerak mengumpulkan informasi. Berbagai petunjuk mulai dianalisis secara mendalam.
Tim penyidik kemudian memeriksa rekaman CCTV. Kamera pengawas merekam aktivitas mencurigakan pelaku. Dari rekaman tersebut, ciri-ciri pelaku berhasil dikenali. Polisi mulai memetakan pergerakan yang bersangkutan.
Saat proses penyelidikan berlangsung, informasi baru masuk. Polisi menerima kabar bahwa pelaku kembali muncul. Lokasi yang menjadi sasaran masih gerai yang sama. Tim langsung bergerak menuju tempat kejadian.
Kali ini keberuntungan tidak berpihak kepada MF. Polisi berhasil menemukan pelaku di lokasi. Penangkapan dilakukan ketika aksi pencurian berlangsung. Pelaku tidak sempat melarikan diri dari toko.
"Iya, tertangkap tangan saat aksi ketiga," ujar Ipda Herman Zamroni. Dua aksi sebelumnya berhasil dilakukan pelaku. Aksi ketiga justru menjadi akhir pelariannya. Polisi langsung membawanya ke kantor untuk pemeriksaan.
Suasana toko yang biasanya ramai mendadak menjadi perhatian. Pegawai dan warga sekitar menyaksikan penangkapan tersebut. Polisi mengamankan pelaku tanpa perlawanan berarti. Situasi tetap terkendali selama proses berlangsung.
Di ruang pemeriksaan, MF menjalani interogasi intensif. Penyidik menunjukkan rekaman CCTV hasil penyelidikan. Pelaku akhirnya mengakui perbuatannya kepada polisi. Pengakuan itu memperkuat bukti yang sudah dikumpulkan.
"Yang bersangkutan mengakui perbuatannya sesuai rekaman CCTV," kata Ipda Herman Zamroni. Polisi kemudian melakukan pengembangan kasus. Pencarian barang hasil curian segera dilakukan. Sejumlah barang berhasil ditemukan kembali.
Daftar barang sitaan cukup beragam dan menarik perhatian. Polisi menemukan 10 bungkus cokelat SilverQueen. Sebanyak 51 bungkus rokok berbagai merek turut diamankan. Barang lain juga ditemukan dalam jumlah yang cukup banyak.
Lima botol parfum masuk daftar barang bukti. Sabun pembersih wajah juga berhasil ditemukan polisi. Semprotan rambut ikut diamankan sebagai hasil pengembangan. Alat pencukur kumis dan baterai turut disita.
Barang-barang tersebut diduga berasal dari aksi pencurian. Polisi masih mencocokkan seluruh barang dengan laporan korban. Pendataan dilakukan untuk memastikan jumlah kerugian. Proses penyidikan terus berjalan hingga saat ini.
Kasus ini menunjukkan pentingnya rekaman CCTV. Kamera pengawas membantu mengungkap identitas pelaku. Gerak-gerik yang terekam menjadi petunjuk utama. Polisi akhirnya mampu menyusun pola aksi pelaku.
MF saat ini masih menjalani proses hukum. Penyidik terus mendalami kemungkinan lokasi lain. Tidak tertutup kemungkinan ada toko tambahan yang menjadi sasaran. Pendalaman dilakukan untuk mengungkap seluruh rangkaian aksi.
Polsek Binawidya juga mengumpulkan informasi tambahan. Keterangan saksi terus diperiksa secara bertahap. Setiap petunjuk baru akan dianalisis kembali. Tujuannya untuk memperjelas seluruh peristiwa yang terjadi.
Kisah ini berakhir berbeda dari dua aksi sebelumnya. Pelaku yang sempat lolos akhirnya tertangkap. Kesalahan terbesar muncul saat kembali ke lokasi. Polisi yang sudah menunggu bergerak lebih cepat.
Aksi ketiga yang diharapkan membawa keuntungan justru berubah menjadi petaka. Dari rak toko hingga ruang pemeriksaan, perjalanan pelaku berakhir singkat. Kini kasus tersebut berada di tangan penyidik. Proses hukum selanjutnya akan menentukan nasib MF. R-02

