Begal Subuh di Pekanbaru Terbongkar, Satu Tertangkap Dua Masih Berkeliaran
Satu dari tiga pelaku pembegalan di Jalan Melati Ujung akhirnya ditangkap polisi. (sumber: istimewa)
RIAU, SabangMerauke News - Kasus begal di Jalan Melati Ujung, Pekanbaru, mulai terungkap. Polisi menangkap satu pelaku. Penangkapan dilakukan setelah penyelidikan panjang. Dua pelaku lain masih buron.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 20 Mei 2026. Waktu menunjukkan sekitar pukul 04.00 WIB. Korban sedang berangkat bekerja. Jalan masih tampak lengang. Korban mengendarai sepeda motor seorang diri. Ia melintas di Jalan Melati Ujung. Kawasan tersebut berada di Kecamatan Binawidya. Situasi terlihat normal saat itu.
Tanpa diduga, sebuah motor mendekat cepat. Motor tersebut berwarna putih. Kendaraan itu tidak memakai pelat nomor. Tiga pria berada di atasnya. Motor korban langsung dipepet. Jarak semakin dekat. Korban kehilangan kendali. Tubuhnya terjatuh ke aspal.
Dua pria turun dari motor. Keduanya membawa senjata tajam. Golok terlihat di tangan pelaku. Situasi berubah mencekam dalam hitungan detik. Korban sempat melawan. Perkelahian tidak dapat dihindari. Kondisi jalan yang sepi membuat korban kesulitan. Para pelaku terus menekan.
Akhirnya para pelaku berhasil menguasai keadaan. Sepeda motor korban dibawa kabur. Korban hanya bisa menyelamatkan diri. Para pelaku menghilang ke kegelapan. Laporan segera masuk ke kepolisian. Tim Opsnal Polsek Binawidya bergerak cepat. Tim Opsnal Polsek Tambang ikut membantu. Penyelidikan dilakukan secara intensif.
Kasus ini mendapat perhatian serius. Beberapa kejadian serupa sebelumnya juga ditelusuri. Polisi mengumpulkan berbagai petunjuk. Setiap informasi diperiksa satu per satu. Hari demi hari berlalu. Penyidik mulai menemukan titik terang. Identitas para pelaku berhasil diketahui. Tiga nama akhirnya masuk radar.
Ketiganya berinisial RM, RP, dan P. Polisi mulai melacak keberadaan mereka. Beberapa lokasi diamati diam-diam. Pergerakan para pelaku dipantau. Petunjuk penting kemudian muncul. Polisi mendapat informasi baru. Salah satu pelaku diduga berada di Pekanbaru. Lokasinya berada di Kecamatan Lima Puluh.
Informasi itu langsung ditindaklanjuti. Tim bergerak menuju target. Sebuah rumah di Jalan Lokomotif menjadi tujuan. Operasi dilakukan secara terukur.
Kanit Reskrim Polsek Binawidya, Ipda Herman Zamroni, mengatakan tim bergerak setelah mendapat perintah langsung. "Tim segera melakukan penangkapan setelah lokasi diketahui," kata Herman Zamroni, Jumat, 12 Juni 2026.
Operasi berjalan lancar. Pelaku berinisial P berhasil diamankan. Tidak ada perlawanan saat penangkapan berlangsung. Polisi langsung melakukan pemeriksaan. Saat diinterogasi, P mulai berbicara. Ia mengakui keterlibatannya. Pengakuan tersebut memperkuat hasil penyelidikan. Peran setiap pelaku mulai terungkap.
Menurut hasil pemeriksaan, RM bertugas mengendarai motor. Kendaraan itu dipakai saat beraksi. Motor tersebut menjadi sarana utama. Pelarian juga menggunakan kendaraan itu. Sementara RP memiliki tugas berbeda. Ia mengejar korban. Senjata tajam dibawanya saat beraksi. Kehadirannya membuat korban ketakutan.
Sedangkan P bertugas mengambil motor korban. Ia menunggu situasi memungkinkan. Saat korban meninggalkan kendaraannya, motor langsung dikuasai. Setelah itu para pelaku kabur. "Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya," ujar Ipda Herman Zamroni.
Polisi tidak berhenti pada satu pelaku. Pengembangan langsung dilakukan. Tim mengejar dua nama lainnya. Pencarian berlangsung di beberapa lokasi. Sejumlah tempat persembunyian didatangi. Rumah kerabat ikut diperiksa. Informasi dari masyarakat juga dikumpulkan. Hasilnya belum sesuai harapan.
RM dan RP belum ditemukan. Keduanya masih menghilang. Polisi terus memburu keberadaan mereka. Status DPO sudah diterbitkan.
Kapolsek Binawidya, Kompol Nusirwan, memberi perhatian khusus pada kasus ini. Pengungkapan jaringan pelaku menjadi prioritas. Tim diminta bekerja maksimal. Pengejaran terus berlanjut.
Kasus ini juga menjadi pengingat penting. Aksi begal masih terjadi. Pelaku sering memanfaatkan jalan sepi. Waktu subuh menjadi pilihan mereka. Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta lebih waspada. Terutama saat berkendara sendirian. Lokasi minim aktivitas perlu diperhatikan. Keselamatan menjadi hal utama.
Polisi juga mengajak warga membantu pencarian. Informasi sekecil apa pun dinilai penting. Keberadaan dua buronan masih dicari. Setiap laporan akan ditindaklanjuti. Hingga Jumat, 12 Juni 2026, pelaku P masih menjalani pemeriksaan. Berkas penyidikan terus dilengkapi. Polisi mengumpulkan bukti tambahan. Proses hukum tetap berjalan.
Di sisi lain, dua pelaku lain masih bebas. Nama mereka terus beredar dalam daftar pencarian. Tim terus bergerak siang dan malam. Perburuan belum berakhir. Jalan Melati Ujung kini kembali ramai dilintasi. Aktivitas warga berjalan seperti biasa. Akan tetapi cerita subuh itu belum selesai. Polisi masih memburu dua bayangan yang belum tertangkap. R-02
BERITA TERKAIT :
-
Sidang Korupsi Dinas PUPR Riau
Saksi Ahli Hukum UGM Buka-Bukaan: Pengangkatan Staf Ahli Non-ASN Langgar Aturan!

