Kurban Sapi Idul Adha Presiden Prabowo Telan Dana APBN Rp 100 Miliar
Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok SM News
JAKARTA, SabangMerauke News - Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pengadaan 1.098 ekor sapi kurban Presiden pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026. Program bantuan kemasyarakatan tersebut menjadi salah satu agenda tahunan yang bertujuan membantu masyarakat di berbagai daerah sekaligus memberikan dukungan bagi peternak lokal.
Ribuan sapi tersebut akan didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia, mencakup provinsi, kabupaten, dan kota yang telah ditetapkan sebagai penerima bantuan. Pemerintah memastikan seluruh hewan kurban yang dipilih memenuhi persyaratan kesehatan hewan dan standar bobot yang telah ditentukan sebelum diserahkan kepada masyarakat.
Program sapi kurban Presiden tahun ini mencatat jumlah yang cukup besar. Dengan total 1.098 ekor sapi, rata-rata anggaran yang dikeluarkan pemerintah berada pada kisaran puluhan juta rupiah untuk setiap ekor hewan kurban, tergantung jenis, bobot, dan lokasi pengadaannya. Dana tersebut bersumber dari APBN yang dialokasikan melalui mekanisme bantuan kemasyarakatan menjelang Hari Raya Iduladha.
Selain menjadi bentuk kepedulian kepada masyarakat, pengadaan sapi kurban juga dimaksudkan untuk memberikan dampak ekonomi bagi peternak dalam negeri. Pemerintah membeli hewan kurban dari berbagai daerah sehingga peternak lokal memperoleh manfaat langsung dari program tersebut. Langkah ini dinilai mampu meningkatkan perputaran ekonomi di sektor peternakan yang selama ini menjadi salah satu penopang kebutuhan pangan nasional.
Pemilihan sapi kurban dilakukan melalui proses seleksi yang melibatkan pemerintah daerah dan instansi terkait. Setiap daerah mengusulkan hewan terbaik yang memenuhi syarat kesehatan, umur, dan bobot. Setelah melalui pemeriksaan ketat, sapi-sapi tersebut ditetapkan sebagai bagian dari bantuan Presiden untuk masyarakat di daerah masing-masing.
Program serupa sebenarnya telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Pada pelaksanaan Iduladha sebelumnya, Presiden juga menyalurkan ratusan hingga hampir seribu ekor sapi kurban ke berbagai wilayah Indonesia. Tahun 2026, jumlahnya meningkat menjadi 1.098 ekor sehingga menjangkau lebih banyak penerima manfaat di berbagai daerah.
Pemerintah menegaskan bahwa distribusi bantuan hewan kurban tidak hanya difokuskan pada daerah perkotaan, tetapi juga menyasar wilayah terpencil dan kawasan yang membutuhkan dukungan sosial. Dengan demikian, manfaat program dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat di berbagai penjuru Tanah Air.
Di sisi lain, penggunaan APBN untuk pengadaan sapi kurban Presiden turut menjadi perhatian publik karena nilai anggarannya yang mencapai Rp100 miliar. Meski demikian, pemerintah menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari bantuan kemasyarakatan yang telah dianggarkan dan dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku. Dana yang digunakan mencakup proses pengadaan, pemeriksaan kesehatan, distribusi, hingga penyaluran kepada penerima manfaat.
Pengadaan sapi dalam jumlah besar juga memberi peluang bagi peternak daerah untuk memasarkan ternak unggul mereka. Banyak sapi yang dipilih memiliki bobot mencapai lebih dari satu ton dan berasal dari peternakan rakyat yang telah memenuhi standar kesehatan hewan. Kondisi ini dinilai dapat menjadi stimulus positif bagi pengembangan usaha peternakan nasional.
Menjelang Iduladha, pemerintah bersama pemerintah daerah terus melakukan koordinasi guna memastikan seluruh sapi kurban tiba di lokasi tujuan dalam kondisi sehat. Pengawasan dilakukan sejak proses pemilihan hingga distribusi untuk menghindari risiko penyakit hewan maupun kendala logistik yang dapat menghambat penyaluran bantuan.
Berdasarkan data pemerintah, setiap provinsi mendapatkan alokasi sapi kurban Presiden yang dipilih dari peternak terbaik di wilayah masing-masing. Selain memenuhi syarat sebagai hewan kurban, sapi-sapi tersebut juga harus lolos pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh oleh petugas veteriner guna menjamin keamanan dan kelayakan konsumsi masyarakat.
Dengan total 1.098 ekor sapi dan dukungan anggaran sekitar Rp100 miliar, program kurban Presiden tahun 2026 menjadi salah satu penyaluran bantuan kemasyarakatan terbesar menjelang Hari Raya Iduladha. Pemerintah berharap bantuan tersebut tidak hanya membantu masyarakat yang menerima daging kurban, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi peternak dan pelaku usaha di sektor peternakan nasional. (R-05)

