Jembatan Danau Bingkuang Goyang Parah, Baut Hilang Bikin Polisi Panik
Ilustrasi dan infografis pengalihan arus lalu lintas Pekanbaru-Bangkinang akibat kerusakan jembatan Bingkuang. Foto: SM News/Created by AI
RIAU, SabangMerauke News - Jembatan Danau Bingkuang di Kampar mendadak bikin heboh. Jembatan itu bergoyang ketika dilintasi kendaraan. Video goyangan jembatan penghubung Riau-Sumbar itu langsung menyebar cepat di media sosial sejak Kamis malam. Polisi akhirnya menutup sementara satu jalur menuju Bangkinang demi keselamatan pengendara yang melintas.
Video amatir memperlihatkan lantai jembatan naik turun saat sepeda motor melewati sambungan bagian tengah jembatan. Getarannya terlihat jelas seperti papan bergelombang dan membuat pengendara memperlambat laju kendaraan mereka perlahan. Sebagian warga bahkan memilih berhenti sambil merekam kondisi jembatan yang mulai mengkhawatirkan.
Jembatan yang bergoyang berada pada jalur menuju Bangkinang dan Sumatera Barat dari arah Pekanbaru, Kamis, 28 Mei 2026. Sementara jalur sebelah menuju Pekanbaru masih dipakai kendaraan dan dianggap aman untuk dilintasi hingga sekarang. Meski begitu, suasana sekitar jembatan tetap dipenuhi pengendara penasaran sejak pagi tadi.
Warga mulai panik setelah melihat sambungan lantai jembatan tampak renggang dengan badan jalan di bagian ujung. Permukaan lantai jembatan juga terlihat sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan aspal jalan sekitar lokasi tersebut. Saat kendaraan melintas, bagian sambungan ikut bergerak dan membuat motor terasa bergoyang cukup keras.
Video viral itu pertama kali direkam warga bernama Nurdiana saat melintas di kawasan Jembatan Danau Bingkuang pada pagi hari. Ia mengaku curiga setelah melihat banyak kendaraan mendadak melambat saat memasuki area jembatan tersebut. Setelah mendekat, kondisi jembatan ternyata jauh lebih mengkhawatirkan dibandingkan dengan cerita warga sebelumnya.
“Yang arah Bangkinang bergoyang, kalau arah Pekanbaru masih aman,” ujar Nurdiana, Kamis, 28 Mei 2026. Ia mengetahui kondisi itu setelah mendapat kabar dari rekannya sejak Rabu malam sebelumnya. Menurut cerita temannya, sambungan jembatan sudah mulai renggang sejak malam hari.
Nurdiana mengaku banyak pengendara hampir kehilangan keseimbangan saat melewati bagian tengah jembatan yang bergoyang tersebut. Beberapa sepeda motor terlihat oleng karena lantai jembatan bergerak mengikuti tekanan kendaraan yang melintas perlahan. Kondisi itu membuat warga sekitar mulai takut melintasi jalur penghubung Riau-Sumbar tersebut.
“Banyak pengendara hampir jatuh saat melintas,” kata Nurdiana saat menceritakan suasana sekitar lokasi kejadian. Ia sebenarnya ingin melapor ke kantor desa setelah melihat kondisi jembatan semakin mengkhawatirkan pagi itu. Namun, kantor desa tutup sehingga ia memilih merekam video dan mengunggahnya di media sosial.
Tidak lama setelah video viral, Satlantas Polres Kampar langsung turun menuju lokasi untuk melakukan pengecekan kondisi jembatan. Polisi kemudian menutup sementara jalur menuju Bangkinang demi menghindari risiko terhadap pengendara yang melintas di kawasan tersebut. Arus kendaraan dialihkan dengan sistem contraflow melalui jembatan sebelah yang masih aman.
Kasat Lantas Polres Kampar, AKP Wulan Afdhalia Ramdhani, mengatakan personel langsung bergerak setelah menerima laporan masyarakat terkait jembatan bergoyang tersebut. Penutupan dilakukan sambil menunggu pemeriksaan teknis terhadap struktur jembatan yang mengalami kerusakan cukup serius. Polisi juga mengingatkan pengendara tetap berhati-hati selama melintasi kawasan Danau Bingkuang.
