Undangan Tawuran Maut via WhatsApp, Remaja Ini Meregang Nyawa di Parit
Jasad seorang remaja ditemukan warga di dalam selokan usai tawuran dua geng motor di Deli Serdang, Senin, 22 Juni 2026. (sumber: istimewa)
SUMUT, SabangMerauke News - Tawuran geng motor Marindal memakan korban jiwa di Deli Serdang. Bentrokan berdarah melibatkan kelompok bernama XL dan MKB. Peristiwa maut itu terjadi pada Senin, 22 Juni 2026. Satu orang pemuda tewas mengenaskan di lokasi kejadian.
Awalnya, anggota MKB bernama Digo memicu pergerakan malam. Digo melihat pesan tantangan kelompok XL di grup WhatsApp. Isinya berupa rencana serangan balasan ke pangkalan mereka. Seketika emosi jiwa muda para remaja itu langsung terbakar.
Digo segera mengumpulkan rekan kelompoknya di sebuah kafe. Mereka menyusun strategi perang tanding di Kafe Ayahanda. Sekitar delapan puluh orang massa siap tempur bergerak cepat. Tujuan mereka menuju lokasi sepi di kawasan Patumbak.
"Korbannya itu korban tawuran antardua kelompok geng motor," ujar Babinsa Desa Marindal I, Sersan Satu (Sertu) Muliady, Senin, 22 Juni 2026.
Adu mekanik bersenjata tajam pecah sekira pukul 04.30 WIB. Kedua kubu saling serang di kegelapan jalanan raya. Jeritan sabetan senjata merobek kesunyian subuh Desa Marindal. Pertarungan brutal berlangsung sengit selama kurang lebih 30 menit.
Satu remaja tumbang bersimbah darah terkena hantaman telak. Melihat ada korban sekarat, para petarung mendadak ciut nyali. Anggota kedua geng motor langsung lari tunggang langgang. Mereka membubarkan diri tepat menjelang azan subuh berkumandang.
Warga sekitar lokasi mulai keluar setelah situasi dirasa aman. Kepala Dusun Suriyadi segera mengecek dampak kerusakan di lapangan. Suriyadi menemukan pemandangan mengerikan di dalam selokan jalan. Sesosok jasad pria kurus terkapar kaku berlumuran darah.
Jasad korban ditemukan dalam posisi terlentang menghadap langit. Luka parah terlihat jelas pada bagian kepala korban tersebut. Korban memakai jaket hitam kombinasi lis warna putih dan celana abu-abu. Tidak ada kartu identitas melekat pada tubuh korban.
Aparat keamanan bergerak menyisir area sekitar tempat kejadian perkara. Warga menemukan dua remaja mencurigakan bersembunyi di semak. Pelaku diduga bertugas memantau situasi pasca bentrokan selesai. Massa langsung mengepung dan mengamankan kedua pemuda apes tersebut.
Dua pemuda tertangkap berinisial RS dan rekan belianya FT. Tersangka RS tercatat sebagai warga kawasan Medan Sunggal. Tersangka FT merupakan remaja asal wilayah Kecamatan Medan Baru. Keduanya pasrah digelandang menuju kantor polisi sektor terdekat.
Petugas mengevakuasi jasad tanpa identitas ke rumah sakit. Ambulans membawa jenazah menuju RS Bhayangkara Tingkat II Medan. Tim medis melakukan otopsi guna keperluan penyelidikan lebih lanjut. Polisi meminta keluarga yang merasa kehilangan segera melapor.
Kini personel Polsek Patumbak memburu pelaku utama pembacokan. Area tawuran dipasangi garis polisi untuk sterilisasi tempat kejadian. Petugas mengamankan beberapa senjata tajam rakitan tertinggal di jalanan. Proses hukum dipastikan berjalan tegas bagi pelaku kekerasan. R-02

