Warga Riau Jangan Panik! Pertamina Tambah Pasokan 266 Ribu Tabung LPG 3 Kg Saat Iduladha
Ilustrasi petugas memeriksa tabung LPG 3 kg. (ist)
RIAU, SabangMerauke News - Pertamina bergerak cepat menyambut Iduladha 1447 Hijriah di mana dapur warga bersiap memasak lebih lama. Gas melon mendadak menjadi barang paling dicari saat aroma gulai, rendang, dan sate mulai memenuhi kampung. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menambah pasokan 1,2 juta tabung LPG 3 kilogram untuk lima provinsi di Sumatera bagian utara.
Tambahan pasokan itu disiapkan demi menjaga aktivitas rumah tangga tetap aman selama momentum kurban berlangsung. Riau ikut mendapat jatah besar mencapai 266 ribu tabung atau setara 798 ton. Jalan distribusi mulai dipantau ketat agar warung hingga pangkalan tetap memiliki stok yang mencukupi.
Region Manager Retail Sales Pertamina Patra Niaga Sumbagut, I Gusti Bagus Suteja, mengatakan lonjakan kebutuhan gas sudah diprediksi sejak awal pekan. Aktivitas memasak saat Iduladha biasanya meningkat drastis dibandingkan dengan hari biasa. Situasi itu membuat distribusi energi rumah tangga harus dijaga lebih serius.
“Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyiapkan tambahan alokasi LPG 3 kilogram sebanyak 1.265.600 tabung,” ujar I Gusti Bagus Suteja, Selasa, 26 Mei 2026.
Jumlah tambahan itu tersebar ke berbagai wilayah Sumatera bagian utara dengan angka cukup besar. Sumatera Utara mendapat pasokan terbanyak mencapai 562.800 tabung selama periode Iduladha berlangsung. Aceh memperoleh 197.120 tabung, sementara Sumatera Barat menerima tambahan 162.400 tabung.
Kepulauan Riau juga ikut menikmati tambahan stok sebanyak 77.280 tabung untuk kebutuhan masyarakat setempat. Pertamina memprediksi konsumsi gas melon meningkat tajam saat hari pemotongan hewan kurban berlangsung. Aktivitas memasak massal menjadi pemicu utama melonjaknya penggunaan LPG subsidi tersebut.
Pemandangan berburu gas melon memang selalu muncul menjelang hari raya besar umat Islam setiap tahunnya. Warung kecil mendadak ramai sejak pagi karena warga takut stok cepat habis ketika dapur mulai sibuk. Situasi seperti ini membuat distribusi LPG menjadi perhatian utama pemerintah serta Pertamina.
Suteja menjelaskan bahwa pemantauan distribusi dilakukan setiap hari demi mencegah kelangkaan pada tingkat pangkalan resmi. Agen dan jaringan penyalur diminta aktif melaporkan perkembangan stok selama masa Iduladha berlangsung.
Langkah itu dilakukan supaya pasokan tetap bergerak stabil hingga pelosok daerah. “Kami terus berkoordinasi bersama agen dan pangkalan agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” kata Suteja.
Di Riau sendiri, tambahan pasokan menjadi kabar melegakan bagi banyak keluarga menjelang Hari Raya Kurban. Aktivitas memasak biasanya berlangsung sejak malam takbiran hingga beberapa hari sesudah penyembelihan hewan kurban selesai. Gas melon menjadi senjata utama dapur sederhana warga ketika tungku mulai bekerja tanpa henti.
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengingatkan masyarakat untuk membeli LPG melalui jalur resmi. Langkah itu penting demi menjaga harga tetap sesuai aturan pemerintah. Selain itu, masyarakat juga bisa memperoleh tabung berkualitas, aman, dan terjamin.
“Masyarakat diimbau membeli LPG 3 kilogram pada pangkalan resmi agar memperoleh harga sesuai HET,” ujar Fahrougi Andriani Sumampouw.
Pertamina juga meningkatkan pengawasan distribusi selama periode hari raya berlangsung agar subsidi tepat sasaran. Tim pemantau disiagakan untuk memonitor pergerakan distribusi dari agen hingga pangkalan kecil di daerah permukiman. Pengawasan itu dilakukan untuk menghindari permainan harga saat permintaan masyarakat meningkat tajam.
Iduladha memang punya cerita unik setiap tahunnya di banyak daerah Sumatera bagian utara. Saat sapi mulai dipotong, dapur rumah berubah seperti markas besar perang bumbu rempah. Panci besar mengepul sejak pagi, sementara kompor jarang berhenti menyala hingga larut malam.
Riau termasuk wilayah dengan konsumsi LPG subsidi cukup tinggi selama momen keagamaan berlangsung. Banyak warga memilih memasak bersama keluarga besar ketika daging kurban mulai dibagikan. Tradisi memasak ramai-ramai itu membuat kebutuhan gas meningkat berkali-kali lipat dibandingkan dengan hari normal.
Pertamina berharap tambahan pasokan mampu menekan potensi antrean panjang pada pangkalan resmi wilayah Sumbagut. Distribusi juga disiapkan fleksibel mengikuti kondisi lapangan selama masa Iduladha berlangsung. Jika ditemukan lonjakan kebutuhan mendadak, penyaluran tambahan dapat kembali dilakukan sewaktu-waktu.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi berjalan merata pada seluruh wilayah. Panic buying sering memicu kelangkaan sesaat meski stok sebenarnya masih aman. Situasi itu biasanya muncul akibat kekhawatiran warga menjelang hari besar keagamaan.
Gas melon kini bukan sekadar tabung hijau biasa bagi banyak keluarga sederhana Indonesia. Barang kecil itu berubah menjadi penentu hidupnya dapur ketika hari raya mulai datang. Saat sate mulai dibakar dan gulai mendidih perlahan, tabung LPG menjadi aktor paling sibuk selama Iduladha berlangsung.
Pertamina memastikan seluruh jaringan distribusi tetap siaga penuh hingga perayaan Iduladha selesai sepenuhnya. Koordinasi lintas daerah juga terus diperkuat demi menjaga stabilitas pasokan energi rumah tangga. Warga pun diharapkan tetap tenang selama kebutuhan LPG tersedia aman sepanjang hari raya kurban. R-02

