Prabowo Sentil Penolak MBG, Suruh Tanya Petani dan Anak-Anak Indonesia
Presiden Prabowo Subianto kembali menyoroti penolakan terhadap Program Makan Bergizi Gratis nasional. Foto : Istimewa
GORONTALO, SabangMerauke News - Presiden Prabowo Subianto kembali menyoroti penolakan terhadap Program Makan Bergizi Gratis nasional. Penegasan itu disampaikan saat menghadiri Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII Gorontalo. Prabowo menyebut pemenuhan gizi dan pengentasan kelaparan menjadi agenda mendesak pemerintah.
Pidato Prabowo sempat terhenti ketika sekelompok peserta membentangkan dukungan terhadap program MBG. Spanduk bertuliskan “Lanjutkan MBG” terlihat dari arah hadapan panggung utama acara. Prabowo kemudian menyapa kelompok tersebut sebelum melanjutkan sambutan resmi kegiatan.
“Ada juga yang nggak setuju MBG,” kata Prabowo di hadapan ribuan peserta. Prabowo meminta kelompok penentang program mendengar pendapat petani, nelayan, serta anak-anak. Menurutnya, manfaat program lebih dirasakan langsung masyarakat penerima dibanding para pengkritik.
“Harusnya mereka datang ke sini. Tanya petani dan nelayan, MBG perlu atau tidak,” ujarnya. Prabowo juga meminta publik mendengar suara anak-anak penerima manfaat program tersebut. Dukungan masyarakat dinilai menjadi ukuran penting keberhasilan pelaksanaan program nasional.
Prabowo kemudian menyindir kalangan intelektual yang menganggap ada persoalan lebih mendesak. Presiden menolak pandangan tersebut karena kelaparan menyangkut kebutuhan dasar setiap manusia. Menurutnya, masalah perut lapar tidak dapat ditunda penyelesaiannya.
“Saya kira nggak ada yang lebih genting dari perut lapar,” tegas Prabowo. Dia menilai kelaparan berpotensi memicu masalah sosial lebih besar di masyarakat. Karena itu, pemerintah menempatkan program gizi sebagai prioritas pembangunan nasional.
Prabowo juga menyinggung peringatan lembaga internasional mengenai ancaman krisis pangan global. Jumlah penduduk dunia mengalami kelaparan disebut terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah kondisi tersebut, Indonesia mulai mencatatkan peningkatan ekspor pangan nasional.
“Alhamdulillah, sekarang sudah mulai ekspor,” kata Prabowo di hadapan peserta acara. Dia menilai pencapaian tersebut menjadi sinyal positif ketahanan pangan Indonesia. Pemerintah berupaya menjaga tren tersebut melalui penguatan sektor pertanian dan perikanan.
Dalam kesempatan sama, Prabowo mengungkap adanya pihak yang tidak menginginkan Indonesia bangkit. Meski demikian, Presiden menegaskan pembangunan nasional tetap berjalan sesuai target pemerintah. Dukungan petani dan nelayan dinilai penting menjaga arah pembangunan tersebut.
“Kita akan bangkit menjadi negara yang hebat,” ujar Prabowo disambut tepuk tangan hadirin. Presiden mengaku tidak mempermasalahkan kritik terhadap gaya komunikasi politiknya. Menurutnya, rakyat berhak mengetahui sikap dan pandangan pemimpin secara terbuka.(R-04)

