120 Personel Dikerahkan! Pembangunan Jembatan Tahap II di Riau Resmi Dimulai
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di Provinsi Riau resmi dimulai, Rabu. Foto : Istimewa
Pekanbaru, SABANGMERAUKE NEWS - Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di Provinsi Riau resmi dimulai, Rabu.
Polda Riau langsung mengerahkan 120 personel Satgas Darurat Jembatan untuk mengawal percepatan proyek strategis daerah tersebut.
Langkah ini menegaskan komitmen percepatan konektivitas wilayah terpencil sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Pelepasan personel dipimpin Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi di Mapolda Riau bersama pejabat utama.
Ia menegaskan proyek jembatan memiliki peran vital dalam membuka akses mobilitas masyarakat pelosok.
Selain itu, proyek ini diproyeksikan mempercepat distribusi barang dan jasa serta meningkatkan kesejahteraan warga.
“Setiap gangguan terhadap keamanan proyek harus ditangani serius, profesional, serta terukur,” tegas Hengki.
Ia menambahkan pengamanan menjadi kunci agar pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Pendekatan terpadu diterapkan guna memastikan seluruh tahapan proyek berjalan sesuai rencana.
Sebanyak 120 personel dikerahkan terdiri dari 70 anggota Brimob, 30 personel Polda Riau, dan 20 Polairud.
Mereka bertugas mengawal seluruh aktivitas pembangunan secara profesional serta menjaga stabilitas keamanan lapangan.
Sinergi lintas satuan diterapkan untuk memastikan respons cepat terhadap potensi gangguan di lokasi proyek.
Pembangunan tahap II mencakup total 83 jembatan yang dikerjakan dalam dua gelombang terencana.
Gelombang pertama meliputi 44 jembatan berlangsung pada 15 April hingga 15 Mei 2026.
Selanjutnya, 39 jembatan dikerjakan pada gelombang kedua mulai 16 Mei hingga 16 Juni 2026.
Hengki menegaskan pola pengamanan akan disesuaikan dengan dinamika pekerjaan di setiap tahapan proyek.
“Pola pengamanan harus adaptif dan mampu mengantisipasi potensi kerawanan di lapangan,” jelasnya.
Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan hingga seluruh target tercapai tepat waktu.
Ia juga memberikan arahan kepada seluruh personel untuk mengutamakan keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas.
Personel diminta menjaga profesionalisme, memperkuat koordinasi, serta membangun hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar.
Kondisi fisik dan mental juga harus tetap prima agar siap menghadapi berbagai situasi di lapangan.
Di akhir kegiatan, Hengki menegaskan seluruh personel harus menjalankan tugas dengan tanggung jawab penuh.
Ia optimistis Satgas mampu menjaga keamanan sekaligus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur daerah.
“Tunjukkan kesiapan menjaga keamanan serta mendukung pembangunan daerah secara maksimal,” pungkasnya.(R-04)

