Kue Oleh-oleh Ditolak Jadi Petaka, Suami Kalap Bunuh Istri Pakai Martil
Ilustrasi dan infografis suami bunuh istri pakai martil di Simalungun. Foto: SM News/Created by AI
SUMUT, SabangMerauke News - Pemburu babi hutan tega membunuh istrinya sendiri di Kabupaten Simalungun. Peristiwa tragis ini bermula dari perkara sepeda motor rusak. Pelaku tega menghabisi korban memakai martil di dapur.
Kasus pembunuhan sadis mengguncang warga Nagori Purba Sipinggan. Korban mengembuskan napas terakhir setelah mendapat perawatan di rumah sakit. Kasat Reskrim Polres Simalungun langsung turun tangan menyelidiki.
Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Wisnugraha Paramaartha, mengatakan motif kasus ini adalah persoalan pribadi antara suami istri, Selasa, 1 Juli 2026. Pelaku selama ini bekerja mencari nafkah di Provinsi Aceh.
Pelaku mengirimkan uang hasil penjualan buruan selama lima bulan. Suatu hari, kendaraan operasional pelaku mengalami kerusakan parah. Pelaku menelepon korban meminta kiriman uang perbaikan kendaraan.
Permintaan tersebut ditolak mentah-mentah oleh sang istri tercinta. Korban menyuruh pelaku membiarkan saja kendaraan rusak tersebut. Pelaku kemudian berupaya meminjam uang kepada sepupu dekatnya.
Sepupu pelaku bersedia meminjamkan dana segar untuk perbaikan. Syaratnya harus ada persetujuan dari istri pelaku sendiri. Pelaku kembali membujuk istri, tetapi penolakan tetap terjadi.
Pelaku akhirnya memutuskan untuk pulang ke Simalungun tanpa kabar. Pria berumur 42 tahun ini membawa kue oleh-oleh. Kedatangan pelaku disambut dingin di dalam rumah kontrakan mereka.
Anak pelaku berada di ruang tamu saat ayah datang. Korban berada di dalam kamar tidur rumah sewaan tersebut. Korban melarang anak-anak memakan kue pemberian sang ayah.
Larangan keras tersebut membuat perasaan pelaku terluka sangat dalam. Pelaku tersinggung atas perlakuan tidak menyenangkan dari korban. Suasana rumah tangga langsung berubah menjadi sangat panas malam itu.
Kecurigaan perselingkuhan muncul dalam benak pikiran pelaku sendiri. Pelaku menuduh korban menjalin hubungan gelap bersama pria lain. Dugaan menguat saat dua pria asing datang menjemput korban.
Kehadiran dua pria membuat emosi pelaku meledak seketika. Pelaku berjalan cepat menuju dapur untuk mengambil pisau tajam. Senjata tajam diarahkan ke bagian rusuk tubuh korban.
"Sepeda motor yang digunakan pelaku untuk bekerja di Aceh mengalami kerusakan sehingga pelaku menghubungi korban, meminta sejumlah uang untuk perbaikan sepeda motor tersebut," kata Wisnugraha.
Serangan pertama gagal karena korban memakai baju berlapis-lapis. Bilah pisau dapur patah mengenai pakaian tebal korban. Pelaku kembali ke dapur mencari alat pemukul lain.
Tangan pelaku meraih sebuah martil besi di area dapur. Pelaku memukul kepala korban sebanyak enam kali dengan martil. Korban tersungkur bersimbah darah di lantai ruang rumah.
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menceritakan lokasi kejadian. Peristiwa berdarah bertempat di kawasan Jalan Haranggaol. Insiden keji terjadi pada hari Senin, 29 Juni 2026.
Warga sekitar melaporkan keributan kepada jajaran kepolisian terdekat. Warga mengevakuasi tubuh kritis korban menuju Puskesmas Tigarunggu. Petugas medis menyarankan rujukan segera ke rumah sakit besar.
Kondisi luka parah membuat korban harus dilarikan dengan cepat. Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar menjadi tujuan utama. Tim medis berupaya maksimal menyelamatkan nyawa perempuan malang tersebut.
Takdir berkata lain bagi nasib ibu rumah tangga ini. Korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 14.30 WIB. Keluarga besar korban menuntut keadilan hukum ditegakkan seadil-adilnya.
Aparat bergerak mengepung rumah tempat kejadian perkara tersebut. Petugas menemukan pelaku masih bertahan di dalam bangunan kontrakan. Pelaku pasrah saat digiring masuk ke dalam mobil.
Interogasi intensif masih terus berjalan di markas kepolisian. Penyidik mengumpulkan sejumlah barang bukti pendukung dari tempat kejadian. Kasus kekerasan rumah tangga ini masuk tahap pemberkasan. R-02

