Riau Membara Lagi, Helikopter Water Bombing Dikerahkan ke Tiga Daerah Karhutla
Dua petugas Manggala Agni memastikan sebaran air dari helikopter benar-benar menghujani kobaran api. (ist)
RIAU, SabangMerauke News - Kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla Riau kembali bikin langit memucat sejak Rabu, 28 Mei 2026. Sebanyak 11 titik panas terdeteksi tersebar di empat daerah berbeda, sementara api dan asap masih bertahan di tiga lokasi rawan. Tim gabungan langsung bergerak memakai jalur darat hingga helikopter water bombing demi mencegah kebakaran meluas.
Kepala BPBD Damkar Riau, Muhammad Edy Afrizal, mengungkapkan titik panas muncul di Rokan Hulu, Siak, Kuansing, dan Pelalawan. Data terbaru menunjukkan tiga titik panas berada di Rokan Hulu, tiga titik di Siak, satu titik di Kuansing, serta empat titik di Pelalawan. Situasi itu membuat tim pemadaman terus berjaga sejak pagi hingga malam.
“Untuk titik panas di Riau ada 11 titik tersebar di beberapa daerah,” kata Afrizal. Tim gabungan juga menemukan tiga lokasi aktif yang masih memunculkan api dan asap pekat. Kondisi itu membuat pemadaman dilakukan dengan berbagai cara sekaligus.
Lokasi pertama berada di Kabupaten Siak, tepatnya di Kecamatan Kandis. Di kawasan itu, api kecil masih terlihat muncul dari lahan gambut kering sejak pagi hari. Asap tipis juga terus membubung, membuat helikopter water bombing bolak-balik menjatuhkan air.
Tim darat terlihat membuka akses menuju titik api memakai peralatan sederhana dan selang panjang. Cuaca panas membuat bara cepat hidup meski sempat padam beberapa kali. Kondisi lahan gambut juga membuat api menyelinap di bawah permukaan tanah.
“Di Kandis masih ditemukan titik api dan asap sehingga pemadaman terus berlangsung,” ujar Afrizal. Helikopter water bombing juga masih disiagakan untuk membantu pendinginan area terbakar. Fokus utama saat ini mencegah api menjalar menuju lahan lain.
Titik kedua berada di Desa Ranah Singkuang, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar. Lokasi itu sempat membuat warga sekitar waswas akibat asap yang muncul sejak beberapa hari terakhir. Namun, kondisi terbaru menunjukkan api mulai berhasil dipadamkan.
Meski api padam, tim gabungan tetap melakukan pendinginan di sekitar area bekas terbakar. Helikopter water bombing masih diterbangkan untuk memastikan bara tidak kembali muncul. Petugas juga terus memantau arah angin dan cuaca sekitar lokasi.
“Di Kampar kondisi api sudah padam dan sekarang masuk tahap pendinginan,” kata Afrizal. Tim darat tetap berjaga karena lahan gambut mudah memunculkan bara tersembunyi. Situasi itu membuat pengawasan belum bisa dihentikan sepenuhnya.
Sementara itu, titik ketiga berada di Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir. Kawasan ini masih dipenuhi asap tipis yang terlihat membentang di beberapa titik lahan terbakar. Pemadaman juga dilakukan dengan dukungan helikopter water bombing sejak siang hari.
Petugas menghadapi tantangan cukup berat akibat akses menuju lokasi yang cukup sulit dilalui kendaraan besar. Beberapa personel bahkan harus berjalan kaki membawa peralatan menuju titik asap aktif. Meski begitu, proses pemadaman terus dipaksakan berjalan tanpa jeda panjang.
“Asap masih terlihat di Rantau Bais dan pemadaman terus dilakukan,” ujar Afrizal. Tim gabungan berusaha memastikan tidak ada api tersisa di bawah permukaan lahan gambut. Pendinginan terus dilakukan sampai kondisi benar-benar aman.
Karhutla memang selalu datang membawa cerita panjang setiap musim panas tiba di Riau. Api kecil bisa berubah ganas hanya karena cuaca panas dan angin kencang beberapa jam saja. Situasi itu membuat seluruh personel pemadaman harus bergerak cepat sebelum kebakaran melebar.
Hingga Rabu malam, tim gabungan masih bertahan di sejumlah titik pemadaman Karhutla Riau. Helikopter water bombing juga terus disiapkan menghadapi kemungkinan munculnya titik api baru. BPBD Damkar Riau memastikan proses pemadaman terus berlangsung sampai api benar-benar hilang. R-02

