Razia Lapas Temukan Banyak Barang Mencurigakan, Dugaan Permainan Oknum Sipir Menguat
Sejumlah barang sitaan petugas ketika merazia sel tahanan di Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Kamis, 28 Mei 2026. (ist)
RIAU, SabangMerauke News - Suasana di Lapas Kelas IIA Pekanbaru mendadak riuh pada Kamis malam, 28 Mei 2026. Petugas gabungan menyisir setiap blok tahanan mencari narkoba dan barang terlarang di kamar para narapidana. Hasilnya bikin geleng kepala. Handphone hingga pisau rakitan ditemukan tersembunyi dalam sel tahanan.
Langkah sepatu aparat terdengar bergema memasuki lorong lapas saat sebagian penghuni mulai terbangun malam itu. Petugas bergerak cepat membuka kamar demi kamar sambil memeriksa sudut sempit area hunian narapidana tersebut. Beberapa tahanan hanya terdiam ketika penggeledahan berlangsung ketat hingga menjelang dini hari di Pekanbaru.
Razia malam itu melibatkan petugas Kanwil Ditjen PAS Riau bersama aparat gabungan bersenjata lengkap di lapas. Personel Polresta Pekanbaru, Brimob, TNI dan petugas internal ikut berjaga sepanjang proses pemeriksaan berlangsung malam itu. Suasana sempat tegang ketika petugas mulai menemukan barang mencurigakan di balik tumpukan perlengkapan tahanan.
Kepala Kanwil Ditjen PAS Riau, Maizar, mengatakan razia digelar menindaklanjuti program pemberantasan narkoba di lapas. Program tersebut juga menyasar praktik penipuan dan komunikasi ilegal dari balik jeruji rumah tahanan Indonesia. Petugas diminta memastikan tidak ada barang berbahaya tersimpan dalam kamar hunian warga binaan Lapas Pekanbaru.
“Dari hasil razia malam ini, narkoba negatif, namun ditemukan handphone dan barang berbahaya lainnya,” ujar Maizar. Petugas menemukan tiga unit handphone tersembunyi bersama benda tajam dalam area blok hunian narapidana malam itu. Barang sitaan langsung dikumpulkan petugas guna mencegah gangguan keamanan dalam lingkungan lapas tersebut.
Temuan barang terlarang malam itu jumlahnya cukup banyak sehingga membuat petugas bekerja ekstra melakukan pendataan. Sebanyak 17 pisau rakitan ditemukan bersama 14 gunting dan sembilan silet dalam berbagai bentuk sederhana. Petugas juga menyita 21 pecahan kaca, 27 paku dan 19 jarum dari beberapa kamar tahanan.
Bukan cuma benda tajam, petugas juga menemukan berbagai barang elektronik dalam kamar para penghuni lapas tersebut. Sebanyak 17 kabel rakitan, tiga charger handphone dan enam kipas angin rusak ikut diamankan petugas razia. Dua puluh dua sendok besi, 25 potongan besi serta tujuh sekrup juga ditemukan malam itu.
Barang-barang tersebut ternyata disimpan dengan cara yang cukup rapi agar sulit ditemukan saat pemeriksaan rutin berlangsung sebelumnya. Petugas harus membongkar ember, tumpukan pakaian hingga sudut lemari dalam kamar tahanan penghuni lapas Pekanbaru. Beberapa barang bahkan diselipkan dekat jemuran dan tempat air minum agar terlihat seperti perlengkapan biasa.
“Ada barang disimpan dalam ember, lemari, jemuran sampai tempat air minum,” kata Plh Kalapas Kelas IIA Pekanbaru, Yusup. Petugas terus memeriksa seluruh sudut ruangan demi memastikan tidak ada benda berbahaya tertinggal dalam blok. Razia dilakukan menyeluruh mulai Blok A hingga Blok F, termasuk Blok Tindak Pidana Korupsi atau Tipikor.
Yusup menyebut total 67 petugas lapas ikut turun melakukan penggeledahan malam. Aparat gabungan membantu pengamanan agar razia berjalan aman tanpa gangguan dari penghuni kamar tahanan saat pemeriksaan. Seluruh penghuni diminta tetap tenang selama petugas menyisir area blok satu per satu hingga selesai.
Temuan handphone kembali menjadi perhatian serius jajaran pemasyarakatan wilayah Riau beberapa waktu terakhir ini. Barang elektronik tersebut dinilai rawan dipakai untuk menjalankan komunikasi ilegal hingga penipuan dari dalam lapas tahanan. Masalah itu terus muncul meski pengawasan dan razia rutin sering dilakukan di berbagai rumah tahanan Indonesia.
Maizar mengaku peredaran handphone dalam lapas masih menjadi pekerjaan berat jajaran pemasyarakatan hingga sekarang berjalan. Ia juga tidak menampik kemungkinan adanya jalur penyelundupan yang melibatkan oknum tertentu dalam lingkungan lapas tersebut. Pernyataan itu langsung memancing perhatian karena isu permainan dalam penjara sering muncul belakangan ini.
“Bisa saja masuk lewat got, makanan atau oknum petugas,” ujar Maizar. Namun, Maizar mengaku belum memiliki bukti kuat terkait siapa saja oknum yang diduga ikut bermain. Pemeriksaan internal tetap dilakukan guna menutup celah masuknya barang terlarang menuju area blok tahanan lapas.
Menurut Maizar, alasan klasik sering muncul setiap handphone ditemukan saat razia kamar warga binaan berlangsung malam. Penghuni lapas biasanya mengaku barang tersebut milik narapidana lain yang segera bebas dalam waktu dekat. Jawaban seperti itu hampir selalu terdengar setiap razia besar dilakukan petugas pemasyarakatan wilayah Riau.
Razia serentak tersebut merupakan instruksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan seluruh Indonesia hingga pekan depan berlangsung. Setiap lapas dan rumah tahanan diminta memperketatkan pengawasan terhadap narkoba serta barang berbahaya dalam sel. Langkah itu dilakukan guna menjaga keamanan sekaligus memutus komunikasi ilegal dari balik jeruji penjara Indonesia.
Petugas kini mulai memperkuat pemeriksaan barang bawaan menggunakan metal detector di area pintu masuk Lapas Pekanbaru. Pengawasan terhadap petugas dan penghuni juga diperketat guna mencegah penyelundupan barang terlarang kembali terulang nanti. Razia malam itu menjadi pengingat bahwa perang melawan barang ilegal dalam lapas masih terus berjalan panjang. R-02

