Curiga Istri Selingkuh, Oknum Polisi Tabrak Mobil Warga, Faktanya Malah Bikin Melongo
Ilustrasi dan infografis oknum polisi tabrak mobil warga. Foto: SM News/Created by AI
SUMUT, SabangMerauke News - Kasus tabrakan mobil di Jalan Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara, akhirnya mendapat penjelasan dari Polda Sumatera Utara. Peristiwa yang sempat viral di media sosial itu melibatkan seorang anggota Polri berinisial Aipda HSR.
Video kecelakaan lebih dulu beredar luas pada Jumat, 26 Juni 2026. Rekaman memperlihatkan sebuah Honda HR-V hitam mengalami kerusakan cukup parah setelah dihantam Toyota Innova dari arah belakang. Benturan juga menyeret sebuah angkutan kota yang berada di sekitar lokasi.
Suasana jalan mendadak berubah kacau. Sejumlah warga mendekati lokasi untuk melihat kondisi kendaraan. Bagian depan mobil penabrak tampak ringsek, sedangkan mobil korban mengalami kerusakan cukup berat pada bagian belakang.
Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan, membenarkan pengemudi Toyota Innova merupakan personel Polri berinisial HSR. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 28 Mei 2026, di kawasan Medan Johor.
"Memang benar terjadi tabrak belakang oleh personel Polri atas nama HSR terhadap pelapor berinisial LH pada Kamis, 28 Mei 2026, di Medan Johor," kata Ferry Walintukan, Jumat, 26 Juni 2026.
Menurut hasil pemeriksaan sementara, insiden bermula saat HSR menerima informasi mengenai keberadaan istrinya. Informasi tersebut menyebut sang istri sedang bepergian bersama seorang pria menggunakan mobil Honda HR-V.
Informasi itu memicu emosi HSR. Ia kemudian mencari kendaraan sesuai ciri-ciri yang diterimanya. Setelah menemukan mobil tersebut, pengejaran terjadi di sejumlah ruas jalan hingga akhirnya berujung tabrakan.
Benturan keras tidak dapat dihindari. Toyota Innova yang dikemudikan HSR menghantam bagian belakang Honda HR-V milik LH. Dampaknya cukup besar hingga kendaraan lain di sekitar lokasi ikut terkena imbas.
Kecelakaan tersebut kemudian direkam warga menggunakan telepon seluler. Dalam waktu singkat, video menyebar ke berbagai platform media sosial dan memunculkan beragam spekulasi.
Kombes Pol Ferry Walintukan menjelaskan dugaan perselingkuhan yang menjadi pemicu awal ternyata tidak terbukti. Setelah penyelidikan dilakukan, perempuan yang berada di dalam mobil bersama LH bukan istri HSR. "Hasil pemeriksaan menunjukkan perempuan yang berada bersama LH bukan istri HSR," ujar Ferry Walintukan.
Temuan tersebut mengubah arah penyelidikan. Dugaan awal mengenai keberadaan istri HSR di dalam kendaraan tidak sesuai fakta hasil pemeriksaan.
Peristiwa itu meninggalkan kerusakan cukup berat pada kendaraan yang terlibat. Bagian depan Toyota Innova mengalami ringsek akibat benturan keras, sedangkan Honda HR-V rusak pada bagian belakang.
Sebuah angkutan kota yang berada di sekitar lokasi juga ikut terdampak. Belum ada rincian mengenai tingkat kerusakan kendaraan tersebut.
Polda Sumatera Utara masih mendalami seluruh rangkaian kejadian. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh fakta, termasuk kronologi lengkap sebelum tabrakan berlangsung.
Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan informasi mengenai korban luka masih dikumpulkan. Fokus penyelidikan saat ini mengarah pada pemeriksaan terhadap anggota Polri tersebut. "Informasi sementara menunjukkan kerusakan kendaraan cukup parah. Data mengenai korban masih kami dalami," kata Ferry.
Kasus tersebut kini berada dalam penanganan Divisi Profesi dan Pengamanan atau Propam Polda Sumatera Utara. Pemeriksaan dilakukan sesuai mekanisme internal Polri.
Propam bertugas menelusuri dugaan pelanggaran disiplin maupun kode etik profesi apabila ditemukan tindakan personel yang bertentangan dengan aturan. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari proses evaluasi terhadap perilaku anggota kepolisian saat menjalankan aktivitas di luar kedinasan.
Peristiwa ini memunculkan perhatian luas setelah rekaman video tersebar di media sosial. Banyak pengguna media sosial mempertanyakan penyebab tabrakan hingga identitas pengemudi yang terlibat.
Setelah Polda Sumatera Utara memberikan penjelasan, sejumlah spekulasi yang beredar mulai mendapat titik terang. Polisi memastikan kejadian tersebut memang melibatkan personel Polri.
Meski motif awal dipicu rasa cemburu, hasil pemeriksaan memperlihatkan informasi yang diterima HSR ternyata keliru. Dugaan mengenai keberadaan istrinya di dalam mobil tidak terbukti.
Kasus ini juga memperlihatkan bagaimana informasi yang belum terverifikasi dapat memicu tindakan spontan dengan dampak besar. Dalam hitungan menit, sebuah dugaan berubah menjadi kecelakaan yang melibatkan beberapa kendaraan.
Polda Sumatera Utara menegaskan proses pemeriksaan terhadap HSR terus berjalan. Setiap tahapan dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
Publik kini menunggu hasil akhir pemeriksaan Propam untuk mengetahui tindak lanjut terhadap anggota Polri tersebut, termasuk kemungkinan sanksi disiplin maupun proses hukum apabila ditemukan unsur pelanggaran lain.
Sementara itu, kondisi kendaraan yang mengalami kerusakan masih menjadi bagian dari pendataan penyidik. Polisi juga mengumpulkan berbagai keterangan saksi di lokasi kejadian guna melengkapi berkas pemeriksaan.
Kasus tabrakan di Medan Johor tersebut menjadi salah satu peristiwa yang banyak diperbincangkan sepanjang akhir pekan. Rekaman video memperlihatkan betapa cepat sebuah dugaan berubah menjadi insiden besar di tengah jalan raya.
Polda Sumatera Utara memastikan proses pemeriksaan berlangsung secara menyeluruh. Hasil penyelidikan nantinya menjadi dasar penentuan langkah lanjutan terhadap Aipda HSR sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan Polri. R-02

