Menaker Respons Demonstrasi Buruh Indomaret Terkait Tuntutan Upah Lembur
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli merespons demonstrasi buruh PT Indomarco Prismatama di Menara Indomaret, PIK, Jakarta Utara. Foto : Istimewa
JAKARTA, SabangMerauke News - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli merespons demonstrasi buruh PT Indomarco Prismatama di Menara Indomaret, PIK, Jakarta Utara. Massa buruh menuntut pembayaran upah lembur dan penghentian dugaan intimidasi terhadap pekerja perusahaan ritel tersebut. Pemerintah mengaku masih menunggu laporan hasil audiensi antara perwakilan buruh bersama Wakil Menteri Ketenagakerjaan.
Demonstrasi berlangsung sejak Selasa pagi di depan Menara Indomaret kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Massa tergabung dalam PUK SPAI FSPMI PT Indomarco Prismatama Tangerang bersama sejumlah organisasi buruh nasional. Aksi tersebut dipusatkan untuk menuntut hak pekerja terkait pembayaran kerja lembur perusahaan.
Pantauan lapangan menunjukkan massa mulai berkumpul sekitar pukul 09.40 WIB menggunakan atribut organisasi masing-masing. Bendera organisasi seperti Partai Buruh dan FSPMI tampak memenuhi area sekitar lokasi demonstrasi berlangsung. Massa aksi juga mendapatkan arahan langsung melalui mobil komando selama kegiatan berlangsung.
Menaker Yassierli mengaku belum menerima laporan lengkap terkait tuntutan massa buruh Indomaret tersebut. Saat ini, proses audiensi masih berlangsung bersama Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah di Jakarta. Pemerintah memilih menunggu hasil pembahasan sebelum menentukan langkah lanjutan terkait sengketa ketenagakerjaan tersebut.
“Belum, ini kan masih diterima Pak Wamen,” ujar Yassierli di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa. Ia menyebut laporan resmi terkait hasil audiensi belum diterimanya hingga aksi demonstrasi berlangsung siang hari. Pemerintah memastikan proses komunikasi antara pekerja dan perusahaan masih berjalan dalam jalur mediasi.
Buruh menyampaikan enam tuntutan utama selama aksi demonstrasi berlangsung di depan kantor pusat perusahaan tersebut. Salah satu tuntutan terbesar terkait pembayaran hak kerja lembur sesuai ketentuan perundang-undangan berlaku nasional. Massa juga menolak penggantian upah lembur menggunakan tambahan waktu libur kerja pekerja.
Selain persoalan lembur, massa buruh menyoroti dugaan tekanan terhadap pekerja selama proses internal perusahaan berlangsung. Mereka meminta penghentian segala bentuk pemaksaan maupun penggiringan pernyataan terhadap para pekerja perusahaan tersebut. Buruh juga mendesak penindakan tegas terhadap oknum diduga melakukan intimidasi terhadap pekerja.
Dalam spanduk tuntutan, massa meminta perusahaan mematuhi peraturan perusahaan serta Undang-undang Ketenagakerjaan nasional berlaku. Buruh menilai hubungan industrial sehat hanya tercipta melalui penghormatan hak normatif seluruh pekerja perusahaan. Mereka juga meminta manajemen tidak merusak hubungan industrial melalui kebijakan dianggap merugikan pekerja.
Aksi buruh berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan selama kegiatan berlangsung sejak pagi hingga siang hari. Massa terus menyampaikan orasi secara bergantian mengenai hak pekerja dan perlindungan ketenagakerjaan nasional. Situasi sekitar Menara Indomaret tetap terkendali meski jumlah peserta aksi cukup besar.
Persoalan pembayaran upah lembur kembali menjadi perhatian publik setelah aksi besar buruh Indomaret tersebut mencuat. Pemerintah diperkirakan segera memfasilitasi penyelesaian sengketa guna mencegah konflik industrial berkepanjangan dalam perusahaan ritel nasional. Hasil audiensi bersama Kementerian Ketenagakerjaan kini menjadi penentu langkah penyelesaian tuntutan para pekerja.(R-04)

