Hotspot di Riau Tinggal 5 Titik, BMKG Pastikan Cuaca Kondusif dan Gelombang Laut Aman
Ilustrasi
RIAU, SabangMerauke News – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan kondisi cuaca di Provinsi Riau pada Selasa (14/7/2026) relatif kondusif. Selain tidak ada peringatan dini cuaca ekstrem, jumlah titik panas (hotspot) juga mengalami penurunan signifikan hingga tersisa lima titik yang tersebar di empat kabupaten dan kota.
Kondisi ini menjadi kabar positif di tengah upaya berbagai pihak dalam menekan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Ranti Kurniati, mengatakan cuaca di sebagian besar wilayah Riau didominasi udara kabur, cerah berawan hingga berawan sepanjang hari.
"Pada pagi hingga sore hari kondisi cuaca di Provinsi Riau diprakirakan didominasi udara kabur, cerah berawan hingga berawan. Sementara pada malam hingga dini hari terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan, dan Kabupaten Kuantan Singingi. Untuk hari ini tidak terdapat peringatan dini cuaca di wilayah Riau," ujarnya.
BMKG mencatat suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 55 hingga 99 persen. Angin bertiup dari arah timur hingga barat daya dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam.
Sementara itu, kondisi perairan juga dinilai cukup aman. Tinggi gelombang laut diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau masuk kategori rendah sehingga aktivitas pelayaran masih relatif kondusif.
"Di wilayah perairan, tinggi gelombang laut diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau berada pada kategori rendah, sehingga aktivitas pelayaran relatif aman. Meski demikian, masyarakat yang beraktivitas di laut tetap diimbau memantau perkembangan cuaca sebelum berlayar," jelas Ranti.
Selain cuaca yang bersahabat, perkembangan menggembirakan juga terlihat dari pemantauan titik panas. Hingga pukul 23.00 WIB, BMKG mencatat terdapat 166 hotspot di Pulau Sumatera.
Provinsi Sumatera Selatan masih menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak, yakni 47 titik, disusul Bangka Belitung 36 titik, Bengkulu 26 titik, Lampung 15 titik, Jambi 11 titik, Sumatera Barat 10 titik, Aceh delapan titik, Sumatera Utara delapan titik, dan Riau hanya lima titik.
Di Provinsi Riau sendiri, lima hotspot tersebut tersebar di Kota Dumai sebanyak dua titik, serta masing-masing satu titik di Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu, dan Kabupaten Kuantan Singingi.
Menurut Ranti, meski jumlah hotspot mengalami penurunan, masyarakat tetap diminta tidak lengah dan terus berperan aktif mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
"Di Provinsi Riau terpantau lima titik panas yang tersebar di empat kabupaten dan kota. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, meskipun jumlah hotspot mengalami penurunan," katanya.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar terus mengikuti informasi prakiraan cuaca, terutama bagi warga yang beraktivitas pada malam hingga dini hari di wilayah yang berpotensi diguyur hujan ringan.
Di sisi lain, upaya pencegahan karhutla diharapkan terus diperkuat oleh seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah agar tren penurunan jumlah hotspot di Riau dapat terus dipertahankan selama musim kemarau berlangsung. (R-05)

