Agung Nugroho dan SF Hariyanto Bersatu, Galian C Perusak Jalan Terancam Ditertibkan
Ilustrasi dan infografis kolaborasi Pemprov Riau dan Pemko Pekanbaru menertibkan aktivitas Galian C. Foto: SM News/Created by AI
RIAU, SabangMerauke News - Aktivitas galian C di Riau memasuki babak baru. Pemerintah mulai menyiapkan langkah tegas. Kerusakan jalan menjadi sorotan utama. Kontribusi daerah ikut dipertanyakan kembali.
Perhatian tertuju pada aktivitas pertambangan galian C. Pemprov Riau bersama Pemko Pekanbaru menyatakan kesiapan memperketat pengawasan. Langkah tersebut muncul setelah berbagai dampak mulai terlihat. Infrastruktur jalan menjadi korban paling nyata.
Setiap hari truk pengangkut material berlalu-lalang. Beban berat menghantam badan jalan tanpa henti. Aspal yang sebelumnya mulus perlahan berubah rusak. Kondisi itu memicu kekhawatiran banyak kalangan.
Masalahnya tidak berhenti pada kerusakan jalan. Aktivitas galian C juga dikaitkan dengan kepatuhan administrasi pelaku usaha. Sejumlah perusahaan disebut belum optimal dalam memenuhi kewajiban. Situasi tersebut membuat pemerintah mulai mengambil langkah lebih serius.
Pembahasan penanganan galian C berlangsung intensif. Pertemuan digelar di Kompleks Perkantoran Tenayan Raya. Agenda itu mempertemukan Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kota Pekanbaru. Fokus utama tertuju pada strategi pengawasan terpadu.
Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, menilai persoalan ini tidak bisa dianggap biasa. Aktivitas pertambangan nonlogam dan batuan memberi dampak luas. Efeknya tidak hanya terasa pada lingkungan. Infrastruktur publik ikut menerima tekanan besar. "Aktivitas galian C cukup luar biasa dampaknya," katanya.
Menurutnya, kendaraan pengangkut material menjadi faktor penting. Intensitas lalu lintas angkutan berat mempercepat kerusakan jalan. Kondisi itu menambah beban anggaran perbaikan infrastruktur. Daerah akhirnya harus mengeluarkan biaya lebih besar.
SF Hariyanto menegaskan kolaborasi lintas daerah akan diperkuat. Pemerintah kabupaten dan kota diajak bergerak bersama. Pengawasan tidak lagi dilakukan secara terpisah. Pendekatan terpadu dinilai lebih efektif. "Kami akan bekerja sama dengan seluruh daerah," tambah SF Hariyanto.
Kerja sama tersebut tidak hanya menyasar aspek pengawasan. Pemerintah juga ingin meningkatkan kepatuhan administrasi pelaku usaha. Berbagai persyaratan yang masih tertunda diminta segera diselesaikan. Langkah itu diharapkan meningkatkan penerimaan daerah.
Di lapangan, cerita mengenai galian C sudah lama terdengar. Banyak ruas jalan mengalami kerusakan lebih cepat. Lubang muncul di sejumlah titik strategis. Keluhan masyarakat terus berdatangan dari berbagai wilayah.
Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan menarik. Siapa yang menanggung dampak terbesar? Warga merasakan ketidaknyamanan setiap hari. Pemerintah harus menyediakan anggaran tambahan untuk perbaikan.
Di sisi lain, pembangunan juga membutuhkan material. Batu, pasir, dan tanah menjadi kebutuhan utama proyek konstruksi. Aktivitas galian C menjadi bagian penting dari roda pembangunan. Karena itu, penataan dinilai lebih tepat dibanding penghentian total.
Di tengah situasi tersebut, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan dukungannya. Ia menilai pengawasan harus dilakukan lebih terkoordinasi. Sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah menjadi kunci. Langkah bersama dianggap mampu mempercepat penertiban.
Agung bahkan mengusulkan pembentukan satuan tugas khusus. Satgas itu akan bekerja langsung di lapangan. Tim gabungan tersebut bertugas melakukan penataan aktivitas galian. Pengawasan juga dapat berjalan lebih terukur. "Kami mengusulkan pembentukan satgas bersama," kata Agung Nugroho di Pekanbaru, Selasa, 9 Juni 2026.
