Lama Tak Muncul di Masjid, Pria di Pandau Jaya Ditemukan Kaku Tak Bernyawa!
Petugas mengevakuasi jasad Abrar Fagreni yang ditemukan di rumahnya, Desa Pandau Jaya, Kampar. (ist)
RIAU, SabangMerauke News - Penemuan jasad Abrar Fagreni di Desa Pandau Jaya membuat warga Kabupaten Kampar mendadak heboh. Pria berusia 52 tahun tersebut ditemukan sudah tidak bernyawa pada Sabtu, 18 April 2026. Lokasi kejadian tepat berada di dalam rumah korban kawasan Jalan Muhajirin Kecamatan Siak Hulu.
Awalnya, warga bernama Zulfahri merasa curiga karena korban sudah lama tidak terlihat keluar. Sosok Abrar biasanya rajin hadir ke masjid, namun belakangan ini mendadak menghilang tanpa kabar. Rasa penasaran tetangga akhirnya memuncak setelah mencium keanehan dari arah rumah korban tersebut.
Zulfahri kemudian mendatangi rumah kayu itu dan mencoba memanggil nama korban berkali-kali dari luar. Sayangnya, tidak ada sahutan suara sama sekali dari dalam bangunan yang tampak sepi itu. Saksi lalu memberanikan diri mengintip melalui celah jendela untuk memastikan kondisi di dalam sana.
Pandangan mata saksi langsung tertuju pada tubuh korban yang tergeletak diam tanpa gerakan sama sekali. Kabar mengerikan ini segera menyebar luas hingga puluhan warga datang mengerumuni lokasi kejadian tersebut. Aparat desa bergerak cepat menghubungi Bhabinkamtibmas serta Babinsa guna mengamankan area sekitar tempat kejadian.
Petugas kepolisian dari Polsek Siak Hulu segera tiba untuk melakukan proses olah tempat kejadian. "Korban tinggal sendiri dan sebelumnya sempat mengeluhkan sakit di bagian jantung," ujar Kompol Deni Afrial, Kapolsek Siak Hulu, Minggu, 19 April 2026. Fakta medis ini menjadi kunci utama pengungkapan misteri kematian pria paruh baya tersebut.
Keluarga korban mengakui bahwa almarhum memang sudah tinggal sendirian selama kurang lebih dua tahun. Keluhan mengenai kondisi kesehatan yang menurun sering disampaikan korban kepada tetangga sekitar rumahnya itu. Hal tersebut membuat warga tidak menyangka sang kawan akan pergi dengan cara setragis ini.
Jenazah korban langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara untuk diperiksa lebih lanjut. Tim medis melakukan proses visum luar guna memastikan tidak ada unsur pidana dalam kejadian. "Dari hasil visum, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban," ungkap Kompol Deni Afrial.
Polisi memastikan penyebab kematian murni karena penyakit jantung yang sudah lama diidap korban tersebut. Pihak keluarga besar korban secara resmi menolak tindakan autopsi terhadap jasad pria malang itu. Mereka menerima kenyataan pahit ini sebagai musibah murni dan ingin segera menyelenggarakan proses pemakaman.
Suasana haru menyelimuti momen penyerahan jenazah dari petugas kepolisian kepada perwakilan keluarga korban kemarin. Ambulans membawa jasad Abrar kembali ke rumah duka untuk segera dimandikan serta dishalatkan warga. Pemakaman dilakukan pada hari yang sama dengan iringan doa dari para tetangga sekitar rumah.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi warga agar lebih peduli terhadap kondisi tetangga sekitar. Terutama bagi warga lanjut usia atau orang yang tinggal sendirian tanpa pengawasan keluarga inti. Kepedulian Zulfahri setidaknya membuat jasad korban bisa ditemukan lebih cepat untuk mendapatkan penanganan layak.
Petugas kepolisian juga mengapresiasi langkah cepat warga yang langsung melapor tanpa merusak tempat kejadian. Sinergi antara masyarakat dan polisi membuat proses evakuasi berjalan sangat lancar tanpa kendala berarti. Sekarang rumah di Jalan Muhajirin tersebut kembali sunyi ditinggal pergi sang penghuni selamanya.
Masyarakat Desa Pandau Jaya berencana mengadakan doa bersama untuk melepas kepergian rekan mereka tersebut. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa sesuai amal ibadahnya. Mari tetap menjaga kesehatan jantung dan rutin melakukan pemeriksaan medis sebelum semuanya terlambat nantinya. R-02

