Mudik 2026
Jalintim Lumpuh! Pemudik Riau Dialihkan, Perjalanan Berubah Jadi Ujian Panjang
Ilustrasi peta pengalihan jalur mudik dari Riau menuju Palembang dan Pulau Jawa. Foto: SMNews/Create by AI
SABANGMERAUKE NEWS, Jambi - Mesin mobil menyala tanpa bergerak. Klakson bersahut di tengah antrean panjang yang tak kunjung pecah. Bagi pemudik asal Riau, perjalanan pulang kampung tahun ini berubah jadi ujian mental. Jalur utama yang biasa dilalui mendadak tertutup, memaksa ribuan kendaraan berputar arah.
Penutupan sementara Jalur Lintas Timur Jambi menuju Palembang langsung mengubah peta perjalanan. Arus kendaraan dari Riau yang biasanya lurus menembus jalur utama kini dialihkan. Perjalanan yang semula terasa pasti mendadak penuh ketidakpastian.
Sejak Sabtu, 14 Maret 2026, kemacetan mulai mengular. Antrean kendaraan membentang hingga puluhan kilometer. Sebagian pemudik bahkan terjebak hingga satu hari di jalan. Kondisi paling parah terlihat di kawasan Bayung Lencir hingga Tungkal Jaya. Jalur ini seperti kehilangan napas. Kendaraan berhenti total dalam waktu lama.
Seorang pemudik asal Pekanbaru, Rian, mengaku kelelahan menghadapi situasi ini. “Sudah belasan jam di jalan, belum ada tanda lancar,” ucapnya singkat. Kepadatan ini dipicu banyak faktor. Kendaraan melawan arus, truk mogok, hingga kecelakaan kecil yang mempersempit ruang gerak. Semua bercampur jadi satu masalah besar.
Aparat akhirnya mengambil langkah tegas. Jalur dari arah Jambi menuju Palembang ditutup sementara. Keputusan ini diambil setelah koordinasi lintas wilayah untuk menjaga kelancaran arus mudik.
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Sandi Nugroho meminta pemudik mengikuti jalur pengalihan. “Pemudik kami arahkan lewat Lubuk Linggau agar tidak terjebak kemacetan panjang,” ujarnya.
Bagi pemudik asal Riau, keputusan ini berarti perjalanan lebih jauh. Rute lama ditinggalkan, jalur baru harus ditempuh dengan kondisi yang belum tentu lebih ringan.
Perjalanan Lebih Panjang
Pengalihan arus membuat kendaraan dari Riau harus melewati jalur alternatif. Rute ini dimulai dari Jambi menuju Sarolangun, lalu ke Lubuk Linggau sebelum masuk wilayah Sumatera Selatan.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Musi Rawas, Lahat, hingga Prabumulih. Dari titik ini, pemudik bisa memanfaatkan jalan tol menuju Palembang untuk mempercepat waktu tempuh.
Namun jalur ini bukan tanpa tantangan. Volume kendaraan meningkat drastis. Jalan yang biasanya lengang kini padat oleh arus mudik.
Alternatif non-tol juga disiapkan. Jalur ini melewati Sekayu dan Betung sebelum masuk Palembang. Rute ini dikenal sebagai bagian dari Lintas Tengah Sumatera.
Petugas ditempatkan di berbagai persimpangan penting. Mereka memberi arahan agar pemudik tidak salah jalur. Upaya ini penting agar kemacetan tidak berpindah ke titik baru.
Seorang pemudik asal Dumai, Sari, mengaku harus mengubah rencana perjalanan. “Biasanya lewat jalur cepat, sekarang harus mutar jauh,” katanya.
Di sisi lain, ratusan truk besar ditertibkan. Sebanyak 113 truk sumbu tiga dikandangkan karena nekat melintas di jalur mudik. Kendaraan berat ini dinilai jadi salah satu penyebab kemacetan panjang.
Truk-truk tersebut dipindahkan ke kantong parkir yang sudah disiapkan. Langkah ini diharapkan memberi ruang lebih bagi kendaraan pribadi. “Ini langkah tegas agar jalur tetap aman,” kata Sandi.
Meski begitu, dampak kemacetan yang sudah terjadi belum sepenuhnya hilang. Antrean panjang masih terlihat di sejumlah titik. Di Kabupaten Banyuasin, ada enam titik rawan kemacetan. Di Musi Banyuasin, Bayung Lencir tetap jadi titik krusial. Sementara di Palembang, kepadatan terjadi di pusat kota.
Petugas terus berjaga di lapangan. Sistem buka-tutup jalur diterapkan untuk mengatur ritme kendaraan. Truk yang ditahan dilepas secara bertahap. Namun derasnya arus kendaraan membuat situasi sulit dikendalikan sepenuhnya. Jalintim yang menjadi urat nadi transportasi berubah jadi titik paling melelahkan.
Bagi pemudik Riau, perjalanan tahun ini bukan sekadar pulang kampung. Ini tentang bertahan di jalan yang penuh tekanan. Waktu tempuh tidak lagi bisa diprediksi. Perjalanan yang biasanya selesai dalam hitungan jam kini bisa memakan waktu berlipat.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mu’min Wijaya mengingatkan pentingnya kondisi fisik pengemudi. “Jangan memaksakan diri saat lelah,” ujarnya.
Imbauan ini terasa relevan. Banyak pemudik terlihat kelelahan di tengah perjalanan panjang. Rest area dan bahu jalan jadi tempat istirahat darurat. Menjelang puncak mudik, tekanan diperkirakan terus meningkat. Jalur alternatif akan tetap jadi tumpuan utama.
Pemudik dari Riau kini dihadapkan pada pilihan sulit. Tetap melanjutkan perjalanan dengan risiko macet, atau menunda hingga kondisi lebih baik. Satu hal yang pasti, mudik tahun ini mengubah banyak kebiasaan. Jalur yang dulu dianggap pasti kini tak lagi bisa diandalkan.
Di balik semua ini, harapan tetap ada. Semua ingin sampai tujuan dengan selamat. Meski harus melewati jalan panjang yang penuh cerita. R-02

