Lari Kocar-kacir! Bandar Sabu Kuansing Gagal Kabur dari Tim Elang Kuantan
Terduga pengedar sabu, A alias G, berhasil ditangkap polisi di Singingi Hilir. (ist)
RIAU, SabangMerauke News - Tim Elang Kuantan ringkus bandar sabu di Singingi Hilir Kabupaten Kuantan Singingi. Pelaku berinisial A alias G mencoba lari saat polisi datang menggerebek lokasi. Penangkapan dramatis pengedar narkoba terjadi pada Jumat malam, 17 April 2026.
Warga Desa Sungai Buluh merasa sangat resah melihat aktivitas mencurigakan pelaku selama ini. Laporan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan operasi penangkapan tim polisi malam kemarin. Aparat kepolisian segera bergerak cepat menuju lokasi persembunyian tersangka pengedar narkotika tersebut.
Polisi menemukan pemuda umur 29 tahun tersebut sedang berada dalam sebuah pondok kayu. Pondok kayu itu diduga kuat menjadi tempat favorit transaksi barang haram jenis sabu. Pelaku sempat ingin kabur lewat pintu belakang ketika melihat rombongan petugas datang mengepung.
"Tersangka sempat berupaya melarikan diri," ujar Kasat Resnarkoba AKP Hasan Basri tegas, Sabtu, 18 April 2026. Pelaku akhirnya menyerah kalah setelah petugas menutup seluruh akses keluar dari pondok kayu.
Kepolisian Resor Kuantan Singingi melakukan penggeledahan teliti bersama perangkat desa setempat di sana. Hasilnya, petugas menemukan delapan paket sabu dengan berat kotor mencapai 4,92 gram saja. Tersangka menyembunyikan kristal putih mematikan tersebut di dalam sebuah bekas botol permen plastik.
"Barang bukti ditemukan tersembunyi di lantai dua pondok," terang Hasan Basri. Petugas turut menyita alat hisap sabu lengkap beserta pipet kaca bening yang masih bersih. Sejumlah uang tunai hasil penjualan narkotika juga ikut diamankan tim lapangan polisi sekarang.
Kondisi alat hisap terpasang menguatkan dugaan aktivitas konsumsi narkoba dalam pondok kayu itu. Lokasi tersembunyi tersebut tampaknya merangkap tempat memakai sabu bagi para pelanggan setia. Tersangka tidak dapat mengelak lagi saat polisi menunjukkan semua barang bukti kejahatan miliknya.
Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa urine tersangka positif mengandung zat amphetamine yang sangat aktif. Temuan medis membuktikan status pelaku sebagai pemakai sekaligus pengedar barang haram di Singingi. Kini pelaku harus mendekam dalam sel tahanan Polres Kuantan Singingi untuk proses hukum.
Pelaku mengaku mendapatkan pasokan sabu dari seorang pria berinisial CI secara rutin sebelumnya. Nilai transaksi pembelian barang haram tersebut mencapai angka tiga koma delapan juta rupiah. Identitas pemasok utama kini sudah masuk dalam daftar pencarian orang tim buser polisi.
Sistem transaksi rahasia dilakukan demi menghindari pantauan ketat aparat hukum di wilayah hukum. Namun, kelihaian pelaku tetap kalah teliti dibandingkan dengan kecermatan Tim Elang Kuantan dalam beraksi. Pengejaran rekan pelaku masih berlangsung intensif hingga ke pelosok daerah terpencil di Riau.
Tersangka terancam jeratan hukum berat sesuai aturan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Hukuman penjara minimal lima tahun sudah menanti di depan mata pelaku pengedar sabu. Maksimal kurungan mencapai dua puluh tahun penjara bagi setiap pengedar narkoba kelas kakap.
Kapolres Kuantan Singingi, AKBP Hidayat Perdana, menegaskan komitmen kuat untuk memberantas peredaran gelap narkotika. Penegakan hukum tetap berjalan tegas tanpa pandang bulu bagi semua pelaku kejahatan narkoba. Sinergi warga desa sangat membantu tugas polisi dalam menjaga keamanan lingkungan tempat tinggal.
Peredaran narkoba saat ini semakin adaptif menggunakan beragam cara baru yang sangat licin. Sinergi berkelanjutan sangat diperlukan guna memutus rantai distribusi sabu sampai ke akar bawah. Masyarakat jangan pernah ragu melapor jika melihat gerak-gerik mencurigakan di wilayah tinggal masing-masing.
Tim Elang Kuantan terus memantau setiap titik rawan peredaran gelap narkoba lainnya sekarang. Patroli rutin ditingkatkan oleh petugas demi menjamin rasa aman bagi seluruh warga Kabupaten Kuansing. Keberhasilan pengungkapan kasus ini menjadi bukti nyata keseriusan polisi bekerja secara sangat optimal.
Penyidik Satresnarkoba sedang mendalami keterlibatan jaringan narkoba skala besar asal luar daerah Riau. Pintu masuk pasokan sabu ke wilayah Singingi Hilir terus diselidiki secara mendalam oleh tim. Koordinasi antarsatuan terus dilakukan guna mempersempit ruang gerak para bandar narkotika nakal itu.
Keluarga pelaku merasa sangat terpukul melihat kenyataan pahit penangkapan anggota keluarga tercinta mereka. Bahaya narkoba memang sangat nyata merusak tatanan sosial serta masa depan generasi bangsa Indonesia. Pemerintah daerah diharapkan memberikan edukasi lebih gencar mengenai bahaya laten narkotika bagi kesehatan.
Hasan Basri memuji keberanian warga dalam memberikan informasi akurat bagi petugas. Laporan masyarakat sekecil apa pun sangat berharga bagi proses penyelidikan tim polisi di lapangan. Keamanan wilayah menjadi tanggung jawab bersama antara aparat kepolisian serta seluruh elemen masyarakat luas.
Barang bukti delapan paket sabu kini tersimpan aman dalam gudang penyimpanan Polres Kuansing. Proses administrasi penyidikan sedang dirampungkan guna segera dilimpahkan ke jaksa penuntut umum daerah. Pelaku terlihat tertunduk lesu saat menjalani pemeriksaan tambahan di ruang penyidik narkoba tadi pagi. R-02

