Wak No Ditangkap di Tengah Sungai, 30 Kg Sabu Disembunyikan Bawah Jaring Nelayan
Petugas polisi dan Bea Cukai menangkap seorang nelayan beserta 30 kg Sabu di perairan Asahan. (ist)
SUMUT, SabangMerauke News - Perairan Sungai Asahan mendadak tegang pada Senin, 18 Mei 2026. Polisi menggagalkan penyelundupan 30 kilogram sabu dari Malaysia menggunakan sampan nelayan. Seorang pria bernama Tino Hardianto alias Wak No (54 tahun), ditangkap saat membawa barang haram tersebut menyusuri Sungai Asahan, Sumatera Utara.
Penangkapan berlangsung pukul 07.40 WIB setelah polisi menerima informasi dari masyarakat. Tim Ditresnarkoba Polda Sumut lalu berkoordinasi bersama Bea Cukai Teluk Nibung melakukan patroli laut. Fokus pencarian diarahkan ke jalur perairan yang diduga menjadi lintasan penyelundupan narkoba internasional.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Andy Arisandi, mengatakan tim menemukan satu sampan mencurigakan melintas di perairan Asahan. Sampan silver tanpa nama itu langsung dihentikan untuk pemeriksaan. Dari atas perahu, petugas menemukan dua karung berisi puluhan bungkus sabu.
“Tim gabungan melakukan patroli di wilayah perairan Asahan sesuai informasi masyarakat,” kata Andy Arisandi, Kamis, 28 Mei 2026. Pemeriksaan kemudian dilakukan di tengah sungai sebelum sampan dibawa ke tepi. Polisi langsung mengamankan pengemudi sampan beserta seluruh barang bukti.
Karung pertama berisi 16 bungkus teh China merek Guan Yin Wang warna merah. Seluruh bungkus tersebut diduga berisi sabu dengan berat mencapai 16 kilogram. Polisi kemudian membuka karung kedua yang juga berisi paket serupa.
Dalam karung kedua, ditemukan 14 bungkus teh merek Guan Yin Wang. Berat seluruh isi karung mencapai 14 kilogram sabu. Total barang bukti yang disita mencapai 30 kilogram atau 30.000 gram.
Selain sabu, polisi juga menyita satu unit sampan kaluk warna silver tanpa identitas kapal. Sampan itu dipakai untuk mengangkut narkoba dari wilayah perairan Malaysia menuju Sumatera Utara. Barang bukti kemudian dibawa ke pangkalan patroli Bea Cukai Teluk Nibung.
Saat diperiksa, Wak No mengaku menjemput sabu dari seseorang di perbatasan Malaysia. Ia menjalankan tugas atas perintah pria berinisial Mail yang kini masih diburu polisi. Setelah mengambil barang, Wak No menunggu arahan lanjutan untuk pengiriman berikutnya.
“Tersangka mengaku diperintahkan seseorang bernama Mail,” ujar Andy Arisandi. Polisi masih mendalami jaringan pengiriman narkoba lintas negara tersebut. Penyidik juga memburu penerima barang yang diduga berada di wilayah Sumatera Utara.
Direktur Interdiksi Narkotika Bea Cukai, R Syarif Hidayat, mengatakan operasi gabungan dimulai sejak Sabtu, 17 Mei 2026. Tim menggunakan kapal patroli BC 1508 milik Bea Cukai Teluk Nibung. Operasi tersebut masuk dalam Joint Operation Gugus Tugas Jaring Sriwijaya 2026.
“Tim mendeteksi aktivitas mencurigakan dari sampan yang diduga berasal dari Malaysia,” kata Syarif Hidayat. Setelah dihentikan, petugas langsung memeriksa isi sampan secara menyeluruh. Dua karung berisi sabu ditemukan tersembunyi di bawah tumpukan jaring nelayan.
Pengujian menggunakan alat Rigaku menunjukkan bahwa isi paket positif mengandung metamfetamina atau sabu. Petugas kemudian memperketat pengamanan di sekitar lokasi penangkapan. Jalur perairan Asahan juga dipantau untuk mengantisipasi kemungkinan pergerakan jaringan lain.
Syarif Hidayat menilai jalur laut masih menjadi titik rawan penyelundupan narkoba internasional. Kapal kecil dan sampan nelayan sering dipakai pelaku agar tidak mudah dicurigai. Kondisi perairan yang ramai oleh aktivitas nelayan membuat pengiriman narkoba sulit terdeteksi.
“Peredaran narkotika menjadi ancaman serius bagi generasi muda,” ujar Syarif Hidayat. Pengawasan di wilayah laut akan terus diperkuat untuk menekan penyelundupan narkoba dari luar negeri. Kerja sama antarinstansi juga diperluas agar jaringan internasional lebih cepat terungkap.
Menurut perhitungan aparat, pengungkapan ini menyelamatkan sekitar 150 ribu jiwa dari penyalahgunaan narkoba. Nilai penghematan anggaran rehabilitasi korban diperkirakan mencapai Rp239 miliar. Angka tersebut berasal dari asumsi bahwa satu pengguna mengonsumsi 0,2 gram sabu.
Sementara itu, warga pesisir Tanjungbalai ikut heboh setelah kabar penangkapan menyebar luas. Banyak nelayan mengaku terkejut karena jalur harian mereka dipakai sindikat narkoba internasional. Sampan kecil yang terlihat biasa ternyata membawa puluhan kilogram sabu.
Humas Bea Cukai Teluk Nibung, Fahmi, membenarkan keterlibatan tim patroli laut dalam operasi tersebut. Bea Cukai membantu patroli dan pengamanan selama proses penangkapan berlangsung. Setelah pemeriksaan selesai, tersangka diserahkan ke Ditresnarkoba Polda Sumut.
“Bea Cukai membantu patroli bersama tim Ditresnarkoba Polda Sumut,” kata Fahmi. Polisi kini masih mengembangkan kasus tersebut untuk memburu jaringan lain. Jalur laut Malaysia menuju Sumatera Utara juga masuk pengawasan ketat aparat gabungan.
Kini Wak No ditahan di Mapolda Sumut untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi masih mengejar sosok Mail yang diduga menjadi penghubung jaringan internasional. Sementara sampan kaluk tanpa nama itu dipasangi garis polisi sebagai barang bukti penyelidikan. R-02

