Fortuner Maut Tabrak Dua Motor di Dumai, Kakek dan Cucu Tewas Seketika
Ilustrasi dan infografis kecelakaan maut di Dumai. Foto: SM News/Created by AI
RIAU, SabangMerauke News — Kecelakaan maut mengguncang Jalan Sultan Hasanuddin, Kota Dumai, Sabtu, 23 Mei 2026, subuh. Mobil Toyota Fortuner menghantam dua sepeda motor dekat gerai Kopi Kenangan, Kelurahan Rimba Sekampung. Dua korban meninggal dunia seketika, termasuk bocah perempuan berusia sembilan tahun, setelah tubuh mereka terpental keras di jalanan gelap.
Suasana subuh mendadak berubah mencekam sekitar pukul 04.30 WIB saat benturan keras memecah kesunyian kota. Warga sekitar langsung berhamburan keluar rumah setelah mendengar suara tabrakan beruntun dari arah jalan utama. Lampu kendaraan berserakan, keranjang dagangan terlempar, sementara korban terkapar tanpa suara di tengah aspal.
Kasat Lantas Polres Dumai, Erwan Marchdonida, menjelaskan mobil Toyota Fortuner bernopol BM 61 R melaju dari arah Jalan Ratu Sima menuju Sukajadi. Mobil dikemudikan RS, pria berusia 46 tahun, saat kondisi jalan masih relatif lengang. “Pengemudi diduga hilang konsentrasi lalu menabrak kendaraan yang berada di depannya,” kata Iptu Erwan, Selasa, 26 Mei 2026.
Motor pertama menjadi sasaran tabrakan ialah Honda Beat Street bernopol BM 5968 HQ. Kendaraan itu dikendarai M, pria 63 tahun, sambil membonceng dua anak kecil menuju pusat kota. Jalan subuh yang biasanya tenang berubah seperti adegan film tabrakan tanpa aba-aba.
Benturan keras membuat motor terseret beberapa meter sebelum jatuh menghantam badan jalan. M bersama cucunya, NAH berusia sembilan tahun, mengalami luka parah pada bagian kepala dan tubuh. Keduanya meninggal dunia di lokasi sebelum sempat mendapat pertolongan medis.
Sementara seorang bocah lain, MJ berusia tujuh tahun, berhasil selamat meski mengalami luka ringan. Tangis anak kecil itu pecah di tengah kerumunan warga yang mencoba memberikan pertolongan pertama. Warga sekitar terlihat panik sambil menunggu ambulans tiba menuju lokasi kejadian.
Belum berhenti setelah menabrak motor pertama, Fortuner tersebut kembali melaju beberapa meter dengan kecepatan tinggi. Mobil besar itu kemudian menghantam sepeda motor Honda Supra BM 6772 HY dikendarai T, pria 40 tahun. Keranjang dagangan yang dibawa korban langsung berhamburan memenuhi badan jalan.
T terpental dari motornya setelah benturan keras menghantam sisi belakang kendaraan miliknya. Beruntung, pria tersebut masih selamat meski mengalami luka ringan pada beberapa bagian tubuh. Dagangan yang semula hendak dijual pagi hari justru berubah menjadi serpihan berserakan di aspal.
Warga sekitar menyebut suasana lokasi kecelakaan terlihat mengerikan karena korban terkapar berdekatan dengan kendaraan rusak. Sejumlah pengendara sempat menghentikan perjalanan demi membantu proses evakuasi korban ke tepi jalan. Arus lalu lintas kawasan itu sempat macet total selama proses penanganan berlangsung.
Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara sesaat setelah menerima laporan warga. Petugas memasang garis polisi sambil mengumpulkan serpihan kendaraan dan memeriksa posisi korban. Beberapa saksi langsung dimintai keterangan demi memastikan kronologi tabrakan beruntun tersebut.
Fakta mengejutkan muncul setelah pemeriksaan kendaraan Fortuner dilakukan aparat kepolisian. Polisi menemukan nomor polisi yang terpasang pada kendaraan ternyata tidak sesuai dengan identitas aslinya. Temuan itu membuat kasus kecelakaan tersebut langsung menjadi perhatian luas masyarakat Dumai.
“Dari hasil pemeriksaan, kendaraan tidak menggunakan nomor polisi asli dan SIM pengemudi sudah habis masa berlaku,” ujar Iptu Erwan Marchdonida. Polisi langsung mengamankan seluruh dokumen kendaraan guna kepentingan penyidikan lanjutan. Sopir Fortuner kini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Dumai.
Temuan pelat nomor palsu membuat warga sekitar semakin geram setelah mendengar kabar dua korban meninggal dunia. Banyak warga mempertanyakan alasan kendaraan mewah tersebut memakai identitas yang tidak sesuai aturan resmi. Dugaan kelalaian pengemudi juga menjadi pembicaraan hangat sepanjang hari di media sosial lokal.
Polisi juga menemukan bahwa korban pengendara motor serta penumpang tidak menggunakan helm saat kejadian berlangsung. Kondisi itu diduga memperparah luka benturan pada kepala korban saat terjatuh ke aspal jalan. Meski begitu, penyidik masih mendalami seluruh unsur penyebab kecelakaan tragis tersebut.
Mobil Fortuner berwarna gelap itu kini diamankan di halaman Satlantas Polres Dumai sebagai barang bukti utama. Bagian depan kendaraan terlihat ringsek cukup parah akibat dua kali benturan keras dalam waktu singkat. Sementara dua sepeda motor korban mengalami kerusakan berat pada bagian belakang dan samping.
Peristiwa tragis tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban yang datang menuju lokasi kejadian. Tangisan keluarga pecah saat proses evakuasi jenazah dilakukan menuju rumah sakit terdekat. Warga sekitar ikut membantu menenangkan keluarga sambil menyaksikan kendaraan dievakuasi oleh petugas.
Kecelakaan subuh itu kembali mengingatkan pentingnya konsentrasi selama berkendara di jalanan perkotaan yang sepi. Jalan lengang sering membuat pengendara terlena hingga kehilangan fokus beberapa detik saja. Padahal, satu kesalahan kecil mampu mengubah perjalanan biasa menjadi tragedi mematikan.
“Petugas sudah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti kendaraan terlibat serta memeriksa saksi-saksi,” tutup Iptu Erwan Marchdonida. Polisi memastikan proses hukum terhadap sopir Fortuner tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Kasus kecelakaan maut itu kini masih dalam penanganan Satlantas Polres Dumai. R-02

