Pesta Narkoba Malam di Pekanbaru Berakhir Panik, BNN Ungkap Nasib Anak Bupati dan Selebgram
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Muharman Arta, dalam konferensi pers pada Selasa, 31 Maret 2026. (ist)
RIAU, SabangMerauke News - Suasana sebuah tempat hiburan malam di pusat Pekanbaru awalnya meriah dengan lampu remang dan dentuman musik keras, mendadak berubah. Sejumlah aparat gabungan masuk melakukan razia sekitar pukul dua pagi, Minggu, 24 Mei 2026.
Beberapa pengunjung terlihat panik ketika petugas mulai memeriksa isi ruangan hiburan malam tersebut. Musik dimatikan. Aparat bergerak memeriksa pengunjung satu per satu. Dari room tersebut, sebanyak 13 orang langsung diamankan bersama dugaan barang bukti narkotika.
Razia dilakukan tim gabungan yang terdiri dari Pom TNI AD, Pom TNI AU, dan Propam Polda Riau. Petugas kemudian menghubungi Satresnarkoba Polresta Pekanbaru setelah menemukan dugaan penyalahgunaan narkotika di lokasi hiburan. Tidak lama berselang, aparat kepolisian datang melanjutkan pemeriksaan di tempat kejadian perkara.
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Muharman Arta, mengatakan razia berlangsung sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari. Saat pemeriksaan dilakukan, petugas menemukan dugaan narkotika beserta sejumlah barang bukti lainnya lokasi hiburan. Dari situ, 13 pengunjung langsung diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut aparat kepolisian Pekanbaru.
“Ditemukan dugaan penyalahgunaan narkotika beserta barang buktinya dalam salah satu room THM,” ujar Muharman, Selasa, 26 Mei 2026. Apalagi, beberapa nama yang diamankan dikenal cukup populer dalam lingkungan sosial Kota Pekanbaru sekarang.
Sebanyak delapan laki-laki dan lima perempuan ikut diamankan dalam razia malam yang cukup menegangkan tersebut.Mereka berasal dari Pekanbaru, Kampar, hingga Pelalawan dengan latar belakang sosial berbeda-beda saat ini. Nama-nama yang diamankan masing-masing berinisial KS, RR, GSA, PT, AF, MAY, FTR, IMF, MA, NR, SAP, SA dan ALS.
Nama AF langsung menyita perhatian karena disebut sebagai anak seorang kepala daerah di Riau. Sementara SA dikenal cukup aktif sebagai selebgram lokal dengan pengikut media sosial yang cukup banyak. Dua nama itu kemudian ramai dibicarakan netizen beberapa jam setelah kabar razia mulai tersebar.
Tidak hanya memeriksa ruang hiburan malam, aparat juga menggeledah kendaraan salah satu pengunjung yang diamankan. Dari dalam mobil tersebut, petugas menemukan tambahan barang bukti yang diduga berkaitan dengan kasus narkotika tersebut. Seluruh barang bukti kemudian dibawa untuk pemeriksaan laboratorium bersama proses penyelidikan lanjutan.
“Hasil penindakan lanjutan menemukan barang bukti tambahan dalam kendaraan pengunjung,” kata Muharman. Setelah diamankan, seluruh peserta langsung menjalani tes urine di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru. Hasil pemeriksaan membuat suasana kasus semakin panas karena semuanya dinyatakan positif narkoba.
Kasus ini lalu dilimpahkan ke asesmen terpadu Badan Narkotika Nasional Kota Pekanbaru beberapa hari terakhir. Tim asesmen bekerja memeriksa kondisi hukum dan medis peserta yang diamankan. Hasil pemeriksaan akhirnya menentukan siapa yang menjalani rehabilitasi dan siapa yang melanjutkan proses penyidikan pidana.
Kepala BNN Kota Pekanbaru, Kombes Wawan, mengatakan asesmen melibatkan unsur hukum serta tenaga medis. Tim hukum terdiri dari penyidik kepolisian, penyidik BNN, serta jaksa Kejari Pekanbaru dalam pemeriksaan. Mereka mendalami kemungkinan keterlibatan peserta dalam jaringan peredaran narkotika yang lebih luas.
“Hasil asesmen menentukan apakah lanjut penyidikan atau rehabilitasi,” ujar Wawan. Dari hasil pemeriksaan, satu orang akhirnya diputuskan untuk lanjut menuju tahap penyidikan kasus narkotika tersebut. Orang tersebut berinisial FR setelah ditemukan barang bukti ganja serta etomidat yang cukup besar.
FR diketahui memiliki ganja hampir sepuluh gram serta etomidat dalam jumlah yang cukup mencurigakan saat pemeriksaan. Jumlah tersebut melewati batas pengguna sesuai ketentuan Surat Edaran Mahkamah Agung yang berlaku sekarang. Karena itu, proses hukumnya dilanjutkan menuju tahap penyidikan lebih dalam di aparat kepolisian Pekanbaru.
“Barang buktinya melebihi ketentuan sehingga prosesnya lanjut penyidikan,” jelas Wawan. BNN juga menduga FR menjadi sosok yang memberikan etomidate kepada peserta lain malam tersebut. Dugaan itu masih terus didalami penyidik guna mengungkap kemungkinan jaringan lebih luas nantinya.
Sementara MAY yang membawa ganja sekitar satu gram tidak lanjut menuju proses penyidikan pidana. Namun, hasil asesmen menunjukkan MAY masuk kategori pengguna berat sehingga wajib menjalani rehabilitasi rawat inap. BNN merekomendasikan rehabilitasi selama tiga bulan pada fasilitas pemerintah ataupun lembaga rehabilitasi swasta.
“Kalau rehabilitasi milik BNN, layanan itu gratis,” ujar Wawan. Sedangkan sebelas peserta lainnya direkomendasikan menjalani rehabilitasi rawat jalan beberapa kali pertemuan rehabilitasi. Program tersebut dijalankan melalui BNN Kota Pekanbaru maupun BNN Provinsi Riau secara berkala.
AF dan SA termasuk peserta yang direkomendasikan menjalani rehabilitasi rawat jalan hasil asesmen terbaru. Meski tidak lanjut penyidikan, nama keduanya tetap menjadi sorotan luas di media sosial beberapa hari terakhir. Warga Pekanbaru ramai memperbincangkan kasus tersebut sejak identitas inisial mulai tersebar di publik.
Menariknya, beberapa peserta perempuan mengaku tidak sadar zat yang dikonsumsi termasuk kategori narkotika berbahaya. Mereka mengira zat tersebut hanya bagian hiburan malam biasa tanpa efek berisiko bagi tubuh pengguna. Baru setelah mengalami pusing, mereka mulai curiga ada sesuatu yang berbeda dari zat yang dikonsumsi malam itu.
“Ada yang mengaku baru pertama memakai dan tidak tahu itu narkoba,” ujar Wawan. Pengakuan tersebut menjadi perhatian penting dalam proses rehabilitasi peserta kategori pengguna ringan saat ini. BNN menilai edukasi bahaya narkoba masih menjadi pekerjaan panjang di lingkungan anak muda perkotaan sekarang.
Kini penyidik masih mendalami kemungkinan adanya jaringan lain dalam kasus dugaan pesta narkoba tersebut. Razia tempat hiburan malam juga dipastikan terus berjalan menghadapi maraknya penyalahgunaan narkotika di Pekanbaru sekarang. Sementara publik masih menunggu bagaimana kasus yang menyeret nama populer tersebut berkembang selanjutnya. R-02

