Luis Tewas di Pinggir Jalan, Polisi Tangkap Oknum TNI dan Purnawirawan TNI
Polisi melakukan olah TKP di lokasi penemuan mayat Luis David Hutabarat, Selasa, 16 Juni 2026. (sumber: portibi.id)
SUMUT, SabangMerauke News - Nasib tragis menimpa Luis David Hutabarat (33 tahun) yang ditemukan meninggal dunia usai diduga mengalami penganiayaan di Desa Sukarame, Kecamatan Kualuh, Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, Selasa, 16 Juni 2026. Satu anggota TNI aktif dan satu eks-TNI diamankan polisi.
Kedua terduga pelaku saat ini dalam pemeriksaan. Polisi masih mendalami peran masing-masing dalam peristiwa yang menyebabkan Luis kehilangan nyawa. Status hukum mereka masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.
Komandan Kodim 0209/Labuhanbatu, Letkol Kav Hanung Kaptiaji, membenarkan adanya dua orang berlatar belakang TNI yang diperiksa terkait kasus tersebut. Satu merupakan anggota TNI aktif berpangkat Sersan Mayor berinisial BD.
"Satu lagi merupakan pensiunan TNI berinisial B yang sebelumnya pernah bertugas di wilayah Kodam I Bukit Barisan," kata Hanung, Rabu, 17 Juni 2026.
Menurut Hanung, keduanya saat ini bertugas sebagai anggota satuan tugas keamanan di sebuah perusahaan perkebunan yang disebut sebagai PT A. Mereka menjalankan fungsi pengamanan perusahaan bersama sejumlah personel lainnya.
Dugaan tindak kekerasan muncul saat kelompok tersebut menangkap seseorang yang dicurigai melakukan pencurian. “Mereka bertugas sebagai sekuriti perusahaan dalam bentuk satgas pengamanan,” kata Hanung.
Hanung menjelaskan dugaan awal mengarah pada tindakan berlebihan saat proses penangkapan berlangsung. Dugaan tersebut kini menjadi fokus penyelidikan aparat kepolisian.
Keterangan saksi dan barang bukti sedang dikumpulkan. Seluruh proses dilakukan untuk mengungkap kronologi secara utuh. “Peristiwa itu sedang didalami agar seluruh fakta bisa terungkap secara lengkap,” ujar Hanung.
Perjalanan kasus bermula pada Selasa sore sekitar pukul 16.00 WIB. Luis bersama empat rekannya baru meninggalkan kebun milik mertuanya. Mereka mengendarai dua sepeda motor menuju rumah masing-masing. Perjalanan yang semula berjalan biasa berubah menjadi peristiwa tragis.
Menurut kuasa hukum keluarga korban, Surya Dayan Nasution, rombongan korban dicegat sekelompok petugas keamanan perusahaan. Jumlah mereka disebut sekitar enam orang dengan menggunakan lima sepeda motor.
Situasi di lokasi berubah tegang dalam waktu singkat. Korban dan rekannya berusaha menghindar. “Klien kami dicegat saat dalam perjalanan pulang dari kebun,” kata Surya Dayan Nasution, kuasa hukum keluarga korban.
Dalam keterangan keluarga, sepeda motor yang digunakan korban disebut sempat ditabrak hingga terjatuh. Setelah itu Luis dan seorang rekannya berusaha melarikan diri dengan meninggalkan kendaraan di lokasi. Upaya tersebut tidak berlangsung lama. Luis akhirnya berhasil ditangkap.
Surya mengatakan korban diduga mengalami kekerasan setelah tertangkap. Tidak lama kemudian, istri korban yang berada tidak jauh dari lokasi berusaha mencari keberadaan suaminya. Pencarian itu berakhir dengan kabar duka. Luis ditemukan tergeletak di pinggir jalan tanpa tanda-tanda kehidupan.
Keluarga menemukan adanya luka memar pada bagian wajah dan leher korban. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada aparat kepolisian. Jenazah Luis dibawa ke Polsek Kualuh Hulu sebelum dipindahkan ke Rumah Sakit Umum Labuhanbatu Utara.
Proses pemeriksaan medis juga dilakukan untuk mendukung penyelidikan. “Harapan keluarga sederhana, proses hukum berjalan sesuai aturan,” ujar Surya.
Polres Labuhanbatu bergerak cepat setelah menerima laporan. Aparat mengamankan sejumlah orang yang diduga terkait dengan kejadian tersebut. Berdasarkan informasi yang diperoleh kuasa hukum korban, total empat orang telah diamankan. Mereka terdiri dari satu anggota TNI aktif, satu eks TNI, dan dua warga sipil.
Langkah cepat itu juga dibenarkan Dandim 0209/Labuhanbatu. Hanung mengatakan koordinasi dilakukan bersama kepolisian sejak informasi pertama diterima.
Pengamanan terhadap para terduga pelaku dilakukan pada hari yang sama. Tujuannya untuk mempermudah proses pemeriksaan. “Saat ini mereka berada dalam proses pemeriksaan di Polres Labuhanbatu,” kata Hanung.
Sementara itu, polisi masih menyusun rangkaian peristiwa secara lengkap. Penetapan tersangka masih menunggu hasil penyidikan. Keterangan saksi tambahan juga terus dikumpulkan. Aparat berupaya memastikan seluruh fakta terungkap secara objektif.
Di tengah proses hukum yang berjalan, keluarga korban masih berduka. Luis dikenal sebagai pekerja harian yang mencari nafkah dari aktivitas bongkar muat dan penimbangan buah sawit. Penghasilannya digunakan untuk menghidupi keluarga. Kepergiannya meninggalkan empat anak yang masih membutuhkan perhatian dan biaya hidup.
Kisah itu membuat kehilangan terasa semakin berat. Sosok yang setiap hari bekerja demi keluarga kini tidak lagi pulang ke rumah. Keluarga berharap kejelasan hukum dapat segera diperoleh. Mereka menunggu hasil penyelidikan yang saat ini masih berlangsung.
Kasus kematian Luis David Hutabarat menjadi perhatian serius aparat penegak hukum di Sumatera Utara. Pemeriksaan terhadap anggota TNI aktif, eks TNI, serta warga sipil yang diamankan masih berjalan. Polisi dan unsur terkait terus mendalami dugaan penganiayaan yang berujung kematian. Hingga Kamis, 18 Juni 2026, proses penyelidikan masih terus berlanjut. R-02

