DPO Sabu Mandau Tumbang Tengah Malam, Polisi Sergap di Gang Sempit Talang Mandi
Seorang DPO penyalahgunaan narkoba berinisial ASS alias N akhirnya ditangkap Polsek Mandau. (ist)
RIAU, SabangMerauke News - Seorang buronan sabu akhirnya tumbang di Wonosobo, Kecamatan Mandau, Bengkalis. Tim Opsnal Reskrim Polsek Mandau menangkap ASS alias N, Rabu, 27 Mei 2026 malam. Pria 32 tahun itu sebelumnya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu.
Penangkapan berlangsung sekitar pukul 23.00 WIB di Gang Astri, Desa Talang Mandi, Kabupaten Bengkalis. Lokasi penangkapan cukup tersembunyi dan jauh dari keramaian warga malam itu. Namun, langkah ASS terhenti setelah polisi bergerak cepat menuju titik persembunyiannya.
Cerita penangkapan bermula dari pesan masuk ke WhatsApp Kapolres Bengkalis. Informasi warga menyebut buronan narkotika terlihat berada di kawasan Wonosobo Mandau. Tim Opsnal Reskrim Polsek Mandau langsung bergerak setelah menerima petunjuk tersebut.
Kapolsek Mandau, Kompol Primadona, membenarkan penangkapan buronan kasus sabu tersebut, Jumat, 29 Mei 2026. Ia menyebut tim langsung turun begitu informasi keberadaan tersangka diterima dari masyarakat. “Tim bergerak cepat menuju lokasi dan tersangka berhasil diamankan tanpa perlawanan,” ujar Kompol Primadona.
Gang Astri malam itu mendadak ramai setelah aparat datang melakukan penyergapan tertutup. Warga sekitar sempat penasaran melihat beberapa polisi memasuki kawasan permukiman dengan cepat. Tak lama kemudian, ASS keluar dari pengawalan petugas menuju kendaraan polisi.
Penangkapan berlangsung singkat tanpa aksi kejar-kejaran menegangkan seperti tayangan film kriminal televisi. ASS tampak pasrah saat polisi memastikan identitas serta status buron kasus narkotikanya. Polisi kemudian membawa tersangka menuju Polsek Mandau untuk pemeriksaan lanjutan.
Kasus narkotika di wilayah Bengkalis masih menjadi pekerjaan panjang aparat penegak hukum setempat. Peredaran sabu kerap muncul dari kawasan permukiman padat hingga jalur-jalur tersembunyi perkebunan. Polisi terus memburu pelaku lain demi memutus rantai peredaran barang haram tersebut.
Kompol Primadona mengapresiasi informasi masyarakat terkait keberadaan tersangka malam itu. Menurutnya, komunikasi warga sangat membantu pengungkapan berbagai kasus kriminal di wilayah Mandau. “Informasi sekecil apa pun sangat membantu proses pengungkapan tindak pidana,” kata Kompol Primadona.
Setelah diamankan, ASS langsung menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut di Polsek Mandau. Polisi masih mendalami kemungkinan keterlibatan jaringan lain dalam kasus penyalahgunaan narkotika tersebut. Pemeriksaan juga dilakukan guna menelusuri asal barang haram yang berkaitan dengan tersangka.
Warga Mandau belakangan semakin resah melihat maraknya kasus narkotika di lingkungan tempat tinggal mereka. Banyak masyarakat berharap penindakan tegas mampu membuat pelaku lain berpikir ulang untuk menjalankan bisnis haram. Apalagi, sabu dinilai merusak generasi muda dan memicu tindak kriminal lain.
Polres Bengkalis terus mengingatkan masyarakat agar aktif melaporkan aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkotika. Kerja sama warga dan aparat dinilai menjadi kunci utama untuk menekan kasus narkoba di daerah. Situasi keamanan lingkungan juga lebih mudah dijaga ketika informasi cepat diteruskan ke polisi.
Penangkapan ASS menjadi satu lagi cerita malam panjang perang melawan narkotika di Bengkalis. Gang sempit di Talang Mandi mendadak berubah menjadi lokasi akhir pelarian seorang buronan sabu. Polisi memastikan perburuan pelaku narkotika lain masih terus berjalan hingga jaringan benar-benar terputus. R-02

