Pengeroyokan Brutal di Kampar, Korban Dipukul Pakai Kayu Sampai Masuk Rumah
Dua pria terduga pelaku penganiayaan di Desa Bina Baru, Kampar Kiri, ditangkap polisi. (ist)
RIAU, SabangMerauke News - Warga Desa Bina Baru, Kabupaten Kampar, dihebohkan dengan perkelahian tak seimbang, Senin malam, 25 Mei 2026. Seorang pria bernama Pijor dikeroyok tiga orang hingga berlari menyelamatkan diri ke dalam rumah. Kayu beterbangan, kaca pecah, sementara teriakan panik terdengar dari dalam rumah korban malam itu.
Kasus pengeroyokan tersebut akhirnya membuat polisi turun memburu para pelaku yang terlibat dalam penyerangan brutal. Dua pelaku berhasil diamankan Polsek Kampar Kiri Hilir tanpa perlawanan pada Jumat, 29 Mei 2026. Sementara satu pelaku lainnya masih kabur dan masuk daftar pencarian kepolisian.
Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Ramadhan, melalui Kapolsek Kampar Kiri Hilir, AKP Era Maifo, menjelaskan motif pengeroyokan dipicu rasa sakit hati. Ketiga pelaku diketahui merupakan warga Desa Bina Baru, Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kabupaten Kampar. Polisi langsung bergerak setelah menerima laporan dari istri korban bernama Samini, 48 tahun.
“Motif pelaku diduga karena sakit hati,” ujar Era Maifo. Polisi kemudian melakukan penyelidikan setelah laporan masuk ke Polsek Kampar Kiri Hilir beberapa waktu lalu. Informasi lapangan langsung dikumpulkan untuk memburu pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut.
Peristiwa itu bermula saat suasana rumah korban masih tenang pada malam hari di Desa Bina Baru. Samini sedang tertidur di ruangan tengah rumah ketika mendengar suara ribut dari belakang rumahnya. Suara gaduh tersebut membuat suasana malam mendadak berubah tegang dan bikin penghuni rumah terkejut.
Saat pintu rumah dibuka, Samini langsung melihat suaminya sedang dipukuli beberapa pria malam itu. Korban dihantam menggunakan kayu secara bertubi-tubi hingga berusaha menyelamatkan diri menuju ke dalam rumah. Situasi berlangsung kacau karena pelaku terus mengejar korban sambil membawa sebatang kayu.
“Saat pintu dibuka, istri korban melihat suaminya dipukuli para pelaku,” kata Era Maifo. Korban terus dipukul saat mencoba masuk ke dalam rumah untuk menghindari serangan pelaku malam tersebut. Dalam kondisi panik, korban kemudian mengambil kapak dari dapur rumahnya.
Aksi korban mengambil kapak membuat para pelaku langsung berlarian meninggalkan lokasi pengeroyokan malam itu. Namun, suasana ternyata belum benar-benar selesai meski korban berhasil masuk ke dalam rumahnya. Selang beberapa waktu kemudian, para pelaku kembali datang menuju rumah korban dengan emosi memuncak.
Kedatangan pelaku kedua kali membuat suasana rumah korban berubah semakin mencekam dan penuh ketakutan. Pelaku disebut mendobrak pintu rumah sambil memecahkan kaca jendela menggunakan benda keras malam itu. Bunyi pecahan kaca terdengar keras dan membuat penghuni rumah semakin panik.
“Selang beberapa waktu, pelaku kembali mendobrak pintu dan memecahkan kaca jendela,” ujar Era Maifo. Polisi menduga emosi pelaku masih memuncak saat kembali mendatangi rumah korban pada malam kejadian. Aksi brutal tersebut membuat keluarga korban mengalami ketakutan cukup besar setelah pengeroyokan berlangsung.
Setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Kampar Kiri Hilir langsung bergerak melakukan penyelidikan lapangan. Polisi mencari keberadaan para pelaku berdasarkan informasi masyarakat sekitar Desa Bina Baru dalam beberapa hari terakhir. Perburuan tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah dua pelaku berhasil ditemukan polisi.
Dua pelaku berinisial NU, 23 tahun, dan SA, 41 tahun, berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti. Polisi menangkap keduanya saat berada di kawasan Desa Bina Baru, Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kabupaten Kampar. Saat diperiksa, kedua pelaku juga mengakui keterlibatan mereka dalam aksi pengeroyokan tersebut.
“Selanjutnya pelaku dibawa menuju Polsek Kampar Kiri Hilir guna proses hukum lebih lanjut,” tegas Era Maifo. Polisi masih memburu satu pelaku lain yang kabur setelah pengeroyokan terhadap korban beberapa waktu lalu. Identitas pelaku sudah dikantongi dan pengejaran terus dilakukan oleh petugas lapangan.
Kasus pengeroyokan tersebut langsung menjadi perhatian warga sekitar Desa Bina Baru sejak beberapa hari terakhir. Banyak warga mengaku kaget karena penyerangan berlangsung brutal hingga menyebabkan kerusakan pada rumah korban. Situasi malam itu disebut sangat mencekam karena pelaku datang dalam kondisi emosi tinggi.
Peristiwa pengeroyokan juga meninggalkan trauma bagi keluarga korban setelah kejadian malam itu berlangsung cukup brutal. Rumah yang sebelumnya tenang mendadak berubah seperti lokasi penyerangan penuh amarah dan ketakutan. Korban juga harus menghadapi luka fisik sekaligus tekanan psikologis usai pengeroyokan terjadi.
Hingga Jumat malam, polisi masih terus mendalami kronologi lengkap pengeroyokan tersebut bersama sejumlah saksi sekitar. Polisi memastikan proses hukum terhadap pelaku tetap berjalan sambil memburu satu tersangka lain yang melarikan diri. Desa Bina Baru kini kembali tenang, meski cerita malam penuh amarah itu masih terasa membekas. R-02

