Tahanan Pencurian Kabur dari Rutan Pekanbaru Saat Magrib, Petugas Langsung Panik
Ilustrasi penjara Rutan IA Pekanbaru. Foto: SM News/Created by AI
RIAU, SabangMerauke News - Rutan Kelas IA Pekanbaru mendadak geger setelah seorang tahanan kasus pencurian kabur menjelang magrib, Minggu, 24 Mei 2026. Tahanan bernama Nasriyatno alias Cili diduga melompati pagar dan tembok pengamanan sebelum menghilang dari area rutan. Peristiwa itu langsung memicu pengejaran besar-besaran melibatkan petugas rutan bersama aparat kepolisian.
Suasana rutan berubah tegang ketika petugas menyadari satu warga binaan tidak lagi berada dalam pengawasan. Langkah pencarian langsung dilakukan menuju sudut-sudut bangunan hingga area sekitar rutan. Namun, tahanan tersebut lebih dulu lenyap saat langit mulai gelap menjelang waktu berbuka.
Kepala Rutan Kelas IA Pekanbaru, Erwin Siregar, membenarkan insiden pelarian tersebut pada Senin, 25 Mei 2026. Ia mengatakan tim gabungan masih bergerak melakukan pengejaran intensif bersama jajaran Polres dan Polsek setempat. Fokus utama petugas kini tertuju pada pencarian Nasriyatno alias Cili.
“Untuk informasi awal, yang bersangkutan atas nama Nasriyatno alias Cili dengan perkara pencurian,” kata Erwin Siregar, Kepala Rutan Kelas IA Pekanbaru, Senin, 25 Mei 2026. “Saat ini proses pengejaran masih berlangsung bersama tim Polres dan Polsek,” lanjutnya.
Berdasarkan informasi sementara, pelarian terjadi ketika situasi rutan memasuki pergantian aktivitas menjelang magrib. Momen tersebut diduga dimanfaatkan tahanan untuk mencari celah pengamanan sebelum melompat pagar tinggi. Aksi itu berlangsung cepat sehingga membuat petugas terlambat menyadari pergerakan pelaku.
Petugas menduga Nasriyatno sudah mempelajari kondisi sekitar sebelum mencoba kabur dari area tahanan. Jalur pelarian disebut melewati pagar dan tembok kantor rutan saat suasana mulai sibuk. Kondisi pencahayaan menjelang malam juga membuat pengawasan tidak maksimal pada beberapa titik tertentu.
“Kronologinya dilakukan dengan cara melompati pagar dan tembok kantor menjelang magrib,” ujar Erwin Siregar. Ia belum menjelaskan detail jalur pelarian karena proses pemeriksaan internal masih berjalan. Petugas kini memeriksa sejumlah titik pengamanan dan rekaman kamera pengawas.
Kabar tahanan kabur langsung menyebar cepat ke masyarakat sekitar Pekanbaru sejak Minggu malam. Banyak warga mendadak membicarakan insiden tersebut melalui media sosial dan grup percakapan daring. Nama Nasriyatno alias Cili bahkan ramai disebut dalam berbagai unggahan lokal sepanjang malam.
Situasi itu membuat aparat bergerak lebih cepat mengantisipasi kemungkinan tahanan bersembunyi di kawasan padat penduduk. Polisi bersama petugas rutan menyisir sejumlah lokasi yang diduga memiliki hubungan dengan pelaku. Beberapa jalur keluar kota juga mulai dipantau lebih ketat.
Hingga Senin malam, proses pengejaran masih terus dilakukan tanpa henti. Petugas belum memberikan informasi tambahan mengenai posisi terakhir tahanan tersebut. “Untuk sementara, fokus utama masih pengejaran,” tegas Erwin Siregar singkat.
Insiden tahanan kabur seperti ini selalu memancing perhatian besar masyarakat Pekanbaru. Banyak warga menilai kejadian tersebut menunjukkan masih adanya celah pengamanan dalam sistem rutan. Apalagi pelarian dilakukan saat aktivitas pergantian waktu menjelang magrib berlangsung sibuk.
Beberapa warga sekitar mengaku sempat melihat pergerakan petugas keluar-masuk rutan dengan tergesa-gesa pada Minggu petang. Sirene kendaraan aparat juga terdengar melintas menuju sejumlah titik pencarian di kawasan kota. Suasana mendadak berubah tegang saat kabar pelarian mulai menyebar luas.
Kasus pelarian tahanan juga membuka sorotan baru terhadap standar pengawasan rumah tahanan di daerah. Publik mulai mempertanyakan prosedur keamanan saat pergantian jadwal aktivitas berlangsung. Kondisi seperti itu sering dianggap menjadi titik rawan dalam pengamanan tahanan.
Meski demikian, pihak rutan belum menyimpulkan adanya unsur kelalaian dari petugas penjagaan. Evaluasi internal masih dilakukan bersama Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menentukan langkah lanjutan terhadap sistem pengamanan rutan.
Erwin Siregar mengatakan seluruh proses evaluasi masih berjalan paralel dengan operasi pengejaran. Petugas diminta tetap fokus menangkap tahanan sebelum membahas kemungkinan pelanggaran prosedur. Situasi tersebut membuat pemeriksaan internal belum diumumkan secara rinci kepada publik.
Peristiwa ini menambah daftar insiden pelarian tahanan yang sempat menghebohkan masyarakat Riau beberapa tahun terakhir. Modus memanfaatkan kelengahan menjelang malam kembali muncul dalam kasus terbaru tersebut. Bedanya, aksi Nasriyatno berlangsung sangat cepat seperti adegan film kriminal.
Kini aparat masih memburu Nasriyatno alias Cili sebelum jejaknya benar-benar menghilang dari Pekanbaru. Petugas berharap tahanan segera ditemukan agar situasi keamanan kembali terkendali. Sementara warga diminta segera melapor jika melihat keberadaan pria tersebut di lingkungan sekitar. R-02

