Media Iran Rilis Daftar 13 Pemimpin Dunia Jadi Target Balas Dendam, Trump hingga Macron Masuk
Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berada paling atas dalam target balas dendam Iran. Foto: Dok SM News
JAKARTA, SabangMerauke News – Sebuah media terkemuka di Iran memicu perhatian dunia setelah merilis infografis berisi 13 pemimpin dunia yang disebut sebagai target balas dendam pasca-serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel. Daftar tersebut memuat nama Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, hingga sejumlah pemimpin negara Eropa.
Publikasi itu dilakukan oleh Hamshahri, surat kabar yang dimiliki Pemerintah Kota Teheran. Langkah tersebut muncul setelah prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan udara pada 28 Februari 2026.
Mengutip laporan Chosun Ilbo, Senin (13/7/2026), publikasi infografis itu muncul tidak lama setelah Mojtaba Khamenei, yang menggantikan posisi ayahnya sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, menyampaikan janji akan membalas kematian para martir yang gugur dalam konflik.
Dalam pesan tertulisnya, Mojtaba menegaskan bahwa tuntutan balas dendam merupakan aspirasi rakyat Iran.
"Kami berjanji untuk membalas darah suci Anda dan semua martir yang gugur dalam dua perang ini. Balas dendam ini adalah tuntutan rakyat kami dan harus dieksekusi," demikian isi pernyataan tersebut.
Infografis yang dipublikasikan Hamshahri juga memuat slogan "Balas dendam tidak bisa dihindari" serta kalimat ancaman yang menyebut para pelaku akan "membawa harapan akan kematian yang damai ke liang kubur mereka."
Trump dan Netanyahu Berada di Posisi Teratas
Dalam infografis tersebut, seluruh tokoh divisualisasikan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan mengenakan seragam tahanan berwarna oranye.
Pada posisi paling atas terdapat nama Benjamin Netanyahu dan Donald Trump yang digambarkan berdampingan dengan ilustrasi bidikan senjata mengarah ke dahi mereka.
Selain dua nama tersebut, daftar itu juga mencantumkan sejumlah pejabat tinggi Amerika Serikat dan Israel, di antaranya:
- Menteri Pertahanan Israel Israel Katz.
- Kepala Komando Pusat AS Brad Cooper.
- Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.
- Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
- Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee.
- Kepala Militer Israel Eyal Zamir.
- Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar.
Tidak hanya tokoh dari Amerika Serikat dan Israel, sejumlah pemimpin negara Eropa juga dimasukkan dalam daftar tersebut.
Mereka adalah Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Presiden Prancis Emmanuel Macron, serta Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Pihak Iran menuding negara-negara tersebut ikut bertanggung jawab karena dianggap tidak mengecam serangan AS dan Israel serta memberikan akses wilayah udara bagi pesawat militer Amerika Serikat.
Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi apakah daftar yang dipublikasikan Hamshahri telah memperoleh persetujuan langsung dari pemerintah pusat Iran.
Israel Kecam Publikasi Tersebut
Menanggapi publikasi tersebut, Kementerian Luar Negeri Israel langsung mengeluarkan pernyataan keras melalui akun resminya di platform X.
Israel menilai publikasi daftar itu merupakan bentuk hasutan yang berpotensi memicu kekerasan terhadap para pemimpin negara demokratis.
"Rezim Iran, yang membantai 40.000 warganya sendiri yang menuntut kebebasan, kini menghasut kekerasan terhadap para pemimpin negara-negara demokratis," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Israel.
Publikasi daftar tersebut menambah ketegangan di tengah situasi geopolitik yang masih memanas setelah konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Hingga kini, belum terdapat pernyataan resmi dari pemerintah Iran yang mengonfirmasi bahwa daftar tersebut merupakan kebijakan atau sikap resmi negara. (R-05)

