20 Juta Barel Minyak Iran Mengalir ke Pasar, Harga Minyak Dunia Langsung Tertekan
Sebanyak 11 kapal tanker membawa total 20 juta barel minyak dari Pelabuhan Chabahar pekan ini. Foto : AI
IRAN, SabangMerauke News - Sebanyak 11 kapal tanker membawa total 20 juta barel minyak dari Pelabuhan Chabahar pekan ini. Pengiriman sempat tertahan berbulan-bulan akibat pembatasan ekspor minyak Iran. Kesepakatan damai AS-Iran mempercepat distribusi pasokan menuju pasar internasional.
Kesepakatan tersebut juga membuka kembali Selat Hormuz sebagai jalur energi strategis dunia. Jalur pelayaran itu menampung sekitar 20 persen perdagangan minyak global setiap tahun. Tambahan pasokan langsung menekan harga minyak dan menurunkan harga bensin Amerika Serikat.
Kepala Ekonom LPL Financial, Jeffrey Roach, menilai perhatian pasar terlalu terfokus pada Selat Hormuz. Menurutnya, perlambatan permintaan China lebih menentukan arah harga minyak global. “Pertanyaan utamanya adalah berapa lama Beijing dapat terus mengimpor minyak mentah dalam jumlah yang begitu rendah,” ujar Roach.
Roach menjelaskan penurunan permintaan China menjadi faktor utama penahan kenaikan harga minyak. Impor minyak mentah China turun menjadi 6,7 juta barel per hari bulan lalu. Angka tersebut hampir 40 persen lebih rendah dibanding rata-rata sepanjang 2025.
Penurunan impor itu setara pengurangan permintaan sekitar 4 juta barel per hari. Volume tersebut hampir menyamai gabungan konsumsi minyak Jerman dan Prancis. Pelemahan permintaan China membantu mengimbangi gangguan pasokan akibat konflik Timur Tengah.
Selain faktor permintaan, pasar juga mendapat tambahan pasokan dari sejumlah negara produsen. Produksi minyak meningkat di Brasil, Guyana, serta Amerika Serikat dalam beberapa bulan. Pelepasan cadangan strategis dan penurunan aktivitas kilang turut meredam tekanan harga.(R-04)

