Pemko Pekanbaru Gaspol Bersihkan Kota! Tenaga OP Dapat Mobil Operasional dan Hadiah Umrah
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyiapkan 15 unit kendaraan operasional untuk mendukung kerja tenaga Operasional dan Pemeliharaan (OP) yang bertugas di seluruh kecamatan di Kota Pekanbaru. Foto: Dok SM News
RIAU, SabangMerauke News – Pemerintah Kota Pekanbaru terus memperkuat upaya penanganan kebersihan dan pemeliharaan lingkungan di tingkat kecamatan. Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyiapkan 15 unit kendaraan operasional untuk mendukung kerja tenaga Operasional dan Pemeliharaan (OP) yang bertugas di seluruh kecamatan di Kota Pekanbaru.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemko Pekanbaru untuk mempercepat penanganan persoalan sampah, drainase, hingga berbagai masalah lingkungan yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat. Tidak hanya menyediakan kendaraan, para tenaga OP juga dibekali perlengkapan kerja lengkap agar mampu bergerak cepat di lapangan.
“Mobil operasional sudah kami siapkan sebanyak 15 unit untuk tenaga OP di kecamatan. Peralatan kerja juga sudah tersedia, termasuk sekop dan perlengkapan lainnya,” kata Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Senin (8/6/2026).
Penyediaan kendaraan operasional tersebut diyakini akan meningkatkan efektivitas kerja tenaga OP, terutama dalam menjangkau titik-titik permasalahan lingkungan di wilayah kecamatan. Setiap kendaraan nantinya akan ditempatkan di masing-masing kecamatan untuk mendukung mobilitas petugas.
Agung menegaskan, keberadaan tenaga OP bukan hanya untuk melakukan pekerjaan teknis pemeliharaan drainase semata. Mereka juga memiliki tanggung jawab membantu menjaga kebersihan lingkungan dan turun langsung menangani persoalan sampah apabila ditemukan tumpukan di wilayah kerja.
Menurutnya, tenaga OP harus menjadi garda terdepan dalam membantu pemerintah kecamatan menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman bagi masyarakat. Karena itu, para petugas diminta selalu siap siaga ketika muncul persoalan di lapangan.
“Jika masih ada sampah yang bertumpuk, tenaga OP juga harus turun membantu. Kita ingin menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama,” ujar Agung.
Langkah yang dilakukan Pemko Pekanbaru ini sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memperbaiki wajah kota. Persoalan sampah dan drainase selama ini menjadi perhatian utama karena berdampak langsung terhadap kenyamanan masyarakat, termasuk potensi banjir di sejumlah kawasan ketika hujan deras turun.
Selain memperkuat fasilitas kerja, Agung Nugroho juga menerapkan pendekatan berbasis motivasi kepada tenaga OP. Ia menyiapkan penghargaan khusus bagi petugas maupun kecamatan yang mampu menunjukkan hasil kerja terbaik dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Bahkan, penghargaan tersebut tidak hanya berupa bonus biasa. Wali Kota Pekanbaru itu menjanjikan hadiah umrah bagi tenaga OP yang dinilai memiliki dedikasi dan kinerja terbaik.
“Kalau kecamatannya bersih dan kinerjanya bagus, saya akan berikan bonus. Bahkan, ada yang akan saya berangkatkan umrah,” ungkap Agung.
Pernyataan tersebut langsung menjadi perhatian karena dinilai sebagai bentuk apresiasi nyata terhadap petugas lapangan yang selama ini bekerja menjaga kebersihan kota. Program penghargaan ini diharapkan mampu meningkatkan semangat kerja para tenaga OP di seluruh kecamatan.
Tidak berhenti di situ, Agung juga menerapkan sistem pengawasan ketat terhadap pekerjaan tenaga OP. Ia meminta seluruh camat aktif melakukan pemantauan dan melaporkan hasil pekerjaan petugas setiap hari.
Sistem pelaporan dilakukan melalui aplikasi pesan WhatsApp dengan menyertakan dokumentasi visual berupa foto sebelum dan sesudah pekerjaan dilakukan. Dengan cara ini, Wali Kota dapat langsung mengevaluasi efektivitas kerja tenaga OP di lapangan.
“Saya minta seluruh camat mengunggah pekerjaan tenaga OP setiap pagi dan melaporkannya kepada saya. Saya ingin melihat lokasi yang dikerjakan serta perbandingan kondisi sebelum dan sesudah penanganan,” tegas Agung.
Pola pengawasan berbasis dokumentasi tersebut dinilai dapat meningkatkan disiplin kerja serta memastikan setiap persoalan lingkungan benar-benar ditangani secara maksimal. Selain itu, sistem ini juga menjadi alat evaluasi terhadap kinerja kecamatan dalam menjaga kebersihan wilayah masing-masing.
Pemko Pekanbaru berharap keberadaan tenaga OP dengan dukungan kendaraan operasional dan perlengkapan kerja memadai dapat mempercepat penanganan berbagai persoalan lingkungan perkotaan. Pemerintah juga ingin membangun budaya kerja cepat tanggap terhadap keluhan masyarakat.
Dengan langkah tersebut, Agung Nugroho menargetkan kondisi kebersihan Kota Pekanbaru semakin membaik dan mampu menciptakan lingkungan yang lebih tertata. Pemerintah kecamatan pun diminta aktif berkolaborasi dengan tenaga OP agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih optimal.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemko Pekanbaru membangun sistem pelayanan kebersihan yang lebih terukur, responsif, dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat di tingkat bawah. (R-05)