Menurut Agung, keberadaan satgas akan memperkuat koordinasi. Informasi lapangan dapat diperoleh lebih cepat. Temuan pelanggaran bisa langsung ditindaklanjuti. Efektivitas pengawasan diharapkan meningkat signifikan.
Rencana satgas langsung mendapat perhatian luas. Banyak kalangan menilai langkah itu cukup strategis. Pengawasan selama ini dinilai masih menghadapi berbagai kendala. Keterbatasan personel menjadi salah satu tantangan utama.
Satgas nantinya diproyeksikan untuk turun langsung ke lokasi. Area penambangan akan diperiksa secara berkala. Dokumen administrasi menjadi salah satu fokus pemeriksaan. Kepatuhan pelaku usaha akan dipantau lebih ketat.
Langkah tersebut juga mengirim pesan tegas. Pemerintah ingin memastikan seluruh pelaku usaha berjalan sesuai aturan. Aktivitas ekonomi tetap dapat berlangsung. Kepentingan publik juga harus terlindungi.
Bagi dunia usaha, pesan pemerintah cukup jelas. Kelengkapan administrasi tidak bisa diabaikan. Kewajiban perpajakan harus dipenuhi sesuai ketentuan. Kontribusi terhadap daerah menjadi perhatian penting.
SF Hariyanto menilai peningkatan kepatuhan memberi manfaat besar. Pendapatan daerah dapat bertambah secara optimal. Dana tersebut dapat kembali digunakan untuk membangun infrastruktur. Siklus pembangunan menjadi lebih sehat.
Di balik isu administrasi, persoalan jalan tetap menjadi perhatian utama. Jalan rusak sering memicu risiko kecelakaan. Aktivitas ekonomi masyarakat juga terganggu. Distribusi barang menjadi lebih lambat.
Kerusakan infrastruktur memiliki efek berantai. Biaya transportasi meningkat. Umur kendaraan menjadi lebih pendek. Masyarakat akhirnya menanggung dampak secara tidak langsung.
Karena itu, penanganan galian C menjadi isu strategis. Persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan tambang. Dampaknya menyentuh kehidupan masyarakat sehari-hari. Pemerintah ingin memastikan keseimbangan tetap terjaga.
Pekanbaru menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus. Pertumbuhan pembangunan berlangsung cukup pesat. Kebutuhan material konstruksi juga terus meningkat. Situasi itu membuat aktivitas galian semakin aktif.
Agung Nugroho menilai momentum penataan harus dimanfaatkan. Pengawasan yang kuat akan memberi kepastian hukum. Dunia usaha memperoleh aturan yang jelas. Masyarakat juga mendapat perlindungan lebih baik.
Rencana pembentukan satgas kini menjadi sorotan utama. Banyak pihak menunggu langkah lanjutan pemerintah. Keputusan tersebut dinilai dapat menjadi titik awal perubahan. Penataan yang selama ini diharapkan mulai menemukan jalannya.
Di tengah derasnya pembangunan Riau, persoalan galian C tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Truk-truk masih bergerak membawa material. Proyek-proyek masih terus berjalan. Aktivitas ekonomi tetap berdenyut.
Akan tetapi, pemerintah kini ingin memastikan setiap roda pembangunan bergerak seimbang. Jalan harus tetap terjaga. Administrasi wajib dipenuhi. Kontribusi daerah harus mengalir sesuai aturan.
Langkah kolaborasi antara Pemprov Riau dan Pemko Pekanbaru menjadi sinyal kuat. Pengawasan akan diperketat. Penertiban mulai disiapkan. Aktivitas galian C memasuki masa pengawasan baru.
Publik kini menunggu hasil nyata di lapangan. Satgas masih dalam tahap usulan. Harapan terhadap perubahan sudah mulai tumbuh. Pertanyaan besarnya tinggal satu, seberapa jauh langkah ini mampu mengubah wajah pengelolaan galian C di Riau. R-02

