MTQ Riau 2026 di Kuansing Bikin Geger, Pawai Sampan Hias Siap Belah Sungai Kuantan
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, berbincang dengan Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, membahas rencana pelaksanaan MTQ Riau 2026 di Kantor Gubernur Riau, Selasa, 12 Mei 2026. (ist)
RIAU, SabangMerauke News - MTQ Provinsi Riau ke-44 tahun 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi siap tampil nyeleneh sekaligus megah. Sungai Kuantan bakal disulap menjadi arena pawai sampan hias saat ribuan kafilah datang membawa semangat religi. Nuansa adat, budaya, serta tradisi pacu jalur ikut dipadukan demi menciptakan perhelatan paling unik sepanjang sejarah MTQ Riau.
Perhelatan akbar tersebut dijadwalkan berlangsung mulai Kamis, 26 Juni 2026 mendatang di Taluk Kuantan. Pemerintah Provinsi Riau bersama Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi mulai mematangkan seluruh persiapan teknis dan fisik menjelang pembukaan acara. Ribuan peserta serta tamu diperkirakan memadati Kota Jalur selama pelaksanaan MTQ berlangsung.
Pawai Ta’aruf Belah Sungai Kuantan
Biasanya pawai ta’aruf memakai mobil hias berwarna mencolok dan diiringi kendaraan panjang sepanjang jalan utama kota. Namun, Kuansing memilih cara berbeda demi memperlihatkan identitas daerah kepada seluruh tamu serta wisatawan. Tahun ini peserta bakal menaiki sampan hias menyusuri aliran Sungai Kuantan.
Konsep tersebut langsung mencuri perhatian sejak pertama kali diumumkan oleh panitia pelaksana MTQ Provinsi Riau. Sungai Kuantan nantinya berubah menjadi panggung budaya raksasa penuh warna serta atraksi tradisional masyarakat setempat. Pemandangan tersebut diprediksi menjadi magnet wisata baru selama MTQ berlangsung.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengatakan konsep tersebut lahir dari identitas budaya masyarakat Kuantan Singingi. Daerah tersebut memang sangat lekat dengan sungai, jalur, serta tradisi pacu jalur sejak ratusan tahun lalu. Panitia ingin seluruh tamu merasakan pengalaman berbeda selama berada di Kuansing.
“Nah, yang akan ditampilkan nanti adalah pawai ta’arufnya. Kalau di tempat lain pawai memakai mobil hias, nanti di Kuansing menggunakan sampan hias,” kata Syahrial Abdi, Selasa, 12 Mei 2026.
Pemanfaatan sampan hias dianggap lebih relevan dengan karakter masyarakat Kuantan Singingi yang tumbuh dekat dengan aliran sungai. Tradisi tersebut selama ini menjadi denyut kehidupan warga mulai dari aktivitas ekonomi hingga budaya masyarakat sehari-hari. Sungai Kuantan akhirnya dipilih menjadi ikon utama perhelatan MTQ tahun ini.
“Dengan begitu, pawai sampan dapat memanfaatkan kesan berbeda dari alur Sungai Kuantan dalam event ini,” jelas Syahrial Abdi. Atraksi tersebut diyakini mampu menyedot perhatian masyarakat serta wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Panitia bahkan mulai menyiapkan dekorasi sungai serta titik pertunjukan budaya sepanjang lintasan.
Pacu Jalur Ikut Panaskan MTQ
Nuansa budaya tidak berhenti pada pawai ta’aruf menggunakan sampan hias di Sungai Kuantan saja. Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi juga menyiapkan pertunjukan tradisi pacu jalur sebagai suguhan utama untuk menyambut para tamu. Tradisi tersebut menjadi warisan budaya paling terkenal dari daerah berjuluk Kota Jalur itu.
Pacu Jalur selama ini dikenal sebagai perlombaan perahu panjang dengan iringan musik tradisional khas Kuansing. Tradisi tersebut selalu menyedot ribuan penonton setiap kali digelar di tepian Sungai Kuantan. Pemerintah daerah ingin momentum MTQ menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya tersebut kepada publik yang lebih luas.
