Sembilan Hari Tanpa Jeda, IHSG Terus Terbang ke Angkasa
Ilustrasi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. (sumber: istimewa)
JAKARTA, SabangMerauke News – Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat pada perdagangan Selasa 21 Juli 2026. Kenaikan ini melanjutkan tren positif yang berlangsung sembilan hari bursa berturut-turut. Data Bursa Efek Indonesia mencatat IHSG naik 41,79 poin atau 0,67 persen ke posisi 6.273,57.
Pada lima menit awal perdagangan, nilai transaksi mencapai sekitar Rp215 miliar. Sebanyak 317,7 juta lembar saham berpindah tangan dalam 39.400 kali transaksi. Sebanyak 259 saham menguat, 47 melemah, dan 659 lainnya bergerak stagnan.
Sumber data RTI menunjukkan pergerakan yang lebih kuat sesaat kemudian. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.286 dan terendah 6.260. Nilai transaksi melonjak menjadi Rp1,12 triliun dengan 2,77 miliar lembar saham.
Rekap jumlah emiten berubah seiring meningkatnya intensitas perdagangan. Tercatat 319 saham menguat, 128 saham melemah, dan 231 saham stagnan. Secara mingguan indeks tercatat naik 3,92 persen secara akumulasi.
Kinerja bulanan juga mencatatkan angka positif sebesar 2,87 persen. Namun catatan jangka panjang masih meninggalkan catatan merah. IHSG minus 15,85 persen dalam tiga bulan, 26,89 persen enam bulan, dan 9,94 persen secara tahunan.
Reli panjang ini dimulai sejak tanggal 9 Juli lalu dengan akumulasi kenaikan sekitar 6,1 persen. Penguatan ditopang tiga pilar utama yang saling menguat. Aliran dana asing kembali masuk, saham bank berkapitalisasi besar menguat, dan S&P Global mempertahankan peringkat kredit Indonesia BBB dengan outlook stabil.
Lima emiten menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks pagi ini. BBRI menyumbang 7,34 poin, diikuti BRPT 6,13 poin, TLKM 4,64 poin, BRMS 4,49 poin, dan BNBR 3,91 poin. Kelima saham ini berhasil menahan laju jual dari investor lain.
Fokus pelaku pasar domestik tertuju pada dua agenda besar hari ini. Bank Indonesia memulai Rapat Dewan Gubernur bulanan yang berakhir besok. DPR juga dijadwalkan mengesahkan Rancangan Undang-Undang Pusat Finansial Internasional Indonesia.
OJK baru saja merilis data terbaru kondisi industri perbankan nasional. Pertumbuhan kredit mencapai 11,5 persen secara tahunan berjalan cukup solid. Kesehatan permodalan bank umum juga masih terjaga dengan sangat baik.
Dari luar negeri, sentimen negatif masih membayangi pasar keuangan global. Konflik Timur Tengah memanas setelah Houthi umumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi. Langkah itu kembali memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi dunia.
Bank Sentral China memutuskan menahan suku bunga Loan Prime Rate pada level sama. Indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat kembali menguat. Hal ini berpotensi menekan aliran dana masuk ke negara berkembang termasuk Indonesia.
Berita baik datang dari koreksi harga minyak dunia pagi ini. Minyak jenis brent terpangkas 0,67 persen menjadi 88,62 dolar AS per barel. Penurunan ini membantu mengurangi beban inflasi yang selama ini ditakuti pasar.
Bursa saham Asia pagi ini bergerak serentak ke arah hijau. Indeks MSCI Asia Pasifik melonjak cukup tajam 1,7 persen. Nikkei Jepang naik 1,79 persen, TAIEX Taiwan 2,74 persen, dan Kospi Korea Selatan 2,43 persen.
Analis MNC Sekuritas memetakan posisi teknikal IHSG saat ini. Indeks berada di akhir gelombang sehingga penguatan berpeluang terbatas. Level resistance terdekat berada di rentang 6.286 hingga 6.599.
Area support penting diproyeksikan di kisaran 6.111 sampai 5.839. Jika IHSG mampu menembus 6.377 maka akan menguji level 6.450 hingga 6.545. Lima saham pilihan untuk perdagangan hari ini adalah AMMN, BIPI, BULL, NCKL, dan XNVE.
Manajer dana Aizawa Securities Ikuo Mitsui melihat beberapa alasan penguatan pasar. "Koreksi cukup dalam sebelumnya membuka ruang technical rebound. Kinerja keuangan korporasi yang solid buktikan ekonomi lebih tangguh dari perkiraan," ujar Ikuo Mitsui.
Pelaku pasar kini menahan napas menanti hasil rapat Bank Indonesia besok pagi. Keputusan suku bunga dan sinyal ke depan akan sangat menentukan arah jangka pendek IHSG. Reli sembilan hari ini bisa berlanjut atau berhenti bergantung isi pernyataan gubernur. R-02

