Harga Pangan Bergerak Liar, Beras Naik Di Saat Cabai Tergelincir Tajam
Ilustrasi kegiatan perdagangan di pasar tradisional. (sumber: istimewa)
JAKARTA, SabangMerauke News - Beberapa komoditas utama mengalami kenaikan di pasar tradisional, Jumat, 12 Juni 2026. Sebagian lainnya justru turun cukup dalam. Data tersebut tercatat dalam Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS).
Kenaikan paling terlihat terjadi pada kelompok beras. Hampir seluruh kategori mengalami penguatan harga. Perubahan memang tidak besar. Meski begitu, tren kenaikan mulai terlihat konsisten.
Harga beras kualitas super I mencapai Rp17.550 per kilogram. Angka itu naik Rp50 dibanding sebelumnya. Beras kualitas super II menjadi Rp17.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada kelompok medium.
Beras medium I tercatat Rp16.250 per kilogram. Beras kualitas bawah II menjadi Rp14.650 per kilogram. Keduanya mengalami kenaikan tipis. Perubahan tersebut memperlihatkan tekanan harga mulai merata.
Sementara itu, beras medium II tidak berubah. Harga bertahan di Rp16.050 per kilogram. Beras kualitas bawah I juga stagnan. Nilainya tetap Rp14.650 per kilogram.
Bawang Putih Jadi Komoditas Terpanas
Jika beras naik perlahan, bawang putih bergerak lebih agresif. Komoditas ini mencatat lonjakan tertinggi hari ini. Kenaikannya mendekati delapan persen. Angka tersebut cukup mencolok dibanding komoditas lain.
Harga bawang putih ukuran sedang kini mencapai Rp41.900 per kilogram. Nilai itu naik Rp3.050 dari hari sebelumnya. Kenaikan tersebut menjadi perhatian pedagang. Sebab perubahan terjadi dalam waktu singkat.
Bawang merah juga ikut naik. Harga rata-rata mencapai Rp55.600 per kilogram. Nilai tersebut meningkat Rp1.250. Kenaikan terjadi hampir di banyak daerah.
Pedagang mengaku pasokan masih tersedia. Meski demikian, harga belum menunjukkan tanda penurunan. Perubahan biaya distribusi ikut memengaruhi harga jual. Kondisi itu membuat pasar bergerak lebih cepat.
Minyak Goreng Merangkak
Harga minyak goreng kembali menunjukkan pergerakan naik. Produk kemasan mengalami kenaikan tipis. Kenaikan terjadi pada dua kelompok merek. Angkanya memang kecil, tetapi tetap terasa.
Minyak goreng kemasan merek satu kini Rp24.200 per kilogram. Nilai tersebut naik Rp150. Sementara merek dua menjadi Rp23.300 per kilogram. Keduanya bergerak ke zona positif.
Situasi berbeda terlihat pada minyak goreng curah. Harga justru turun tipis. Nilainya menjadi Rp20.600 per kilogram. Penurunan tersebut memberi sedikit ruang bagi konsumen.
Perbedaan harga ini menunjukkan pasar sedang mencari keseimbangan baru. Produk kemasan bergerak naik. Produk curah bergerak turun. Pola seperti ini sering muncul saat distribusi mengalami penyesuaian.
Cabai Kehilangan Taji
Saat beras dan bawang naik, cabai justru bergerak berlawanan. Hampir seluruh jenis cabai mengalami penurunan harga. Bahkan beberapa komoditas turun cukup dalam. Kondisi itu membuat pedagang harus beradaptasi cepat.
Cabai merah keriting mencatat penurunan terbesar. Harga turun menjadi Rp57.050 per kilogram. Persentase penurunannya mencapai 6,48 persen. Angka itu menjadi yang terdalam hari ini.
Cabai merah besar juga ikut turun. Harga kini berada di Rp61.950 per kilogram. Penurunan mencapai lebih dari empat persen. Pasar terlihat lebih longgar dibanding pekan sebelumnya.
Cabai rawit merah turun menjadi Rp75.250 per kilogram. Sementara cabai rawit hijau menjadi Rp54.250 per kilogram. Kedua komoditas tersebut kehilangan sebagian nilainya. Penurunan terjadi secara bersamaan.
Bagi pembeli, situasi ini cukup menguntungkan. Harga cabai menjadi lebih ramah. Pengeluaran dapur sedikit berkurang. Setidaknya ada penyeimbang saat beras dan bawang naik.
Gula Pasir Bertahan
Di tengah pergerakan banyak komoditas, gula pasir memilih bertahan. Tidak ada kenaikan. Tidak ada penurunan. Harga tetap berada pada posisi sebelumnya.
Gula pasir lokal tercatat Rp19.100 per kilogram. Angka tersebut tidak berubah. Gula premium juga tetap. Nilainya bertahan di Rp20.250 per kilogram.
Kestabilan gula memberi sedikit kepastian bagi konsumen. Pedagang juga lebih mudah menyusun harga jual. Komoditas ini menjadi salah satu yang paling tenang. Tidak banyak gejolak terjadi.
Kondisi tersebut berbeda dengan komoditas hortikultura. Harga bawang dan cabai lebih sensitif. Perubahan pasokan cepat memengaruhi pasar. Gula relatif lebih stabil.
Harga Daging dan Telur Bergerak
Kelompok protein hewani juga menunjukkan arah berbeda. Sebagian naik tipis. Sebagian lagi turun. Pola ini membuat pasar semakin dinamis.
Telur ayam ras segar turun menjadi Rp30.200 per kilogram. Penurunan mencapai Rp200. Meski kecil, perubahan tetap memberi efek. Terutama bagi pelaku usaha kuliner.
Daging ayam ras segar turun lebih besar. Harga kini Rp37.200 per kilogram. Penurunannya mencapai 2,49 persen. Kondisi tersebut memberi ruang bagi konsumen.
Sebaliknya, daging sapi kualitas I justru naik tipis. Harga mencapai Rp148.650 per kilogram. Kenaikan memang sangat kecil. Nilainya hanya sekitar 0,1 persen.
Daging sapi kualitas II bergerak turun. Harga menjadi Rp139.650 per kilogram. Penurunan tercatat 0,32 persen. Pasar menunjukkan arah yang tidak seragam.
Konsumen Diminta Cermat
Perubahan harga pangan selalu berdampak langsung. Rumah tangga menjadi kelompok pertama yang merasakannya. Pedagang juga harus menyesuaikan strategi. Setiap kenaikan dan penurunan memengaruhi perputaran pasar.
Beras masih menjadi komoditas utama. Pergerakannya selalu diperhatikan. Saat harga naik, dampaknya cepat terasa. Sebab hampir seluruh keluarga membutuhkannya setiap hari.
Bawang putih juga menjadi perhatian baru. Lonjakan hampir delapan persen cukup besar. Jika tren berlanjut, harga makanan bisa ikut berubah. Terutama sektor kuliner skala kecil.
Di sisi lain, turunnya harga cabai memberi napas segar. Konsumen memperoleh sedikit ruang penghematan. Pasar menunjukkan keseimbangan unik. Ada komoditas yang naik, ada pula yang turun.
Pergerakan harga pangan Jumat, 12 Juni 2026, menjadi gambaran dinamika pasar nasional. Beras, bawang putih, bawang merah, dan minyak goreng bergerak naik. Cabai, telur, serta daging ayam bergerak turun. Konsumen kini menunggu arah harga pada pekan berikutnya. R-02

