Begal dan Curanmor Rontok Dalam Semalam, Polda Riau Ringkus Tujuh Pelaku
Tiga mobil yang diamankan Polda Riau sebagai barang bukti komplotan pencurian kendaraan bermotor di Riau. (sumber: Polda Riau)
RIAU, SabangMerauke News - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau menggelar operasi besar. Tiga kasus besar diungkap sekaligus. Tujuh tersangka berhasil diamankan. Sebanyak 15 kendaraan hasil kejahatan turut disita.
Pengungkapan tersebut menjadi kabar penting bagi warga. Kejahatan jalanan selama ini masih menghantui sejumlah wilayah. Korban terus berjatuhan dalam berbagai kasus. Polisi akhirnya bergerak lebih dalam membongkar jaringan pelaku.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Hasyim Risahondua, mengatakan keberhasilan itu lahir dari penyelidikan panjang. Tim Resmob Jatanras bekerja berdasarkan laporan warga.
Setiap petunjuk dikembangkan secara bertahap. Hasilnya mulai terlihat dalam operasi tersebut. "Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan jalanan," kata Hasyim, Jumat, 12 Juni 2026.
Menurut Hasyim, operasi itu tidak hanya menyasar satu kelompok. Tim menemukan keterkaitan sejumlah kasus. Mulai dari begal bersenjata tajam hingga jaringan pencurian kendaraan bermotor. Semuanya berhasil diurai dalam satu pengembangan.
Kasus pertama membawa penyidik ke Jalan Datuk Wan Abdul Jamal. Lokasi itu berada di Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru. Di sana terjadi aksi begal yang cukup brutal. Korban mengalami luka akibat sabetan parang.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 3 Juni 2026. Saat itu korban melintas menggunakan sepeda motor. Jalan masih relatif sepi. Tiga pelaku kemudian mendekat menggunakan kendaraan berbeda.
Korban sempat mencoba mempertahankan motornya. Perlawanan itu membuat pelaku bertindak nekat. Senjata tajam langsung diayunkan. Korban terluka dan kehilangan kendaraan.
Polisi akhirnya menangkap tiga orang tersangka. Mereka berinisial MM alias UD, AH, dan RR alias Black. Ketiganya diduga memiliki peran berbeda saat beraksi. Penyidik masih mendalami keterlibatan lain dalam kelompok tersebut. "Kejahatan seperti ini tidak bisa ditoleransi," ujar Hasyim.
Setelah kasus begal terbuka, penyidik menemukan jejak lain. Kali ini mengarah ke jaringan pencurian sepeda motor. Aktivitas kelompok tersebut tersebar di Kampar dan Pekanbaru. Jejak mereka muncul di berbagai laporan kehilangan.
Empat tersangka berhasil diamankan. Mereka berinisial MS, SH, P, dan TS. Kelompok ini diduga sudah berulang kali beraksi. Sasaran mereka cukup beragam.
Permukiman warga menjadi target utama. Selain itu, kendaraan di perkebunan juga sering hilang. Beberapa lokasi usaha turut menjadi sasaran. Pola pencurian dilakukan dengan cepat.
Kabubdit Jatanras Polda Riau, AKBP Rooy Noor, menjelaskan kelompok tersebut memiliki pembagian tugas. Ada sebagai eksekutor. Ada yang mengangkut hasil curian. Ada pula yang menerima barang hasil kejahatan. "Dari pengembangan kasus, kendaraan hasil curian ditemukan di sejumlah lokasi berbeda," kata Rooy Noor.
Penyidik menemukan motor yang sebelumnya hilang dari Kecamatan Tambang. Kendaraan itu menjadi salah satu barang bukti penting. Temuan tersebut membuka jalur pengembangan baru. Penyidik kemudian bergerak ke wilayah lain.
Nama beberapa daerah mulai muncul. Gunung Sahilan masuk dalam daftar. Air Tiris ikut terhubung. Rimbo Panjang, Garuda Sakti, hingga Panam juga muncul dalam hasil penyelidikan.
Jaringan ini ternyata bergerak cukup rapi. Kendaraan hasil curian berpindah tangan dalam waktu singkat. Pelaku berusaha menghilangkan jejak. Penyidik harus bekerja ekstra untuk menelusurinya.
Belum selesai sampai di sana. Polisi juga mengungkap kasus pencurian kendaraan roda empat. Kasus ini menyeret seorang tersangka berinisial SG. Dari pengakuannya, beberapa kendaraan berhasil diamankan.
Satu unit Toyota Kijang Super ditemukan penyidik. Selain itu ada Daihatsu Zebra. Polisi juga mengamankan Suzuki Carry. Ketiganya diduga berasal dari tindak pidana pencurian.
Temuan tersebut membuat penyelidikan semakin luas. Polisi mulai menelusuri jalur distribusi kendaraan hasil kejahatan. Dugaan keterlibatan penadah mulai menguat. Sejumlah nama masih didalami. "Kami masih mengejar kemungkinan adanya pelaku lain," ujar Rooy Noor.
Secara keseluruhan, operasi itu menghasilkan banyak barang bukti. Sebanyak 12 unit sepeda motor diamankan. Tiga unit mobil juga berhasil ditemukan. Total ada 15 kendaraan hasil kejahatan.
Angka tersebut menunjukkan skala jaringan yang cukup besar. Penyidik meyakini masih ada pelaku lain. Beberapa nama sudah masuk daftar pengejaran. Tim Resmob masih bergerak melakukan pengembangan.
Kombes Hasyim menegaskan patroli akan terus ditingkatkan. Fokus utama berada pada jam-jam rawan. Kawasan yang sering menjadi lokasi kejahatan juga menjadi perhatian. Langkah tersebut dilakukan untuk mempersempit ruang gerak pelaku. "Kehadiran polisi harus memberi rasa aman," kata Kombes Hasyim.
Saat ini seluruh tersangka menjalani proses hukum. Penyidik melengkapi berkas perkara. Barang bukti terus diperiksa. Pengembangan kasus masih berlangsung. Di balik keberhasilan itu, ada pesan penting bagi masyarakat. Kejahatan jalanan masih ada. Kewaspadaan tetap diperlukan. Kerja sama warga dan aparat menjadi kunci penting.
Operasi semalam memang berakhir. Akan tetapi, perburuan belum selesai. Masih ada jejak yang harus diikuti. Masih ada nama yang dicari. Bagi para pelaku, malam itu menjadi akhir pelarian. Bagi polisi, malam itu menjadi awal untuk membongkar jaringan yang lebih besar. R-02

