Siang Bolong di Duri, Perampok Bersenpi Gasak Warung, CCTV Bongkar Aksi Sadis
Potongan video CCTV aksi perampokan bersenpi di Kecamatan Bathin Solapan, Bengkalis, Rabu, 6 Mei 2026. (ist)
RIAU, SabangMerauke News - Video aksi perampokan bersenjata api di wilayah Duri 13, Kecamatan Bathin Solapan, Bengkalis, viral cepat. Rekaman kamera pengawas menyebar luas, menampilkan dua pria bermotor beraksi tenang tanpa rasa takut. Kejadian siang hari itu memantik keresahan warga karena pelaku bertindak nekat di jalur ramai.
Video memperlihatkan dua pria datang berboncengan menggunakan sepeda motor mendekati sebuah warung kecil. Keduanya menutupi wajah menggunakan sebo, menyamarkan identitas dari pantauan kamera pengawas di sekitar lokasi. Gerak tubuh pelaku terlihat santai, seolah hanya singgah membeli kebutuhan harian biasa tanpa kecurigaan.
Satu pria turun dari motor lalu mendekati pemilik warung dengan gaya layaknya pembeli biasa. Ia tampak berbicara singkat sambil mengamati kondisi sekitar dengan sorot mata waspada dan tajam. Situasi terlihat normal beberapa detik, sebelum ketegangan mendadak muncul tanpa aba-aba jelas dari pelaku.
Pelaku yang berada di depan warung kemudian memberi isyarat halus kepada rekannya untuk menunggu motor. Isyarat itu menjadi titik balik, menandai dimulainya aksi perampokan yang berlangsung sangat cepat. Rekan pelaku langsung mendekat, mempersempit ruang gerak korban dalam situasi penuh tekanan mendadak.
Dalam rekaman, terlihat benda menyerupai senjata api diarahkan kepada korban yang tampak panik. Ancaman tersebut memicu reaksi spontan korban yang memilih menyelamatkan diri dibandingkan dengan mempertahankan warungnya. Korban berlari menjauh, meninggalkan lokasi dalam kondisi genting demi menghindari risiko lebih fatal.
Kesempatan itu dimanfaatkan pelaku kedua untuk menguras isi warung dengan gerakan cepat dan efisien. Aksi berlangsung singkat, hanya hitungan detik sebelum keduanya kembali kabur menggunakan sepeda motor. Kecepatan operasi membuat pelaku terlihat terlatih, meminimalkan risiko tertangkap di lokasi kejadian tersebut.
Video aksi tersebut menyebar cepat di media sosial dan memancing beragam reaksi dari warga. Sebagian warga merasa takut, sebagian lain geram melihat aksi nekat terjadi pada siang terang. Komentar netizen ramai menyoroti keberanian pelaku serta lemahnya rasa aman di wilayah tersebut.
Kapolsek Mandau, Kompol Primadona, memberikan keterangan terkait kasus perampokan tersebut. “Benar ada laporan pencurian dengan kekerasan. Tim sudah cek lokasi dan memeriksa saksi,” ujar Primadona, Kamis, 7 Mei 2026. Ia menegaskan peristiwa yang terjadi pada Rabu, 6 Mei 2026, itu sedang dalam proses penyelidikan.
Pihaknya masih berusaha mengungkap identitas pelaku yang terekam kamera. Polisi mengumpulkan keterangan saksi serta mendalami rekaman CCTV yang beredar luas di masyarakat. Langkah itu dilakukan untuk mengidentifikasi ciri pelaku serta melacak jalur pelarian setelah kejadian berlangsung. Upaya pengejaran terus dilakukan dengan harapan pelaku segera tertangkap dalam waktu dekat.
Primadona juga mengimbau warga segera melapor jika memiliki informasi terkait kejadian tersebut. “Informasi sekecil apapun sangat membantu proses penyelidikan dan mempercepat penangkapan pelaku,” ucapnya tegas. Imbauan ini muncul karena keterlibatan masyarakat dinilai penting dalam pengungkapan kasus kriminal seperti ini.
Hingga kini, jumlah kerugian korban belum dapat dipastikan secara rinci oleh aparat berwenang. Korban masih dalam proses pemulihan psikologis setelah mengalami kejadian mencekam di tempat usahanya sendiri. Situasi ini menambah daftar kekhawatiran pelaku usaha kecil terhadap keamanan aktivitas harian mereka.
Warga sekitar berharap aparat meningkatkan patroli serta pengawasan pada titik rawan kriminalitas di wilayah tersebut. Aksi siang hari seperti ini dianggap sinyal meningkatnya keberanian pelaku dalam menjalankan kejahatan secara terbuka. Tekanan publik terus menguat agar pelaku segera ditangkap dan keamanan wilayah kembali terkendali. R-02

