IHSG Naik Pekan Ini, Tapi Investor Asing Malah Lepas Saham Rp3,19 Triliun
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri pekan perdagangan dengan penguatan terbatas. Foto : Istimewa
JAKARTA, SabangMerauke News - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri pekan perdagangan dengan penguatan terbatas. Kinerja positif tersebut terjadi di tengah tekanan jual investor asing. Aktivitas perdagangan juga menunjukkan perlambatan pada sejumlah indikator utama pasar.
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan IHSG naik 2,82 persen sepanjang sepekan. Indeks ditutup pada level 6.177,139 pada perdagangan Jumat, 19 Juni 2026. Posisi tersebut lebih tinggi dibanding pekan sebelumnya di level 6.007,656.
Meski menguat, pasar saham masih dibayangi arus keluar dana investor asing. Pada perdagangan Jumat, investor asing membukukan jual bersih mencapai Rp3,19 triliun. Nilai tersebut menjadi salah satu tekanan terbesar terhadap pergerakan pasar domestik.
Sekretaris Bursa Efek Indonesia, Kautsar Primadi Nurahmad, mengungkapkan nilai penjualan asing masih tinggi. “Investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp3,19 triliun,” ujar Kautsar dalam keterangan tertulis. “Sepanjang tahun 2026, nilai jual bersih asing mencapai Rp68,25 triliun,” lanjutnya.
Di sisi lain, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif. Nilainya meningkat 2,51 persen menjadi Rp10.788 triliun pada akhir pekan. Sebelumnya, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.524 triliun.
Aktivitas transaksi harian justru mengalami penurunan dibanding periode perdagangan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi turun 1,02 persen menjadi Rp24,81 triliun. Pekan sebelumnya, angka tersebut masih berada pada level Rp25,06 triliun.
Penurunan juga terlihat pada rata-rata volume transaksi harian di pasar saham. Volume perdagangan turun 5,83 persen menjadi 34,03 miliar saham. Sebelumnya, volume transaksi mencapai 36,14 miliar saham dalam sehari.
Frekuensi transaksi harian turut melemah sepanjang pekan perdagangan terakhir. Rata-rata transaksi turun 10,33 persen menjadi 2,25 juta kali. Pada periode sebelumnya, frekuensi perdagangan masih mencapai 2,51 juta kali transaksi.
Kondisi tersebut menunjukkan penguatan IHSG belum sepenuhnya diikuti peningkatan aktivitas pasar. Arus keluar dana asing masih menjadi tantangan bagi stabilitas perdagangan. Namun kenaikan kapitalisasi pasar memberi sinyal positif bagi pelaku investasi domestik.(R-04)