Syahrial Abdi menilai perpaduan agama serta budaya lokal menjadi langkah cerdas untuk memperkuat identitas daerah. Menurutnya, konsep tersebut memperlihatkan harmonisasi antara nilai religi dan adat masyarakat Melayu Riau. Nuansa budaya bakal terasa hampir di seluruh rangkaian acara MTQ. “Kuantan berusaha memadukan adat budaya dalam perhelatan ini. Salah satu budaya masyarakat Kuantan Singingi yaitu pacu jalur,” terang Syahrial Abdi.
Tradisi pacu jalur nantinya tidak hanya menjadi hiburan tambahan bagi tamu serta kafilah peserta MTQ. Pemerintah daerah berharap budaya tersebut mampu mendongkrak sektor pariwisata serta ekonomi masyarakat sekitar lokasi acara. Pedagang kecil, pelaku UMKM, hingga penginapan diprediksi ikut kebanjiran pengunjung.
Filosofi Tiga Tungku Sejarangan
Konsep MTQ tahun ini juga membawa filosofi budaya Melayu yang masih kuat dipegang masyarakat Kuansing hingga sekarang. Filosofi tersebut dikenal dengan istilah tiga tungku sejarangan yang menggambarkan sinergi adat, ulama, serta pemerintah. Nilai tersebut bakal diangkat sepanjang pelaksanaan MTQ Provinsi Riau ke-44.
Syahrial Abdi menyebut filosofi tersebut menjadi fondasi utama konsep pelaksanaan MTQ tahun ini di Kuansing. Panitia ingin memperlihatkan kehidupan masyarakat yang berjalan harmonis antara adat dan nilai agama sehari-hari. Identitas budaya tersebut dianggap sangat kuat melekat dalam kehidupan warga Kuantan Singingi.
“Tadi Pak Bupati menyampaikan kepada saya hal ini tergambar dari tiga tungku sejarangan,” ujar Syahrial Abdi. Filosofi tersebut menggambarkan tradisi adat, umaroh, serta ulama berjalan beriringan menjaga keseimbangan kehidupan masyarakat. Nuansa tersebut bakal hadir mulai pembukaan hingga penutupan MTQ nanti.
Panitia juga mulai menyiapkan berbagai pertunjukan budaya yang melibatkan masyarakat dari berbagai kecamatan di Kuansing. Warga bakal ikut tampil memperlihatkan tradisi lokal demi menyambut ribuan tamu dari seluruh kabupaten dan kota se-Riau. Pemerintah daerah berharap MTQ menjadi pesta rakyat penuh semangat kebersamaan.
Siang Bakayuah Malam Mangaji
Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, memastikan konsep MTQ tahun ini benar-benar mengangkat karakter khas masyarakat Kuansing. Daerah tersebut selama ini dikenal memiliki tradisi kuat namun tetap menjaga nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Konsep itu akhirnya dirangkum melalui slogan Siang Bakayuah Malam Mangaji.
Slogan tersebut langsung menjadi identitas utama MTQ Provinsi Riau tahun 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi. Kalimat sederhana itu menggambarkan keseimbangan kehidupan masyarakat antara budaya serta nilai keislaman sehari-hari.
Pemerintah daerah ingin suasana tersebut benar-benar dirasakan seluruh tamu yang datang. “Sehingga untuk MTQ provinsi ke-44 tahun ini kami punya slogan Siang Bakayuah Malam Mangaji,” kata Suhardiman Amby.
Menurut Suhardiman, slogan tersebut menggambarkan masyarakat Kuansing tetap menjunjung tradisi tanpa meninggalkan nilai agama. Aktivitas budaya tetap berjalan seiring semangat mengaji dan memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat. Filosofi itu dianggap cocok menggambarkan wajah Kuantan Singingi saat ini.
Pemerintah daerah ingin seluruh rangkaian MTQ meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta serta wisatawan. Tidak sekadar perlombaan tilawah Al-Quran, acara tersebut juga menjadi ajang promosi budaya daerah secara besar-besaran. Kuansing berharap momentum tersebut mampu meningkatkan kunjungan wisata selama beberapa tahun mendatang.
