Cinta Berujung Sel! Pasutri Muda Bengkalis Kompak Bobol Kotak Amal Masjid Pakai Palu
Pasangan suami istri, ES dan AA, diamankan petugas karena mencuri kotak amal masjid. (ist)
RIAU, SabangMerauke News - Pasangan suami istri pembobol kotak amal masjid di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, berakhir apes terkena batunya. Aksi kriminal nekat ini berlangsung pada Rabu sore, 15 April 2026. Warga memergoki keduanya saat sedang asyik merusak kotak suci di Masjid Baitul Amal.
Kisah cinta kriminal ini melibatkan pemuda berinisial AA serta istrinya yang berinisial ES tersebut. Mereka berbagi tugas sangat rapi saat menjalankan aksi pencurian di dalam rumah ibadah ini. Sang suami bertugas sebagai eksekutor penghancur kayu sementara sang istri mengawasi keadaan luar.
Palu besi menjadi senjata andalan AA untuk merobek paksa celah kotak uang jamaah tersebut. "AA bertindak sebagai eksekutor pembongkaran kotak amal menggunakan palu besi," kata Kompol Primadona, Kapolsek Mandau, Minggu, 19 April 2026. Suara gaduh hantaman palu rupanya memicu kecurigaan warga yang hendak menjalankan ibadah salat.
Warga yang datang langsung mengepung lokasi kejadian hingga membuat kedua pelaku panik bukan main. ES yang berjaga di luar masjid tidak berkutik saat tangan-tangan kekar warga mengamankannya. Sementara itu, AA sempat menunjukkan bakat lari maraton miliknya untuk menghindari kejaran massa marah.
Pelarian AA ternyata tidak bertahan lama karena rasa setianya kepada sang istri jauh lebih besar. Ia memilih menyerahkan diri ke kantor polisi usai mengetahui istri tercinta sudah tertangkap duluan. "Pelaku AA menyerahkan diri setelah mengetahui pasangannya telah diamankan warga," tambah Kompol Primadona.
Tim penyidik Polsek Mandau mengamankan uang tunai senilai Rp148.200 sisa hasil jarahan yang masih berceceran tersebut. Satu unit sepeda motor yang digunakan untuk transportasi harian turut disita sebagai barang bukti.
Kotak amal kayu yang kondisinya sudah hancur lebur juga dibawa menuju markas kepolisian setempat. Keberanian warga dalam mengamankan pelaku tanpa tindakan main hakim sendiri mendapat apresiasi cukup tinggi. Pasangan muda ini sekarang harus mendekam di sel dingin demi mempertanggungjawabkan perbuatan buruk mereka.
Penyidik menjerat pasangan sejoli ini dengan pasal pencurian secara bersama-sama sesuai aturan hukum. Proses hukum terus berjalan untuk menggali kemungkinan adanya lokasi pencurian lain di wilayah Mandau. Keamanan masjid diimbau agar lebih ditingkatkan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali nantinya.
Pasutri ini nampaknya lupa kalau tempat ibadah bukan lokasi yang tepat untuk mencari modal. Niat mencari uang tambahan dengan cara instan malah berakhir dengan hukuman penjara sangat lama. Janji sehidup semati mereka kini benar-benar teruji di balik jeruji besi yang sangat pengap.
Masyarakat Pematang Pudu merasa lega karena pelaku pencurian yang meresahkan akhirnya bisa tertangkap cepat. Kompol Primadona menegaskan tindakan tegas akan diambil terhadap siapa saja yang mengganggu ketenangan umum. Kerja sama warga dan polisi menjadi kunci utama keberhasilan pengungkapan kasus kriminalitas jalanan.
Barang bukti palu saksi bisu kehancuran kotak amal kini tersimpan rapi di gudang barang. Pelaku AA dan ES hanya bisa tertunduk lesu saat polisi membacakan pasal hukuman mereka. Sungguh sebuah akhir cerita rumah tangga yang sangat tidak patut dicontoh oleh pasangan lain.
Uang recehan ratusan ribu rupiah tersebut kini gagal memenuhi kebutuhan gaya hidup sang pasutri. Sekarang mereka punya banyak waktu untuk merenungi kesalahan sambil menunggu jadwal persidangan di pengadilan. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi warga lainnya agar tetap mencari nafkah halal.
Kondisi keamanan di sekitar Kelurahan Pematang Pudu berangsur pulih dan kembali kondusif seperti sedia kala. Pengurus masjid berencana memasang kamera pengawas tambahan demi menjamin keamanan aset serta kenyamanan jamaah. Warga tetap diminta waspada, namun jangan sampai bertindak anarkis jika menemukan oknum mencurigakan. R-02

