Sempat Dirawat Berbulan-Bulan, Elida Akhirnya Meninggal Usai Ditabrak Polisi Mabuk
Elida Delviana Tamin akhirnya meninggal dunia setelah 7 bulan dirawat setelah ditabrak polisi mabuk di Medan. (ist)
SUMUT, SabangMerauke News - Elida Delviana Tamin akhirnya meninggal dunia setelah 7 bulan dirawat akibat ditabrak mobil yang dikendarai polisi mabuk di kawasan HW Tiger Club Medan, Sumatera Utara. Wanita 26 tahun itu mengembuskan napas terakhir pada Rabu, 13 Mei 2026, di rumah abangnya di kawasan Jalan Pendidikan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.
Suasana duka langsung menyelimuti rumah keluarga setelah kabar meninggalnya Elida menyebar ke kerabat dan tetangga sekitar. Tangis keluarga pecah ketika kondisi Elida mendadak memburuk pada malam hari usai dijenguk keluarga besar. Sang abang kandung, Yogie, mengaku masih tidak percaya adik perempuan satu-satunya pergi secepat itu.
“Jam sembilan malam acara bubar, lalu saya keluar beli rokok sebentar,” ujar Yogie, Jumat, 15 Mei 2026. Tidak lama kemudian, istrinya menelepon meminta dirinya segera pulang ke rumah karena kondisi Elida mendadak berubah. Yogie panik melihat adiknya muntah sebelum akhirnya berlari mencari dokter terdekat malam itu.
Namun, nasib berkata lain saat dirinya kembali menuju rumah bersama tenaga medis dari klinik sekitar lokasi. Air mata Yogie langsung pecah ketika melihat Elida sudah tidak bernyawa di atas tempat tidur rumah keluarga. Suasana rumah mendadak hening sebelum tangisan keluarga mulai terdengar memecah malam.
“Pas saya pulang, adik sudah meninggal,” kata Yogie dengan suara bergetar menahan sedih. Keesokan harinya, keluarga langsung memakamkan jenazah Elida tidak jauh dari kediaman mereka di Deli Serdang. Banyak kerabat datang memberi penghormatan terakhir kepada perempuan muda tersebut.
Elida dikenal keluarga sebagai sosok ceria, ringan tangan, dan sangat peduli terhadap saudara-saudaranya selama hidup. Meski sempat putus kuliah, Elida tetap bekerja keras membantu kebutuhan keluarga sehari-hari. Perempuan itu juga membantu biaya pendidikan adiknya hingga membelikan sepeda motor hasil kerja sendiri.
“Dia paling peduli sama keluarga dan selalu membantu adik-adiknya,” ujar Yogie, mengenang sosok sang adik. Elida diketahui bekerja sebagai konten kreator lepas yang aktif mempromosikan berbagai produk di media sosial. Setiap momen Lebaran, Elida disebut selalu menjadi orang paling heboh dalam keluarga.
Kondisi tragis Elida bermula setelah kecelakaan mengerikan di kawasan Jalan Merak Jingga, Kota Medan, beberapa bulan lalu. Mobil Brio yang ditumpangi tiga personel Polda Sumut menabrak Elida usai keluar dari tempat hiburan malam HW Tiger Club Medan. Insiden itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB saat jalanan masih relatif sepi.
Mobil bernomor polisi B 2706 TL tersebut dikemudikan Bripda VP bersama dua rekannya, Bripda ST dan Bripda BI. Ketiganya diketahui baru keluar dari lokasi hiburan malam sebelum kecelakaan terjadi dini hari tersebut. Setelah menabrak Elida, mobil itu juga menghantam trotoar di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan.
Kasubdit Paminal Bid Propam Polda Sumut, Kompol Chandra, mengungkapkan pengemudi kendaraan berada di bawah pengaruh alkohol saat kejadian terjadi. “Yang bersangkutan habis minum minuman beralkohol,” ujar Kompol Chandra, Kamis, 30 Oktober 2025. Polisi kemudian menetapkan Bripda VP sebagai tersangka kasus kecelakaan tersebut.
Elida mengalami luka sangat parah setelah tubuhnya dihantam kendaraan yang melaju dari arah Tiger Club Medan itu. Tulang rusuk kanan korban patah menjadi tujuh bagian, sedangkan tulang kiri mengalami kerusakan cukup serius. Kondisi semakin buruk setelah pecahan tulang menusuk bagian paru-paru korban.
“Tulang rusuk kanan menusuk paru-parunya,” ungkap Yogie saat menceritakan kondisi sang adik selama dirawat. Selain itu, Elida juga mengalami pecah pembuluh darah di bagian kepala akibat benturan sangat keras pada malam kejadian. Kerusakan saraf otak membuat korban tidak mampu berbicara meski matanya masih terbuka.
Keluarga menyebut Elida sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Columbia Medan selama satu bulan penuh. Setelah itu, korban dipindahkan menuju Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk penanganan lanjutan beberapa bulan berikutnya. Kondisi korban sempat membaik sebelum akhirnya menjalani rawat jalan di rumah keluarga sejak Januari 2026.
Selama masa pemulihan, keluarga rutin membawa Elida untuk kontrol setiap dua minggu ke rumah sakit. Yogie mengatakan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung setelah proses damai dengan keluarga polisi dilakukan sebelumnya. Meski begitu, kondisi Elida tidak pernah benar-benar pulih akibat kerusakan tubuh yang cukup berat.
“Matanya terbuka, tapi tidak bisa bicara,” kata Yogie sambil mengenang penderitaan panjang sang adik selama dirawat. Keluarga hanya bisa berharap kondisi Elida membaik meski peluang sembuh sangat kecil selama beberapa bulan terakhir. Namun, takdir berkata lain setelah kondisi tubuh korban terus melemah.
Kasus kecelakaan tersebut sempat memicu sorotan publik karena melibatkan personel aktif kepolisian wilayah Sumatera Utara. Banyak warga mempertanyakan pengawasan anggota polisi setelah insiden terjadi usai aktivitas hiburan malam tersebut. Polisi akhirnya memproses hukum pengemudi kendaraan sesuai aturan lalu lintas yang berlaku.
Bripda VP dijerat Pasal 310 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pasal tersebut mengatur kelalaian pengemudi kendaraan yang menyebabkan korban luka berat dalam kecelakaan lalu lintas. Proses hukum kasus itu masih berjalan hingga korban akhirnya meninggal dunia pekan ini.
Kematian Elida kembali memunculkan duka mendalam bagi keluarga yang selama ini setia menjaga korban di rumah. Banyak tetangga mengenang Elida sebagai perempuan baik hati dan mudah bergaul dengan lingkungan sekitar rumahnya. Sosoknya dikenal ramah serta sering membantu teman-temannya saat mengalami kesulitan ekonomi.
Kini rumah keluarga Elida dipenuhi pelayat yang datang silih berganti sejak kabar duka tersebar luas di Medan. Tangisan keluarga kembali pecah saat jenazah diberangkatkan menuju tempat pemakaman tidak jauh dari rumah mereka. Yogie hanya berharap adiknya mendapatkan tempat terbaik setelah perjuangan panjang melawan rasa sakit.
“Dia sudah terlalu lama menahan sakit,” ujar Yogie dengan mata sembab menahan tangis di rumah duka. Keluarga memilih mengenang Elida sebagai perempuan kuat yang bertahan hidup meski tubuhnya hancur akibat kecelakaan tragis tersebut. Kisah pilu perempuan muda di Medan itu akhirnya berakhir dengan duka mendalam bagi keluarga. R-02

