Purbaya Tuding Pengkritiknya Ekonom Tiktok
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan ekonomi Indonesia sedang mengalami perlambatan serius. Foto : Istimewa
JAKARTA, SabangMerauke News - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan ekonomi Indonesia sedang mengalami perlambatan serius. Pernyataan itu muncul setelah ramai keluhan masyarakat terkait sulitnya mencari pekerjaan. Narasi pelemahan ekonomi semakin meluas melalui media sosial sepanjang beberapa bulan terakhir.
Purbaya menegaskan kondisi ekonomi nasional masih bergerak positif berdasarkan indikator konsumsi masyarakat. Data pertumbuhan ekonomi nasional juga menunjukkan kenaikan signifikan pada awal tahun 2026. Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61 persen secara tahunan.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Jogja Financial Festival 2026 berlangsung di Jogja Expo Center Bantul. Purbaya mengkritik analisis ekonomi media sosial tanpa dasar data valid dan terukur. Ia menilai sebagian narasi berkembang akibat opini “ekonom TikTok” tanpa penelitian mendalam.
“Terus terang saya juga bingung. Kenapa ada anggapan seperti itu,” kata Purbaya. Ia mengaku langsung melakukan investigasi lapangan untuk memastikan kondisi ekonomi masyarakat sebenarnya. Pemerintah disebut tetap terbuka menerima kritik terkait situasi ekonomi nasional saat ini.
“Saya buka dan saya investigasi,” ujar Purbaya dalam forum ekonomi tersebut di Yogyakarta. Hasil pengecekan lapangan memperlihatkan aktivitas ekonomi masyarakat masih berjalan cukup aktif. Sejumlah indikator konsumsi menunjukkan pertumbuhan positif selama awal tahun 2026 berlangsung.
Purbaya mencontohkan penjualan sepeda motor mengalami kenaikan tajam mencapai 28 persen sepanjang tahun berjalan. Kenaikan tersebut dianggap mencerminkan daya beli masyarakat masih berada pada level sehat. Aktivitas konsumsi rumah tangga juga dinilai belum menunjukkan tanda pelemahan serius nasional.
“Penjualan motor naiknya 28 persen. Itu artinya ekonomi sehat, daya beli masih kuat,” ujarnya. Selain sepeda motor, penjualan mobil juga mengalami pertumbuhan signifikan selama April 2026. Angka penjualan kendaraan meningkat setelah sempat turun akibat momentum Lebaran pada Maret.
Purbaya menyebut penjualan mobil April 2026 tumbuh hingga 55 persen dibanding bulan sebelumnya. Konsumsi semen nasional juga mengalami kenaikan sebesar 35,6 persen pada periode sama. Peningkatan konsumsi semen dinilai menandakan aktivitas pembangunan masih bergerak cukup tinggi nasional.
Menurut Purbaya, tren konsumsi masyarakat memang mengalami perlambatan kecil pada beberapa sektor tertentu. Namun, secara umum pertumbuhan konsumsi masih bergerak positif dan terus meningkat sepanjang tahun. Kondisi tersebut dianggap bertolak belakang dengan narasi ekonomi lesu media sosial.
“Konsumsi masyarakat walaupun turun sedikit, trennya masih naik kencang,” kata Purbaya. Ia menilai persepsi negatif muncul akibat penyebaran informasi ekonomi tanpa melihat data lapangan. Narasi tersebut kemudian dipercaya publik setelah terus beredar melalui berbagai platform digital.
“Artinya, kelihatannya daya beli masyarakat enggak sejelek yang dikatakan ekonom-ekonom di TikTok,” ujarnya. Purbaya kembali menegaskan kondisi konsumsi nasional masih berada dalam jalur pertumbuhan positif. Pemerintah juga terus memantau indikator ekonomi secara berkala melalui berbagai sektor strategis.
Selain konsumsi masyarakat, Purbaya membantah anggapan pertumbuhan ekonomi hanya ditopang belanja pemerintah pusat. Ia menyebut konsumsi rumah tangga tetap menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini. Kontribusi tersebut bahkan jauh lebih besar dibanding pengeluaran pemerintah sepanjang kuartal pertama.
Paparan pemerintah menunjukkan konsumsi rumah tangga menyumbang pertumbuhan ekonomi sebesar 2,94 persen. Pembentukan Modal Tetap Bruto atau PMTB berkontribusi sebesar 1,79 persen pada triwulan pertama. Sementara konsumsi pemerintah berada pada angka 1,26 persen sepanjang awal tahun 2026.
Faktor pendukung lainnya memberikan kontribusi tambahan sebesar 0,77 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Struktur tersebut memperlihatkan aktivitas belanja masyarakat masih mendominasi penggerak ekonomi Indonesia saat ini. Purbaya menilai kondisi tersebut memperkuat optimisme terhadap daya beli nasional sepanjang 2026.
“Di sini kelihatan sekali belanja masyarakat masih kuat,” kata Purbaya dalam pemaparannya. Ia menyebut masyarakat Indonesia masih memiliki kemampuan konsumsi cukup baik sampai sekarang. Situasi tersebut dinilai belum menunjukkan tanda krisis seperti berkembang dalam media sosial.
Purbaya juga menjelaskan peningkatan belanja pemerintah terjadi akibat perubahan pola pengeluaran anggaran negara. Presiden Prabowo Subianto meminta belanja pemerintah dilakukan lebih merata sepanjang tahun berjalan. Kebijakan tersebut berbeda dibanding pola lama yang menumpuk pengeluaran pada akhir tahun anggaran.
Menurut Purbaya, distribusi anggaran merata membuat perputaran ekonomi daerah berjalan lebih stabil sepanjang tahun. Aktivitas ekonomi masyarakat juga dapat terdorong melalui proyek pemerintah sejak awal periode anggaran. Strategi tersebut dianggap membantu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional tetap positif.
Meski begitu, Purbaya mengaku heran narasi ekonomi lesu terus berkembang luas dalam media sosial. Ia menilai sebagian pihak terlalu fokus menyebarkan sentimen negatif tanpa melihat kondisi lapangan sebenarnya. Situasi tersebut kemudian menciptakan persepsi pesimistis terhadap kondisi ekonomi nasional saat ini.
“Mungkin mereka karena semangatnya negatif, akhirnya kemakan ucapan mereka sendiri,” katanya. Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan publik dan memicu perdebatan luas media sosial. Sebagian pihak mendukung pendapat Purbaya, sementara lainnya menyoroti sulitnya lapangan pekerjaan nasional.
Purbaya mengaku lebih percaya hasil pengecekan langsung dibanding sekadar membaca narasi media sosial. Ia mengunjungi sejumlah pasar tradisional untuk melihat aktivitas ekonomi masyarakat secara langsung. Kondisi lapangan menurutnya memperlihatkan aktivitas perdagangan tetap berjalan ramai dan stabil.
Ia mencontohkan kondisi Pasar Beringharjo masih dipenuhi aktivitas pembeli selama kunjungannya beberapa waktu lalu. Situasi serupa juga terlihat dalam aktivitas perdagangan Pasar Tanah Abang di Jakarta. Pusat perdagangan terbesar tersebut tetap menunjukkan aktivitas ekonomi cukup tinggi setiap harinya.
Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga sepanjang 2026 meski tantangan global meningkat. Konsumsi rumah tangga diperkirakan masih menjadi motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi nasional mendatang. Stabilitas konsumsi masyarakat dinilai penting menjaga optimisme pelaku usaha serta investasi nasional.(R-04)

