Riau Tambah Helikopter Water Bombing, Kekuatan Pemadaman Karhutla Meningkat
Tambahan armada tersebut berjenis helikopter Mi-8 yang diperuntukkan bagi operasi water bombing. Foto : Istimewa
RIAU, SabangMerauke News - Tambahan armada tersebut berjenis helikopter Mi-8 yang diperuntukkan bagi operasi water bombing. Helikopter telah ditempatkan di Pekanbaru untuk mendukung penanganan karhutla sepanjang musim kemarau. Penguatan armada dilakukan seiring meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Damkar Riau, Khoiril Fahmi, membenarkan kedatangan helikopter tersebut. Armada tambahan berasal dari dukungan pemerintah pusat melalui BNPB. “Provinsi Riau kembali mendapatkan bantuan berupa satu unit helikopter water bombing dari BNPB,” kata Fahmi.
Dengan tambahan tersebut, total armada udara penanganan karhutla di Riau mencapai enam unit. Armada terdiri dari lima helikopter water bombing serta satu helikopter patroli. Kekuatan tersebut diharapkan mempercepat respons saat titik api mulai terdeteksi.
Helikopter water bombing memiliki peran penting pada wilayah yang sulit dijangkau darat. Operasi pemadaman udara mampu menjangkau kawasan gambut dan hutan terpencil. Langkah cepat dibutuhkan untuk mencegah kebakaran meluas ke area lebih besar.
Fahmi menegaskan armada baru akan difokuskan pada lokasi berisiko tinggi kebakaran. Pemadaman dari udara dinilai lebih efektif pada kondisi medan tertentu. “Helikopter water bombing ini akan digunakan memadamkan karhutla di lokasi sulit dijangkau tim darat,” ujarnya.
BPBD Riau menilai dukungan BNPB menunjukkan komitmen memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi kemarau. Pemerintah daerah terus meningkatkan kemampuan respons terhadap kemunculan titik api. Sinergi pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam pengendalian karhutla.
Menurut Fahmi, kesiapan armada akan mempercepat penanganan sebelum kebakaran berkembang luas. Respons cepat menjadi kunci mengurangi dampak lingkungan serta gangguan aktivitas masyarakat. “Dengan dukungan armada memadai, penanganan titik api bisa dilakukan lebih cepat,” tegasnya.(R-03)

