Waduk Universitas Riau Makan Korban, Seorang Mahasiswa Tewas Saat Mencari Ikan
Seorang mahasiswa Universitas Riau ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di waduk kampus, Panam, Pekanbaru. Foto : Istimewa
PEKANBARU, SabangMerauke News - Seorang mahasiswa Universitas Riau ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di waduk kampus, Panam, Pekanbaru. Korban hilang saat menyelam mencari ikan bersama dua rekannya pada Kamis malam. Tim SAR gabungan menemukan jasad korban pada Jumat dini hari di kedalaman 43 meter.
Mahasiswa bernama Daffa, 20 tahun, berasal dari Desa Koto Timbun, Kabupaten Kampar, Riau. Korban tercatat sebagai mahasiswa Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan angkatan 2024. Insiden terjadi saat korban melakukan aktivitas menyelam bersama dua rekannya di waduk kampus.
Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi, menyebut laporan diterima sekitar Kamis malam. “Korban dilaporkan tenggelam pada Kamis malam sekitar pukul 20.30 WIB,” ujarnya, Jumat. Informasi awal diperoleh setelah rekan korban gagal menemukan Daffa di lokasi.
Menurut keterangan saksi, korban menyelam untuk mencari ikan di area waduk kampus. Dua rekannya berhasil kembali ke permukaan setelah menyelesaikan aktivitas penyelaman tersebut. Namun korban tidak muncul sehingga memicu upaya pencarian darurat di lokasi.
Laporan kemudian diteruskan petugas keamanan kampus kepada Kantor SAR Pekanbaru untuk penanganan. Tim Rescue SAR Pekanbaru segera bergerak menuju lokasi setelah menerima informasi kejadian. Pencarian dilakukan melalui penyelaman dan penyisiran pada titik dugaan tenggelam korban.
Setelah pencarian berlangsung beberapa jam, tim akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal. “Pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.10 WIB, tim berhasil menemukan korban,” kata Budi. Korban ditemukan pada kedalaman 43 meter dari lokasi awal dugaan tenggelam.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi menuju Rumah Sakit Universitas Riau untuk penanganan lanjutan. Proses evakuasi berlangsung setelah tim memastikan posisi korban di dasar waduk. Operasi pencarian resmi ditutup setelah korban berhasil ditemukan dan dievakuasi.
Budi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas peristiwa tragis tersebut. “Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban,” ujar Budi. Ia juga mengapresiasi seluruh unsur SAR gabungan atas kerja cepat selama operasi.(R-04)

