Drama "Cium Tangan" Maut di Rumbai: CCTV Rekam Nenek Dimaris Sitio Tewas Mengenaskan!
Tiga pelaku terekam kamera CCTV melakukan pembunuhan terhadap seorang nenek di Rumbai, Pekanbaru, Kamis pagi, 30 April 2026. (ist)
RIAU, SabangMerauke News - Rekaman CCTV membongkar pembunuhan sadis seorang nenek di Rumbai, Pekanbaru. Korban tewas setelah menerima tamu yang ternyata komplotan pelaku dengan rencana matang. Video berdurasi 8 menit 39 detik memperlihatkan kekerasan brutal hingga perampokan terjadi.
Dimaris Isni Sitio, 60 tahun, ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya pagi hari. Lokasi kejadian berada di Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru. Korban saat itu sendirian.
Kanit Reskrim Polsek Rumbai, Iptu Dodi Vivino, membenarkan kronologi berdasarkan rekaman kamera pengawas.
“Pelaku lebih dari empat orang dan datang bergantian untuk mengelabui korban,” ujarnya.
Ia menegaskan penyelidikan terus berkembang termasuk identifikasi seluruh pelaku yang terlibat.
Rekaman menunjukkan dua perempuan datang menggunakan mobil hitam lalu masuk melalui garasi rumah. Keduanya terlihat santai seolah-olah tamu biasa sebelum situasi berubah menjadi kekerasan mematikan. Korban keluar dari kamar mengenakan daster biru lalu menyambut tamu tanpa curiga sedikit pun.
Salah satu perempuan menyalami korban dengan sopan, lalu mencium tangan sebagai bentuk penghormatan. Percakapan berlangsung singkat sebelum seorang pria tiba dan langsung melancarkan serangan brutal. Serangan dilakukan berulang kali ke kepala korban hingga tubuhnya tak lagi bergerak.
Aksi kekerasan berlangsung cepat, namun terekam jelas sebelum kamera dirusak pelaku di dalam rumah. Dua perempuan terlihat menutup pintu untuk mencegah perhatian warga sekitar selama kejadian berlangsung. Pelaku pria terus menghantam korban meski kondisi sudah tidak berdaya di kursi ruang tamu.
Setelah memastikan korban tak bergerak, pelaku mulai mengacak rumah mencari barang berharga korban. Perhiasan, uang tunai, dan telepon genggam termasuk barang yang dibawa kabur komplotan tersebut.
“Barang hilang masih didata; fokus utama saat ini adalah identifikasi pelaku,” kata Iptu Dodi.
Rekaman juga menunjukkan pria lain datang menggunakan sepeda motor lalu masuk ke dalam rumah. Ia terlihat memantau situasi sebelum ikut keluar bersama anggota komplotan lain dari lokasi kejadian. Pelaku kemudian meninggalkan rumah secara bertahap menggunakan mobil dan sepeda motor berbeda.
Sebelum kabur, pelaku merusak beberapa titik kamera pengawas untuk menghilangkan jejak digital mereka. Namun sebagian rekaman berhasil diamankan dan kini menjadi bukti penting dalam penyelidikan polisi. Video tersebut memperlihatkan perencanaan matang dengan pembagian peran antarpelaku di lokasi.
Peristiwa terungkap saat suami korban pulang sekitar pukul 11.00 WIB dan menemukan rumah terbuka. Ia melihat kamar berantakan lalu mencari korban ke seluruh ruangan tanpa hasil awalnya. Korban akhirnya ditemukan di dapur dalam kondisi terlentang dengan luka di wajah yang mengeluarkan darah.
“Suami korban langsung melapor setelah menemukan kondisi mencurigakan di dalam rumah,” kata Dodi.
Polisi datang ke lokasi pada sore hari untuk melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh. Tim identifikasi mengumpulkan barang bukti, termasuk rekaman CCTV, untuk kepentingan penyidikan.
Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk proses visum medis. Hasil visum diharapkan memperkuat bukti terkait penyebab kematian dan pola kekerasan pelaku. Penyidik juga memeriksa saksi sekitar untuk melengkapi rangkaian kejadian sebelum dan sesudah insiden.
Kasus ini memperlihatkan pola kejahatan dengan pendekatan manipulatif sebelum kekerasan dilakukan pelaku. Pelaku memanfaatkan sikap ramah korban untuk masuk ke rumah tanpa perlawanan awal berarti. Metode ini menunjukkan tingkat perencanaan yang rapi dan risiko tinggi bagi korban lanjut usia. Kasus ini menjadi peringatan keras atas kejahatan terencana yang menyasar rumah tangga rentan. R-02