Infrastruktur Mulai Dikebut
Selain mempersiapkan konsep budaya, pemerintah daerah juga mulai membenahi infrastruktur menuju Kabupaten Kuantan Singingi. Ribuan peserta dari 12 kabupaten dan kota diperkirakan memadati Taluk Kuantan selama MTQ berlangsung. Kondisi jalan akhirnya menjadi perhatian serius menjelang pelaksanaan acara.
Suhardiman Amby mengatakan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau terus dilakukan sejak awal tahun ini. Pemkab ingin memastikan akses jalan menuju lokasi acara benar-benar nyaman bagi tamu dan peserta. Perbaikan jalan dari provinsi hingga nasional mulai dibahas bersama instansi terkait.
“Kehadiran kami untuk bertemu Pak Sekda untuk melaporkan progres persiapan MTQ Provinsi Riau di Kabupaten Kuantan Singingi,” ujar Suhardiman Amby.
Menurutnya, arus kendaraan bakal meningkat drastis selama pelaksanaan MTQ Provinsi Riau ke-44 di Taluk Kuantan. Pemerintah daerah tidak ingin tamu mengalami kesulitan saat memasuki kawasan acara akibat kondisi jalan rusak. Seluruh akses utama menuju Kuansing mulai dipetakan untuk perbaikan bertahap.
“Terlebih, ada utusan dari 12 kabupaten dan kota yang akan datang ke Kuansing,” jelas Suhardiman Amby. Pemerintah daerah juga mulai berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional demi mempercepat perbaikan akses utama. Infrastruktur dianggap sangat menentukan kenyamanan pengunjung selama MTQ berlangsung.
Penginapan dan UMKM Disiapkan
Selain jalan, kesiapan penginapan menjadi perhatian penting pemerintah daerah menjelang pelaksanaan MTQ tingkat provinsi. Ribuan peserta, official, hingga wisatawan diprediksi membutuhkan akomodasi selama beberapa hari di Kuansing. Pemkab mulai memetakan hotel, wisma, homestay, hingga rumah warga sebagai tempat menginap.
Suhardiman Amby memastikan seluruh kebutuhan dasar peserta bakal disiapkan sesuai standar pelaksanaan MTQ tingkat provinsi. Pemerintah daerah juga mulai melakukan pembenahan fasilitas penunjang demi memberikan kenyamanan bagi seluruh tamu. Persiapan keseluruhan disebut sudah mencapai sekitar 80 persen.
“Kemudian kami juga menyiapkan kebutuhan para kafilah seperti tempat penginapan dan lainnya,” kata Suhardiman Amby. Pemerintah daerah berharap seluruh peserta merasa nyaman selama mengikuti perlombaan di Taluk Kuantan. Kehadiran ribuan tamu juga diharapkan menghidupkan ekonomi masyarakat sekitar.
Pelaku UMKM mulai bersiap memanfaatkan lonjakan pengunjung selama pelaksanaan MTQ Provinsi Riau yang berlangsung akhir Juni nanti. Pedagang kuliner, pengrajin suvenir, hingga jasa transportasi diprediksi ikut merasakan dampak positif perhelatan tersebut. Pemerintah daerah berharap perputaran ekonomi meningkat secara signifikan selama acara berlangsung.
Syahrial Abdi menilai MTQ tidak hanya menjadi agenda keagamaan tahunan semata bagi masyarakat Riau. Event besar tersebut juga dapat menjadi momentum untuk menggerakkan sektor wisata serta ekonomi masyarakat daerah. Konsep budaya akhirnya dipilih demi memperkuat dampak ekonomi bagi warga Kuansing.
“Oleh karena itu, kunjungan terhadap Kabupaten Kuantan Singingi selama event MTQ juga akan masif,” ungkap Syahrial Abdi. Pemerintah berharap seluruh masyarakat dapat menikmati manfaat ekonomi dari pelaksanaan MTQ tahun ini. Kota Jalur kini bersiap menjadi pusat perhatian masyarakat Riau pada akhir Juni mendatang. R-02

