KPU Riau Mampu Kelola Anggaran Secara Efektif di Pilkada Riau 2024, Ini Perbandingan dengan Provinsi Lainnya
Ketua KPU Riau, Rusidi Rusdan. Foto: Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau bekerja efektif dalam seluruh tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau 2024. Meski mengalami penurunan anggaran dibandingkan dengan Pilkada sebelumnya, namun kinerja KPU Riau bisa dilakukan secara tepat dan efisien.
Mendapat dana hibah dengan total anggaran mencapai Rp 133 miliar, KPU Riau mampu menunjukkan produktivitas kerjanya dengan baik. Bahkan, dengan anggaran yang cukup terbatas, tingkat partisipasi pemilih di Pilkada Riau 2024 mengalami kenaikan dibandingkan dengan dua Pilkada Riau sebelumnya pada tahun 2013 dan 2018.
Ketua KPU Riau, Rusidi Rusdan menyatakan, alokasi anggaran hibah yang diperoleh KPU Riau telah dipakai sesuai dengan kebutuhan. Pihaknya ingin agar Pilkada Riau berlangsung lebih baik dibanding dengan Pilkada sebelumnya.
"Meski harus kita akui, pelaksanaan Pemilu yang berdekatan dengan Pilkada serentak membuat KPU dan jajarannya harus bekerja lebih keras lagi. Tapi, kita terus memberikan yang terbaik agar pesta demokrasi di daerah bisa berjalan secara efektif," kata Rusidi Rusdan, Sabtu (14/12/2024).
Berdasarkan data yang diperoleh, alokasi anggaran hibah penyelenggaraan Pilgub Riau 2024 memang jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia. Padahal, jumlah pemilih Pilkada Riau relatif lebih besar dibanding provinsi lainnya.
Selain itu, dari sisi kondisi geografis dan luas wilayah, Provinsi Riau juga lebih besar. Namun, KPU Riau mampu mengoptimalkan penggunaan dana Pilkada 2024 secara lebih efektif.
Adapun anggaran Pilkada Riau tahun 2024 sebesar Rp 133 miliar dari total APBD Riau mencapai Rp 11,02 triliun. Sementara jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai 4.827.022 jiwa. Wilayah provinsi Riau terdiri atas 12 kabupaten/ kota.
Berikut perbandingan dana Pilkada Riau 2024 dengan provinsi lainnya:
Provinsi NTT
Anggaran Pilgub: Rp 341 miliar
DPT: 3.988.372 jiwa.
Total APBD: Rp 5.164 triliun
Provinsi Sumbar
Anggaran Pilgub: Rp 143,9 miliar
DPT: 4.088.606 jiwa
Total APBD: Rp 7,037 triliun.
Provinsi Jambi
Anggaran Pilgub: Rp 121 miliar
DPT: 2.695.348 jiwa
Total APBD: Rp 4,665 triliun
Provinsi Kepulauan Riau
Anggaran Pilgub: Rp 141,6 miliar
DPT: 1.559.727 jiwa
Total APBD: Rp 4,433 triliun
Provinsi Bengkulu
Anggaran Pilgub: Rp 110 miliar
DPT: 1.503.92 jiwa
Total APBD: Rp 3,122 triliun
Angka perbandingan anggaran Pilkada Riau dengan sejumlah provinsi tersebut, menunjukkan pengelolaan dana Pilkada dilakukan dengan skala prioritas yang lebih utama. Hal ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan Pilgub dilakukan secara terencana dengan tidak mengabaikan hal-hal pokok yang harus dilakukan.
Pada sisi lain, realisasi anggaran Pilkada Riau 2024 telah menyisakan dana mencapai Rp 60 miliar. Dana tersebut kemungkinan akan dikembalikan ke kas daerah. Itu artinya, KPU telah melakukan efisiensi anggaran secara efektif, namun kinerja penyelenggaraan Pilkada tetap dilalikan secara optimal.
Sepanjang tahapan Pilkada, juga tidak ditemui kendala yang berarti dan dapat diatasi oleh KPU. Sinergisitas KPU Riau bersama stakeholder lainnya yakni TNI, Polri, Bawaslu serta elemen masyarakat mampu menciptakan Pilkada Riau yang damai dan lancar.
Hal ini menunjukkan kemampuan manajerial KPU Riau dalam menjalin komunikasi dan koordinasi serta kerja sama dengan para pihak yang terkait dengan Pilkada 2024.
Soliditas internal KPU juga menjadi salah satu faktor positif sehingga penyelenggaran Pilkada 2024 bisa berlangsung dengan efektif. (Advertorial)

