Sungai Kampar Kembali Makan Korban, Anak 13 Tahun Hilang Saat Lompat dari Jembatan Kuok
Tim SAR menelusuri aliran Sungai Kampar mencari seorang bocah yang tenggelam, Kamis sore, 14 Mei 2026. (ist)
RIAU, SabangMerauke News - Sungai Kampar kembali memakan korban saat belasan anak mandi di bawah Jembatan Kuok, Kamis sore, 14 Mei 2026. Seorang bocah bernama Rahmadani berusia 13 tahun dilaporkan tenggelam setelah terseret arus deras di kawasan sungai tersebut. Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 13.20 WIB dekat Empat Balai, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar.
Korban diketahui merupakan warga Desa Lereng yang siang itu bermain bersama sejumlah teman sebaya kawasan sungai. Suasana di bawah jembatan awalnya dipenuhi suara tawa anak-anak yang menikmati arus Sungai Kampar pada cuaca cukup terik. Namun, suasana mendadak berubah panik ketika salah seorang anak terlihat kesulitan bertahan menghadapi derasnya arus sungai.
Kepala Pusdalops PB BPBD Kabupaten Kampar, Adi Candra Lukita, menjelaskan kronologi kejadian tragis tersebut. Sebelum korban tenggelam, sekitar 15 anak diketahui mandi dan bermain air di bawah Jembatan Kuok bersama-sama siang hari. Sebagian anak bahkan terlihat memanjat tiang jembatan sebelum melompat menuju aliran Sungai Kampar.
“Sekitar 15 anak mandi dan bermain di bawah jembatan saat kejadian berlangsung,” kata Adi Candra Lukita, Kamis, 14 Mei 2026. Aktivitas bermain air memang sering dilakukan anak-anak di kawasan tersebut, terutama ketika cuaca sedang panas pada siang hari. Lokasi di bawah jembatan juga kerap menjadi tempat favorit remaja sekitar untuk berenang bersama teman-temannya.
Menurut Adi Candra, sebagian anak telah selesai mandi dan mulai naik menuju daratan sekitar lokasi kejadian berlangsung. Namun, masih terdapat dua anak yang bertahan di sungai ketika kondisi arus mulai terlihat cukup deras siang itu. Salah satu anak kemudian diduga terseret arus saat mencoba berenang mendekati tepian sungai di kawasan bawah jembatan.
“Salah seorang anak sempat berpegangan kepada temannya sebelum akhirnya terlepas dan hilang,” ujar Adi Candra Lukita. Momen tersebut membuat anak-anak lain langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar lokasi kejadian tragis tersebut. Kepanikan langsung pecah di bawah jembatan setelah tubuh korban tidak lagi terlihat di permukaan sungai.
Korban diketahui mengenakan kaus merah dan celana biru ketika peristiwa tenggelam terjadi siang itu di kawasan Kuok. Warga sekitar yang mendengar teriakan anak-anak segera mendatangi lokasi untuk melakukan pencarian awal sepanjang aliran sungai. Beberapa warga bahkan langsung turun menggunakan perahu kecil demi mencari keberadaan tubuh korban tenggelam.
Peristiwa tersebut dengan cepat menyebar ke kawasan sekitar Kecamatan Kuok hingga memancing perhatian banyak warga untuk mendatangi lokasi sungai. Arus Sungai Kampar saat kejadian memang terlihat cukup deras akibat kondisi cuaca di wilayah Kampar beberapa hari terakhir. Kondisi itu membuat proses pencarian korban menjadi cukup sulit bagi warga maupun tim penyelamat lapangan.
BPBD Kabupaten Kampar kemudian menurunkan Tim Satgas TRC menuju lokasi kejadian untuk membantu proses pencarian korban tenggelam. Petugas langsung melakukan penyisiran di sekitar bawah Jembatan Kuok hingga beberapa titik sepanjang aliran Sungai Kampar siang tersebut. Warga sekitar juga ikut membantu pencarian sambil memantau kemungkinan korban terbawa arus menuju hilir sungai.
Adi Candra Lukita mengatakan proses pencarian masih terus dilakukan hingga Kamis sore bersama unsur gabungan lapangan lainnya. Tim penyelamat berupaya memperluas area pencarian mengingat arus sungai cukup deras saat kejadian berlangsung di kawasan tersebut. Petugas juga terus berkoordinasi dengan warga sekitar demi mempercepat kemungkinan menemukan keberadaan korban.
“Tim Satgas TRC BPBD Kabupaten Kampar masih melakukan pencarian lokasi tenggelamnya korban,” kata Adi Candra Lukita. Ia juga meminta masyarakat tetap berhati-hati selama membantu pencarian agar tidak muncul korban baru di kawasan sungai tersebut. Faktor keselamatan menjadi perhatian utama mengingat arus Sungai Kampar masih cukup berbahaya sepanjang proses pencarian berlangsung.
BPBD Kabupaten Kampar turut mengimbau warga menggunakan perlengkapan keselamatan ketika ikut membantu proses pencarian korban tenggelam. Penggunaan pelampung maupun alat bantu lain dinilai penting demi mengurangi risiko kecelakaan tambahan sekitar lokasi sungai. Petugas lapangan juga terus mengawasi area di bawah jembatan karena banyak warga mulai berdatangan menjelang sore hari.
Sungai Kampar memang dikenal memiliki arus cukup deras terutama di kawasan bawah jembatan dan titik aliran tertentu di wilayah Kuok. Meski sering digunakan warga untuk mandi dan bermain, kawasan tersebut tetap menyimpan risiko besar terutama bagi anak-anak. Kurangnya pengawasan saat bermain air sering menjadi pemicu utama kecelakaan di sungai di wilayah Kabupaten Kampar.
Peristiwa tenggelamnya Rahmadani langsung menyisakan duka mendalam bagi keluarga serta warga Desa Lereng siang tersebut. Harapan besar masih menggantung sepanjang proses pencarian dilakukan oleh tim gabungan bersama masyarakat sekitar Sungai Kampar. Warga berharap korban segera ditemukan meski suasana di bawah Jembatan Kuok masih dipenuhi kecemasan hingga malam hari. R-02