“Kami langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan,” ujar Wulan Afdhalia, Kamis malam, 28 Mei 2026. Polisi memastikan jalur penghubung Riau-Sumbar tetap bisa digunakan meski satu jembatan ditutup sementara. Pengaturan lalu lintas dilakukan agar antrean kendaraan tidak semakin panjang.
KBO Satlantas Polres Kampar, Ipda Ferry Irawan, menjelaskan bahwa kendaraan dari arah Pekanbaru dan Bangkinang kini memakai satu jalur secara bergantian. Sistem contraflow diterapkan sejak Jumat pagi, 29 Mei 2026, demi menjaga arus lalu lintas tetap berjalan normal setiap harinya. Petugas lalu lintas terlihat berjaga sepanjang kawasan jembatan hingga siang tadi.
“Kami melaksanakan rekayasa arus lalu lintas selama penutupan berlangsung,” kata Ferry Irawan. Pengendara diminta tidak melaju kencang saat memasuki kawasan jembatan untuk menghindari risiko kecelakaan. Jalur tersebut merupakan akses utama penghubung Riau menuju Sumatera Barat.
Di tengah ramainya pembicaraan warga, penyebab jembatan bergoyang akhirnya mulai terungkap setelah pemeriksaan dilakukan petugas teknis lapangan. Pejabat Pembuat Komitmen Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Riau, Afdirman Jufri, turun langsung memeriksa struktur jembatan. Hasil pengecekan menemukan kerusakan serius pada bagian tumpuan bearing jembatan tersebut.
“Jembatan mengalami kerusakan pada struktur tumpuan bearing,” ujar Afdirman Jufri, Kamis malam, 28 Mei 2026. Tim menemukan baut penting pada bagian tumpuan jembatan yang ternyata sudah hilang dari struktur baja tersebut. Akibatnya, pin pengunci antarstruktur baja mengalami kerusakan dan mulai peyot.
Yang bikin warga makin terkejut, baut pada bagian penting jembatan ternyata tinggal tersisa satu bagian saja sekarang. Sambungan antarbesi baja mulai renggang dan membuat getaran jembatan terasa semakin kuat saat kendaraan melintas. Tidak heran jika lantai jembatan terlihat seperti bergelombang pada video viral di media sosial.
“Pada bagian tumpuan, baut tinggal satu dan pin pengunci sudah rusak,” kata Afdirman Jufri. Tim teknis kini sedang membahas metode perbaikan sambil memastikan kondisi jembatan tetap aman digunakan nantinya. Penutupan sementara dilakukan agar kerusakan tidak semakin parah dalam beberapa hari mendatang.
Hilangnya baut penting tersebut kini mulai memunculkan banyak pertanyaan di tengah masyarakat Kampar sejak Jumat pagi tadi. Sebagian warga menduga baut dicuri, sementara lainnya menganggap kerusakan muncul akibat usia jembatan yang sudah tua. Polisi akhirnya turun melakukan pendalaman terkait penyebab baut bisa hilang dari struktur jembatan.
Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang, mengatakan kasus tersebut sedang diperiksa lebih lanjut oleh Satreskrim Polres Kampar. Polisi belum bisa memastikan penyebab hilangnya baut pada bagian penting jembatan penghubung Riau-Sumbar tersebut. Pemeriksaan lapangan masih berlangsung hingga sekarang.
“Kasus ini sedang didalami Satreskrim,” ujar Boby, Jumat, 29 Mei 2026. Polisi memastikan pengecekan dilakukan demi menjaga keselamatan masyarakat pengguna jalan nasional tersebut setiap harinya. Jalur itu termasuk akses vital aktivitas ekonomi dan perjalanan antarprovinsi.
Kini suasana sekitar Jembatan Danau Bingkuang masih dipenuhi kendaraan yang bergerak perlahan memakai sistem contraflow. Petugas sibuk mengatur arus sambil sesekali mengingatkan pengendara agar tidak berhenti terlalu lama di sekitar lokasi. Sementara warga terus membicarakan satu video sederhana yang membuka masalah besar tengah jalan nasional. R-02

